Udara pagi masih sejuk saat langit Bandung mulai terang perlahan, Jumat (20/6/2025). Namun suasana di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid sudah tampak lebih hidup. Hari ini, kebersamaan pekanan santri karya Daarut Tauhiid bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) berlangsung berbeda. Jika biasanya dimulai pukul 07.30 pagi di Masjid Daarut Tauhiid, kali ini kegiatan istimewa itu diawali sejak pukul 06.30 dengan aktivitas fisik yang sederhana namun penuh makna: slow jogging keliling kawasan pesantren.
Aa Gym, pendiri dan pembina Daarut Tauhiid, langsung memimpin aktivitas tersebut. Dengan pakaian olahraga santai, beliau mengajak seluruh santri karya menyusuri jalan-jalan di sekitar pesantren yang merupakan aset wakaf. “Kita sehatkan jasmani, kita kuatkan ruhani, dan kita syukuri nikmat Allah dengan bergerak bersama,” ujar Aa Gym sambil tersenyum hangat.
Slow jogging ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Dimulai dari halaman depan Kantor Humas Daarut Tauhiid, rombongan menyusuri jalan-jalan yang melintasi Dome Central V dan Central VII. Raut wajah para santri karya menunjukkan semangat dan antusiasme.

“Kegiatan ini benar-benar menyegarkan. Bukan cuma badan yang terasa lebih segar, hati juga jadi lebih tenang,” ungkap Rudi, salah seorang santri karya dari bagian pendidikan. Menurutnya, momen kebersamaan sambil bergerak ringan seperti ini menjadi bentuk silaturahim yang tak biasa namun sangat efektif dalam membangun kekompakan.
Hal senada diungkapkan oleh Dita, santri karya dari bagian pesantren. “Baru pertama kali ikut olahraga slow jogging seperti ini, alhamdulillah semoga berkah,” katanya sambil menahan senyum.
Setelah jogging usai, para santri melanjutkan kebersamaan dengan kajian ringan yang disampaikan oleh Aa Gym di Dome Central V yang juga merupakan aset wakaf. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari amanah kepada Allah.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama secara tekstual, tetapi juga ruang hidup yang utuh. Menjaga jasmani, menguatkan ruhani, dan menanamkan nilai keberkahan wakaf dalam keseharian. (wakafdt)
