WAKAFDT.OR.ID — Sahabat-sahabatku yang baik, mari sejenak kita tafakuri firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
Saudaraku, masyaAllah, takdir Allah menjadikan kita sebagai bagian dari umat Islam yang sangat besar ini. Terutama di negeri kita tercinta, Indonesia, yang menjadi rumah bagi kaum muslimin terbesar di dunia. Tentu, di dalamnya berkumpul jutaan kepala dengan beragam keinginan, beda profesi, beda karakter, beda kebiasaan, juga beda cita-cita.
Tapi ingat ya, di atas segala perbedaan itu, kita punya satu pengikat yang sangat kuat, yaitu Akidah. Kita sama-sama bersujud kepada Allah SWT dan sama-sama mencintai Rasulullah saw. Inilah modal utama kita untuk bersatu.
Kadang kita dipersatukan oleh wilayah, terkadang oleh bahasa dan budaya yang sama. Namun, pengikat yang paling hakiki bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia adalah keimanan. Jika iman sudah bicara, maka rasa persaudaraan itu akan muncul dengan sendirinya.
Maka, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah hati kita merasa perih saat melihat saudara kita dizalimi?” atau “Apakah ada keinginan kuat untuk membantu saat saudara kita terjepit kesulitan?” Nah, mungkin ada di antara kita yang merasa punya keterbatasan. Ingin bantu, tapi sibuk. Ingin menolong, tapi jaraknya sangat jauh. Memang tidak semua dari kita bisa datang langsung ke lokasi bencana atau tempat konflik. Tapi tenang saja, Allah itu Maha Adil.
Allah membagi peran kepada kita semua. Ada saudara-saudara kita yang episodenya sedang diatur oleh Allah untuk menjadi perantara atau penyambung kebaikan. Mereka yang terjun langsung ke lapangan, merekalah tangan-tangan yang menyambungkan titipan bantuan kita. Inilah indahnya sinergi dan berbagi peran.
Jangan sampai, kita menjadi pribadi yang acuh dan tidak peduli terhadap penderitaan sesama. Ingat, kadar keimanan kita itu tercermin dari sejauh mana rasa empati dan kuatnya tali persaudaraan kita.
Yuk, kita gelorakan semangat saling mengisi dan bekerja sama. Semoga Allah SWT senantiasa mengokohkan ukhuwah di antara kita, sehingga umat ini menjadi umat yang kuat karena saling mencintai karena Allah SWT. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)
Redaktur: Wahid Ikhwan
