WAKAFDT.OR.ID | SUKABUMI – (3/12/2025) Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan syiar Al-Qur’an hingga ke pelosok desa.
Kali ini, distribusi wakaf mushaf Al-Qur’an dilakukan di Kampung Cipancer, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, sebuah wilayah yang dikenal memiliki akses jalan yang sangat menantang.
Distribusi mushaf ini bukanlah pekerjaan mudah. Lokasi Kampung Cipanceur berada cukup jauh dari pusat kota dan hanya bisa diakses melalui jalur yang terjal dan sulit.
Terlebih lagi, kondisi jalan yang masih berupa tanah dan bebatuan, serta cuaca yang menyebabkan jalan menjadi berlumpur, membutuhkan perjuangan ekstra bagi tim relawan.
Meski demikian, kesulitan akses tersebut tidak menyurutkan semangat tim Wakaf DT untuk menyampaikan amanah wakaf dari para muwakif.
Di balik aksesnya yang sulit, Kampung Cipanceur memiliki semangat belajar agama yang tinggi.
Di sana, terdapat sebuah rumah belajar Al-Qur’an sederhana yang dijalankan secara mandiri oleh salah satu alumni Baitul Qur’an DT Sukabumi. Rumah belajar ini menjadi pusat kegiatan bagi anak-anak sekitar untuk mendalami ilmu Al-Qur’an.
Namun, semangat belajar tersebut terkendala oleh minimnya sarana prasarana. Salah satu kebutuhan mendesak yang dilaporkan adalah kekurangan mushaf Al-Qur’an.

“Kebutuhan mushaf baru sangat terasa di sini. Dengan jumlah santri yang terus bertambah, ketersediaan mushaf yang layak pakai sangat penting untuk menunjang proses belajar mereka,” jelas salah satu tim di lokasi.
Penyaluran wakaf mushaf Al-Qur’an ini diharapkan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bertujuan menjaga api semangat para santri di Cipanceur untuk terus tekun belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Mushaf baru yang disalurkan akan memberikan kenyamanan dan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan Kalamullah.
Inisiatif Wakaf DT dalam menembus medan terjal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan mendakwahkan Al-Qur’an harus sampai ke setiap sudut negeri, memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang terhalang belajar agama hanya karena ketiadaan mushaf. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
