Wakaf Daarut Tauhiid

Aa Gym: Jangan Sibuk dengan Penilaian Makhluk

WAKAFDT.OR.IDUntuk siapa sebenarnya kita berlelah-lelah selama ini? Untuk siapa kita beramal, dan penilaian siapa yang sebenarnya sedang kita kejar?

Ada sebuah kisah yang sangat berharga dalam Tafsir Ibnu Katsir. Suatu ketika, ada seseorang datang mengadu kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, saya ini kadang beramal niatnya karena Alloh, tapi kok ya di dalam hati masih ada keinginan ingin dilihat orang lain…”

Coba bayangkan, Rasulullah SAW sampai terdiam, tidak langsung menjawab. Mengapa? Karena urusan niat ini urusan yang sangat besar di hadapan Alloh.

Hingga akhirnya Alloh menurunkan jawaban langsung dalam Surah Al-Kahfi ayat 110: “Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Robb-nya, maka hendaklah ia melakukan amal salih, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Robb-nya.”

Sahabatku, kalau kita ingin hati tenang, ingin hidup bahagia, dan selamat saat berjumpa dengan Alloh nanti, kuncinya cuma satu: Jauhi syirik. Terutama syirik yang halus sekali, yaitu riya’.

Ingin dilihat orang, ingin dipuji, ingin dianggap sholih… waah, ini bahaya sekali, Sahabat. Ini adalah kezaliman yang besar bagi diri kita sendiri.

Coba kita renungkan ya… Mungkin di mata manusia, amal kita kelihatan gunung besarnya. Mungkin saat berbicara, lisan kita begitu fasih, dalilnya lengkap, orang terpukau.

Tapi, kalau di pojok hati yang paling dalam niatnya cuma ingin “dilihat” dan “dipuji” makhluk, innalillahi… sia-sia semuanya. Ibarat debu yang ditiup angin, tidak berbekas, bahkan bisa menyeret pelakunya ke dalam api neraka. Na’udzubillahi min dzalik.

Apa sih hebatnya pujian manusia? Manusia itu cuma makhluk yang lemah. Pujian mereka tidak akan menambah kemuliaan kita sedikit pun di hadapan Alloh. Apa artinya penghargaan dunia kalau di mata Alloh kita sama sekali tidak berharga?

Tapi ingatlah Sahabat, siapa yang sibuk memperbaiki kedudukannya di hadapan Alloh, maka Alloh sendiri yang akan mengangkat derajatnya di hadapan seluruh makhluk-Nya tanpa dia minta. Maasyaa Alloh.

Jadi, yuk kita luruskan lagi niatnya. Mulai sekarang, kalau mau beramal, tidak usah sibuk memikirkan orang lihat atau tidak, orang puji atau tidak. Capek kalau hidup ngejar penilaian makhluk mah.

Cukup sibukkan hati kita dengan satu pertanyaan saja: “Alloh Ridho atau tidak?” Kalau Alloh sudah Ridho, itu sudah lebih dari cukup.

Semoga Alloh menggolongkan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang ikhlas, yang amalnya diterima dan menjadi cahaya bagi kita di akhirat kelak. Aamiin yaa Robbal’aalamiin. Alhamdulillah, semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi saya dan sahabat semua.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID