Wakaf Daarut Tauhiid

Aset Wakaf: Tulang Punggung Kegiatan Belajar dan Kreativitas Santri

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Kiprah dan prestasi santri SMK DTBS, termasuk keberhasilan tim pembuat film “ULUR”, tidak lepas dari peran penting aset wakaf yang dikelola oleh Daarut Tauhiid.

Lembaga pendidikan formal di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, termasuk SMK DTBS, berdiri kokoh dan hampir seluruhnya beraktivitas di atas tanah dan bangunan yang merupakan aset wakaf umat.

Pemanfaatan Aset Wakaf di Lingkungan Santri DTBS

Fasilitas Pembelajaran: Aset wakaf dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan mengajar, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga aula serbaguna.

Misalnya, fasilitas seperti Dome Sentral Lima di lingkungan DTBS juga dimanfaatkan oleh santri sebagai lokasi belajar yang nyaman dan terlindungi dari cuaca.

Aula SMK DTBS sendiri bukan hanya tempat kegiatan belajar formal, tetapi juga sering menjadi pusat kegiatan sosial dan dakwah, seperti pelatihan, seminar, dan bahkan program khitanan sosial.

Pengembangan Karakter dan Potensi: Lingkungan pesantren yang dibangun di atas wakaf mendukung penuh pembinaan karakter santri.

Berbagai program, termasuk pengembangan bakat di bidang konten kreator seperti yang menghasilkan film “ULUR”, dapat terlaksana secara optimal berkat ketersediaan sarana dan prasarana dari wakaf.

Operasional Pendidikan: Di Daarut Tauhiid, aset wakaf juga dikelola menjadi wakaf produktif (misalnya pertokoan, swalayan, dan unit usaha lainnya) yang hasilnya kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional pendidikan, pemberian beasiswa bagi siswa/santri formal DT, dan program pembinaan karakter seperti Santri Siap Guna (SSG).

Keberadaan aset wakaf ini memastikan bahwa santri memiliki lingkungan yang ideal dan terfasilitasi dengan baik untuk berkreasi, belajar, beribadah, dan beraktivitas harian, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kemanfaatan yang berkelanjutan bagi umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID