Wakaf Daarut Tauhiid

Aa Gym: Apa yang Membuat Orang Lain Menjauhi Kita?

WAKAFDT.OR.IDSahabat-sahabatku yang baik, apa kabar hati hari ini? Mari kita sejenak bertafakur, mengapa ya ada orang yang kalau dekat dengan kita rasanya ingin cepat-cepat pergi? Atau mengapa kita rasanya sulit sekali menyatu dengan orang lain?

Coba cek hati kita. Jangan-jangan, hati kita ini sedang membatu. Mari kita selami mutiara hikmah dari Surah Ali-Imran ayat 159. Di sana Alloh Ta’ala berfirman bahwa Rasulullah SAW itu bisa bersikap lemah lembut itu semata-mata karena rahmat Alloh. Kalau beliau itu kasar, hatinya keras, waah… pasti orang-orang sudah lari menjauh.

Rasulullah itu kalau bertemu orang, bukan cuma fisiknya yang hadir, tapi hati dan pikirannya tulus memperhatikan. Nah, ini dia masalahnya. Kita ini seringkali berdekatan secara fisik, tapi jarak hati kita sejauh langit dan bumi. Mengapa? Karena hati kita kurang dilatih.

Lalu bagaimana kiatnya supaya hati kita lembut dan bening? Mari kita simak 4 Kiat Melembutkan Hati ala Manajemen Qolbu:

1. Sibukkan Diri Mengingat Jasa Orang Lain

Penyakit kita ini adalah sering ingat jasa sendiri, tapi lupa jasa orang lain. Coba deh, pikirkan pengorbanan orang-orang yang jadi jalan kita kenal Alloh. Pikirkan guru-guru kita yang tulus membimbing dari jalan yang gelap ke jalan yang terang.

Dulu mungkin kita ini hamba dunia, sombong, atau bahkan terjebak kemunafikan. Tapi lewat doa dan keringat guru-guru kita, kita jadi kenal akhirat. Ingat-ingatlah nikmat iman dan islam ini. Kalau kita sibuk mengingat jasa orang, hati akan merasa kecil dan malu untuk bersikap kasar.

2. Berlatih Empati, Rasakan Perasaan Orang Lain

Hati-hati, Sahabatku. Jangan sampai kita jadi ahli ibadah tapi hatinya keji. Sholat rajin, tapi lisan tajam menyakiti orang. Ingat Surah Qaaf ayat 16-18, Alloh itu lebih dekat dari urat leher kita! Setiap bisikan hati dan ucapan kita, ada Malaikat Roqib dan Atid yang mencatat.

Coba deh, jangan cuma mementingkan perasaan sendiri. Belajarlah merasakan kepedihan orang lain. Boleh jadi ada orang yang tidak dikenal penduduk bumi, tapi namanya harum di langit karena ketulusan hatinya.

3. Senang Mendoakan Orang Lain

Salah satu cara paling ampuh melembutkan hati adalah dengan menebar salam. Tapi salamnya jangan cuma di lisan, harus pakai hati.

Assalamu’alaikum… (Ya Alloh, selamatkanlah saudara saya ini).

Warohmatulloh… (Ya Alloh, sayangi dia).

Wabarokatuh… (Ya Alloh, berkahi hidupnya). Kalau kita tulus menginginkan kebaikan bagi orang lain, mustahil hati kita bisa keras kepada mereka.

4. Ringan Tangan dalam Silaturahim dan Berbagi

Jangan jadi orang yang hobi mengumpulkan harta tapi pelit berbagi. Silaturahimlah, bawa hadiah. Punya uang jangan cuma ditumpuk, tapi jadikan manfaat. Orang yang hatinya keras itu biasanya egois, yang dipikirkan cuma “saya, saya, dan saya”.

Sahabatku, orang yang paling rugi adalah orang yang merasa dirinya sudah baik, sudah berjasa, dan sudah benar. Hati yang seperti ini tidak akan membuat nyaman siapa pun.

Maka, mari kita sibuk memikirkan dosa sendiri, bukan sibuk menghakimi orang lain. Insya Alloh, kalau hati sudah lembut, hidup akan lebih berkah dan kehadiran kita akan menjadi penyejuk bagi sesama.

Alhamdulillah, semoga bahasan singkat ini menjadi jalan hidayah bagi kita semua. Apakah Sahabat ingin saya buatkan rangkuman “Checklist Evaluasi Diri” berdasarkan poin-poin di atas agar lebih mudah dipraktikkan sehari-hari?

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID