Wakaf Daarut Tauhiid

Mei 2025

Menanti Setiap Jumat di Kajian Santri Karya Bersama Aa Gym

Pagi itu, Jumat (16/5/2025), langit Bandung masih berselimut mendung ketika para santri karya (Sankar) Daarut Tauhiid mulai memadati Masjid Wakaf Daarut Tauhiid. Meski udara masih terasa sejuk, semangat mereka terasa hangat dan penuh antusiasme.

Bukan tanpa alasan karena hari ini adalah Jumat, hari yang paling ditunggu oleh para Sankar. Hanya di hari inilah mereka dapat mendengarkan secara langsung nasihat dan tausiyah dari KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Masjid Wakaf Daarut Tauhiid senantiasa makmur oleh ibadah salat berjemaah, lantunan ayat suci Al-Quran yang tak pernah sepi, serta berbagai kajian keislaman yang mengalir seperti air dari mata air keberkahan. Namun ada yang istimewa pada Jumat pagi: kajian pekanan eksklusif untuk santri karya.

“Kajian ini yang paling saya tunggu-tunggu tiap minggu,” kata Agus, Sankar yang bertugas di bagian pelayanan masjid. “Soalnya cuma di hari Jumat kita bisa denger langsung nasihat dari Aa. Penyampaiannya enak banget, ngena, dan bikin hati adem. Rasanya kayak diisi ulang lagi semangatnya setelah sibuk kerja sepekan penuh.”

Kajian dimulai selepas salat Dhuha. Suasana hening penuh khidmat. Aa Gym dengan gaya penyampaiannya yang khas—tenang namun mengena—menyampaikan tausiyahnya.

Para Sankar tampak mencatat, mengangguk, bahkan sesekali meneteskan air mata ketika Aa Gym membahas tentang pentingnya memperbaiki hati dalam menjalani rutinitas. Kajian ini menjadi semacam oase di tengah kesibukan mereka. Pengingat bahwa pekerjaan mereka di lingkungan pesantren adalah bagian dari perjuangan menapaki jalan Allah.

“Setiap Jumat tuh rasanya kayak dapet ‘rem’ lagi buat hati dan pikiran,” ujar Rahmawati, santri karya di bagian pendidikan. “Aa selalu ngingetin kita buat balik lagi ke niat awal. Di sini bukan cuma kerja, tapi belajar hidup dengan nilai-nilai tauhid.”

Tak hanya tausiyah, kajian juga diisi dengan sesi tanya jawab yang penuh kehangatan. Banyak dari Sankar memanfaatkan kesempatan langka ini untuk bertanya langsung kepada Aa Gym tentang persoalan kehidupan, pekerjaan, dan amalan harian.

Menjelang pukul sembilan pagi, kajian ditutup dengan doa bersama. Sankar kembali ke unit kerja masing-masing, namun dengan wajah yang lebih segar dan hati yang kembali terisi. Jumat pagi di Masjid Daarut Tauhiid menjadi momentum untuk menata kembali langkah, niat, dan semangat pengabdian.

Dan bagi para Sankar, satu jam bersama Aa Gym setiap Jumat adalah momen langka yang mereka syukuri dalam-dalam. Sebuah kesempatan istimewa yang memperkuat ikatan hati. Bukan hanya dengan guru mereka, tetapi dengan jalan perjuangan yang mereka pilih di Daarut Tauhiid. (Cahya)

Menanti Setiap Jumat di Kajian Santri Karya Bersama Aa Gym Read More »

Menengok Cijanggel, Sentra Agro Wakaf yang Terus Bertumbuh

Di lereng sejuk Dusun Bambu, Parongpong, tersembunyi sebuah kawasan yang kini menjadi denyut nadi pertanian dan peternakan wakaf produktif. Namanya Cijanggel. Di tempat ini, semangat kemandirian ekonomi umat dirawat melalui aktivitas pertanian dan peternakan yang terintegrasi.

Program ini dikelola oleh tim Wakaf Produktif yang dipimpin oleh Riyadi Suryana. “Di Cijanggel, ada pertanian, peternakan ayam, kambing, dan domba. Saat ini sedang dipersiapkan juga kandang sapi dan lahan pertanian,” ujar Riyadi.

Cijanggel bukan satu-satunya titik kegiatan agro. Namun, yang membuatnya istimewa adalah model terintegrasi: dalam satu kawasan terdapat berbagai jenis peternakan dan lahan pertanian. Asetnya pun merupakan wakaf produktif. Mulai dari lahan, kandang, hingga hewan-hewan ternak di dalamnya.

Kandang kambing dan domba di Cijanggel memiliki kapasitas hingga 500 ekor. Hingga pertengahan Mei ini, tercatat sudah ada 220 ekor yang menghuni kandang tersebut. “Dalam waktu dekat, kami akan kirim 100 ekor lagi. Targetnya penuh 500 ekor menjelang Idul Adha,” jelas Riyadi.

Dalam dua bulan terakhir, kegiatan peternakan ini mulai menunjukkan hasil. Fokus utama saat ini memang ditujukan untuk penyediaan hewan qurban. Namun ke depannya, setelah Idul Adha, program ini akan dikembangkan menjadi sentra pengembangbiakan (breeding) untuk mendukung keberlanjutan produksi ternak.

Sementara itu, peternakan ayam broiler telah berjalan lebih dulu dan sudah masuk siklus produksi rutin. Terdapat tiga kandang ayam yang tersebar di dua lokasi: satu di Cijanggel dan dua lainnya di Ciamis. Total kapasitasnya mencapai 20 ribu ekor. Ayam-ayam tersebut dibesarkan dari DOC (day old chick) hingga mencapai bobot konsumsi sekitar dua kilogram.

“Setiap kandang rata-rata menghasilkan omzet sekitar 20 juta rupiah per siklus. Total dari tiga kandang bisa mencapai 60 juta rupiah,” ungkap Riyadi. Peternakan ayam ini sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu, dan kini pihaknya sedang mempersiapkan ekspansi besar-besaran. “Target kami, ingin menambah 16 hingga 17 kandang baru dalam waktu dekat,” tambahnya dengan semangat.

Program agro yang dijalankan ini bukan semata bisnis. Ia adalah bagian dari visi besar untuk menggerakkan ekonomi umat berbasis wakaf produktif. Dengan optimalisasi aset-aset wakaf, masyarakat tidak hanya menerima manfaat spiritual, tetapi juga keuntungan ekonomi nyata.

Melalui pengelolaan yang profesional, program ini membuktikan bahwa wakaf tak harus diam menjadi prasasti. Ia bisa hidup, tumbuh, dan terus memberi manfaat. Dan di Cijanggel, semangat itu sedang bertunas di antara kandang, ladang, dan impian. (Cahya)

Menengok Cijanggel, Sentra Agro Wakaf yang Terus Bertumbuh Read More »

Lapangan Wakaf Jadi Pusat Inspirasi: Coaching Klinik Bersama Coach Markus Horison

Rabu (14/5/2025) terasa berbeda di Sekolah Daarut Tauhiid (DT) Indonesia. Suara sorak sorai dan hentakan kaki para santri menggema di lapangan hijau yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga. Namun kali ini, lapangan itu menjadi panggung inspirasi dan pembinaan karakter, ketika sosok legendaris Coach Markus Horison Maulana hadir memberikan Coaching Klinik Sepak Bola bagi santri dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Coach Markus yang dikenal sebagai eks kiper Tim Nasional Indonesia sekaligus pemilik MH Soccer Akademi, tak hanya datang dengan segudang pengalaman profesional. Ia datang membawa pesan moral dan motivasi, menanamkan nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, dan akhlak mulia dalam olahraga.

“Sepak bola bukan hanya soal teknik, tapi tentang mental dan sikap di dalam maupun luar lapangan,” ujar Coach Markus di sela-sela sesi pelatihan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan minat dan bakat yang digagas oleh Sekolah DT Indonesia sebagai bentuk pembinaan holistik bagi para santri. Apa yang tampak sebagai latihan teknik dasar hingga lanjutan, sejatinya adalah proses membentuk generasi unggul yang tangguh secara fisik, cerdas secara intelektual, dan kuat secara spiritual.

Namun ada satu elemen penting yang diam-diam menopang seluruh kegiatan hari itu. Lapangan tempat para santri berlari, menendang bola, dan menyerap inspirasi adalah aset wakaf produktif milik Daarut Tauhiid. Aset yang dahulu hanyalah lahan kosong, kini menjadi pusat aktivitas pembinaan generasi. Wakaf, dalam konteks ini, bukan hanya sebidang tanah tetapi lahan amal jariyah yang terus tumbuh dan memberi manfaat luas bagi umat.

Melalui kolaborasi antara pendidikan, inspirasi tokoh, dan pemanfaatan aset wakaf secara produktif, Sekolah DT Indonesia membuktikan bahwa mencetak generasi unggul bukanlah impian. Melainkan proses nyata yang bisa diwujudkan, langkah demi langkah di lapangan yang penuh berkah itu. (Cahya)

Lapangan Wakaf Jadi Pusat Inspirasi: Coaching Klinik Bersama Coach Markus Horison Read More »

Menghapus Mitos Wakaf Hanya untuk yang Kaya

Selama ini, banyak yang mengira bahwa wakaf hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya, yang hartanya melimpah dan sudah “tidak lagi memikirkan kebutuhan dunia”. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Wakaf adalah bentuk kebaikan yang sangat inklusif. Bisa dilakukan oleh siapa saja, dari kalangan apa saja, dengan jumlah berapa saja.

Sayangnya, ada kesalahpahaman terbesar dalam masyarakat bahwa wakaf hanya bisa dilakukan oleh mereka yang hartanya sudah “lebih dari cukup”. Banyak yang menunda niat berwakaf karena merasa belum mampu secara finansial. Padahal, di era sekarang, wakaf tidak selalu berbentuk tanah atau bangunan bernilai miliaran rupiah.

Kini, wakaf bisa dilakukan dalam bentuk uang, bahkan mulai dari Rp10.000. Inisiatif wakaf uang ini telah membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat umum untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan umat. Ada banyak lembaga wakaf yang memfasilitasi wakaf tunai secara mudah dan amanah.

Terjangkau dan Berdampak Besar

Bayangkan jika seribu orang berwakaf masing-masing Rp10.000 per bulan. Dalam satu tahun, terkumpul dana sebesar Rp120.000.000. Nominal ini cukup untuk membiayai renovasi sekolah, pengadaan alat kesehatan di puskesmas, atau pembangunan sarana air bersih. Dari angka yang tampak kecil, terkumpul dampak besar.

Lebih dari itu, pahala wakaf bersifat jariyah, artinya terus mengalir meskipun sang wakif (orang yang berwakaf) telah meninggal dunia. Ini adalah salah satu amal yang disebutkan langsung dalam hadis Nabi Muhammad saw sebagai amal yang tidak akan terputus.

“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Niat dan Kebermanfaatan, Bukan Jumlah

Wakaf bukanlah semata soal angka besar, tetapi tentang ketulusan dan keinginan untuk berbagi manfaat yang berkelanjutan. Seseorang yang hanya memiliki sedikit, namun rela menyisihkan sebagian hartanya demi kebaikan, bisa jadi lebih mulia di sisi Allah dibanding orang yang memberi banyak, namun tanpa keikhlasan.

Seperti kisah seorang pedagang kecil di pasar yang setiap pekan menyisihkan Rp5.000 dari hasil dagangannya untuk wakaf air minum di masjid setempat. Walau terlihat sederhana, air yang ia bantu sediakan menghapus dahaga para jemaah setiap hari dan menjadi ladang pahala yang terus mengalir.

Contoh lain adalah seorang siswa SMA yang dengan tekad dan semangatnya mengajak teman-temannya untuk ikut patungan wakaf buku-buku pendidikan bagi adik-adik di daerah terpencil. Meskipun mereka masih berstatus pelajar dan belum memiliki penghasilan sendiri, semangat gotong royong dan keikhlasan mereka mampu menghadirkan manfaat yang nyata. Tindakan kecil namun tulus ini menunjukkan bahwa siapapun bisa berkontribusi dalam kebaikan, asalkan ada niat dan kemauan.

Kebermanfaatan wakaf juga tidak terbatas pada aspek fisik. Wakaf bisa berupa ilmu, keterampilan, bahkan waktu yang diberikan untuk mengelola harta wakaf agar semakin produktif.

Seorang pensiunan guru, misalnya, mewakafkan waktunya setiap pekan untuk mengajar mengaji dan membaca di taman baca milik lembaga sosial. Ia tidak lagi memberi dalam bentuk uang, namun ilmu dan tenaganya menjadi bagian dari wakaf yang tak ternilai. Inilah esensi wakaf yang sesungguhnya. Menebar kebaikan berkelanjutan dengan apa yang kita miliki, bukan dengan apa yang kita harap-harapkan.

Hilangkan Batasan Wakaf

Wakaf bukan hanya milik orang kaya. Wakaf adalah ladang pahala bagi siapa saja yang ingin memberi manfaat jangka panjang, tanpa memandang status sosial atau besar kecilnya harta. Dalam pandangan Islam, nilai suatu amal terletak pada niat dan manfaatnya, bukan jumlah yang tampak oleh mata manusia.

Seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, “Janganlah engkau meremehkan amal kecil, karena engkau tidak tahu amal mana yang akan membawamu ke surga.” Prinsip ini berlaku pula dalam wakaf. Amal kecil yang diniatkan tulus, bisa berbuah pahala tak terputus.

Di zaman serba digital seperti sekarang, wakaf menjadi semakin mudah diakses dan fleksibel. Platform wakaf online memungkinkan siapa saja, bahkan dari pelosok daerah sekalipun, untuk ikut berkontribusi dalam program wakaf tunai, wakaf produktif, hingga wakaf pendidikan.

Kita tidak lagi harus menunggu kaya untuk bisa berwakaf. Seperti yang dikatakan oleh Syaikh Yusuf Al-Qaradawi, “Wakaf adalah sarana syariah yang membuka jalan kebaikan bagi semua orang, kaya maupun miskin, untuk turut membangun peradaban.” Maka, siapa pun yang ingin menjadi bagian dari perubahan positif, bisa memulainya sekarang juga.

Kita hanya perlu niat baik, keberanian untuk memulai, dan keyakinan bahwa kebaikan tidak diukur dari seberapa besar nominalnya, melainkan seberapa ikhlas dan bermanfaatnya. Amal yang kecil tetapi konsisten dan penuh keikhlasan jauh lebih bernilai dibanding amal besar yang penuh pamrih.

Nah, sudahkah kita memulai langkah kecil untuk berwakaf hari ini? Mungkin tidak terasa besar bagi kita, tapi bisa jadi sangat berarti bagi mereka yang menerima manfaatnya, dan abadi sebagai amal jariyah yang menemani kita kelak di akhirat. (Cahya)

Menghapus Mitos Wakaf Hanya untuk yang Kaya Read More »

Menyebar Cahaya, Menanam Pahala

Banyak orang sudah akrab dengan istilah wakaf. Tapi tahukah bahwa wakaf tidak hanya soal tanah atau bangunan? Wakaf juga bisa menjadi motor dakwah yang kuat, terutama untuk menopang masjid, pesantren, dan media dakwah.

Tiga pilar ini sangat penting dalam menjaga cahaya Islam tetap hidup dan menyebar. Lalu, seberapa besar urgensinya?

Masjid: Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah

Masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga pusat pembinaan umat. Namun faktanya, menurut data Kementerian Agama (2023), ada lebih dari 50.000 masjid di Indonesia yang masih belum memiliki kejelasan terkait status wakafnya, bahkan banyak yang tidak memiliki dana operasional rutin.

Maka, hadirnya wakaf bisa memberikan manfaat signifikan, seperti:

– Masjid bisa dibangun, diperluas, atau direnovasi.

– Kegiatan keislaman bisa berjalan konsisten (kajian, TPQ, pembinaan remaja masjid).

– Takmir tak perlu pusing mencari dana bulanan.

Itu artinya, wakaf masjid bukan hanya membangun bangunan, tapi membangun ruh masyarakat dan umat secara keseluruhan.

Pesantren: Gudang Ilmu, Pabrik Ulama

Pesantren adalah salah satu kekuatan utama pendidikan Islam di Indonesia. Menurut data Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI NU), ada lebih dari 39.000 pesantren dengan sekitar 5 juta santri.

Meski secara kuantitas, jumlah pesantren begitu banyak dan menampung jutaan santri, tapi tidak semua pesantren itu punya fasilitas yang layak. Tidak sedikit pesantren kecil di desa masih kekurangan ruang belajar dan tempat tinggal santri. Begitu pula akses buku, alat belajar, bahkan ketersediaan air bersih sering kali terbatas.

Maka, melalui peran serta wakaf dapat membuat santri bisa belajar dengan nyaman dan aman. Pesantren pun bisa mandiri lewat pengembangan wakaf produktif, bahkan calon-calon ulama dan pemimpin masa depan dapat tumbuh dengan kuat.

Media Dakwah: Suara Islam di Era Digital

Zaman sekarang, dakwah tidak hanya dilakukan dari mimbar masjid. Media digital dalam bentuk: YouTube, podcast, TV dakwah, media sosial, kiranya sudah jadi bagian dari kehidupan umat. Tapi membangun dan menjaga media dakwah bukan hal murah.

Mengapa? Karena produksi konten butuh peralatan dan tim profesional, termasuk operasional harian harus dibiayai. Apalagi iklan dakwah harus bersaing di antara konten hiburan. Maka, kehadiran wakaf di bidang media dakwah bisa menopang saluran dakwah yang konsisten dan berkualitas. Melahirkan berbagai program edukasi Islam yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dan ampuh menangkal hoaks dan narasi negatif tentang Islam.

Mengapa Harus Wakaf?

Karena amal jariyah itu tidak berhenti. Selama masjid masih digunakan, pesantren masih mencetak santri, dan media dakwah masih menyebarkan ilmu, maka pahala wakaf terus mengalir.

Umat juga butuh fasilitas dakwah yang kuat. Bukan sekadar cukup, tapi kokoh dan mandiri. Dan wakaf, bisa dimulai dari sekarang dengan nominal yang ringan melalui wakaf uang atau barang.

Jadi, wakaf bukan sekadar amal. Ia adalah investasi peradaban. Dengan wakaf, kita tidak hanya membantu pembangunan fisik, tapi juga menghidupkan cahaya ilmu, iman, dan inspirasi bagi generasi hari ini dan esok. Menegaskan komitmen untuk berwakaf masjid, pesantren, dan media dakwah, maka insya Allah dari sanalah cahaya Islam menyinari umat. Dan dari situlah pahala kita mengalir tanpa henti. (Cahya)

Menyebar Cahaya, Menanam Pahala Read More »

Menjemput Husnul Khatimah, Ikhtiar Neni Lewat Program Daarut Tauhiid Memorial Park

Bagi Neni, hidup bukan hanya tentang menjalani hari-hari di dunia, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan diri menuju kehidupan berikutnya. Bersama sang suami, ia telah lama mencari tempat peristirahatan terakhir yang tak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan nilai spiritual. Pencarian itu akhirnya membawanya pada sebuah keputusan besar: bergabung dalam program Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP).

DTMP adalah sebuah program yang diinisiasi oleh Wakaf Daarut Tauhiid sebagai bentuk pelayanan pemakaman muslim yang tidak hanya menyediakan lahan pemakaman, tetapi juga dukungan spiritual dalam rangka mempersiapkan umat Islam menuju husnul khatimah. Akhir kehidupan yang baik dalam pandangan Islam.

“Sebetulnya saya sudah mulai mencari sejak setahun lalu,” ujar Neni saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Bandung. “Saya dan suami ingin tempat peristirahatan yang nyaman, lingkungan yang baik, terjangkau, dan tidak membebani anak-anak kami.”

Menurut Neni, keputusan ini bukan sekadar membeli lahan makam, tetapi bergabung dalam sebuah program wakaf produktif yang manfaatnya berkelanjutan. DTMP berdiri di atas lahan seluas lima hektare dengan kapasitas 5.000 lubang makam. Dari jumlah tersebut, 700 lubang telah disiapkan dan 10 di antaranya sudah terisi. Biaya program saat ini mencapai sekitar Rp30 juta, yang terdiri dari Rp7 juta sebagai wakaf dan sisanya untuk pembebasan lahan serta pengembangan program.

“Yang dijual bukan lahannya, tapi program husnul khatimah-nya,” jelas Neni, mengutip penjelasan yang ia terima saat mempelajari katalog DTMP. “Dan kami ikut wakaf di dalamnya. Ini jadi bentuk kontribusi kami untuk umat.”

DTMP sendiri dirancang bukan hanya sebagai pemakaman, tetapi juga sebagai kawasan wakaf produktif. Ke depannya, di area sekitar makam akan dibangun masjid dan pesantren. Dana wakaf yang terkumpul—diperkirakan mencapai Rp25 miliar—akan dikelola untuk membiayai operasional pemakaman serta pembangunan fasilitas keagamaan di sekitarnya.

Bagi Neni, kenyamanan dan keberkahan adalah dua hal yang berjalan beriringan. Ia mengaku semakin mantap setelah mengetahui bahwa area DTMP akan dimakmurkan oleh para santri penghafal Al-Quran. “Luar biasa menurut saya. Kami pun ingin dikelilingi doa-doa yang tak putus,” ungkapnya.

Selain aspek spiritual, aksesibilitas juga menjadi pertimbangan penting. Lokasi DTMP yang hanya berjarak sekitar 13 menit dari Tol Baros dan masih berada di wilayah Bandung menjadi nilai tambah tersendiri bagi Neni dan keluarganya.

DTMP pun menyediakan skema pembayaran yang fleksibel. Mulai dari pembayaran tunai (cash keras) hingga sistem cicilan selama satu tahun. Memudahkan siapa pun yang ingin bergabung dalam program ini.

“Ini bukan hanya soal kematian,” kata Neni menutup perbincangan, “Tapi tentang bagaimana kita menyongsongnya dengan kesiapan, ketenangan, dan ikhtiar terbaik. Mudah-mudahan ini menjadi jalan menuju husnul khatimah.” (Cahya)

Menjemput Husnul Khatimah, Ikhtiar Neni Lewat Program Daarut Tauhiid Memorial Park Read More »

Keberkahan Wakaf Mengiringi Langkah Menuju Baitullah

Derap langkah para tamu Allah menuju Baitullah tak hanya dibekali dengan niat dan semangat, tetapi juga ilmu dan bimbingan yang terstruktur. Itulah yang diupayakan KBIHU Daarut Tauhiid (KBIHU-DT) Bandung melalui rangkaian panjang kegiatan bimbingan haji yang resmi berakhir pada Senin (12/5), dengan terselenggaranya Bimbingan Manasik Haji Susulan Gelombang II.

Bertempat di ruang kelas basement Masjid Daarut Tauhiid, 10 dari 12 peserta mengikuti kegiatan sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Mereka merupakan jemaah yang belum sempat mengikuti kegiatan sebelumnya, dan kini mendapatkan kesempatan terakhir untuk memantapkan ilmu dan kesiapan sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Menurut Fredy Rizaldy, Kepala Tata Usaha KBIHU-DT Bandung, kegiatan ini menjadi penutup dari keseluruhan rangkaian bimbingan yang telah dimulai sejak Desember 2024. “Mulai dari Bimbingan Pra Manasik pada 8 Desember, kegiatan olahraga kebersamaan setiap akhir pekan, hingga Simulasi Manasik Kubro pada 19-20 April lalu, semua kami rancang untuk memberikan bekal menyeluruh kepada para jemaah,” ujarnya.

Kegiatan puncak menjelang keberangkatan dilaksanakan pada Ahad (11/5) lalu dalam bentuk Pembekalan Pra Keberangkatan, bertempat di Aula Daarul Hajj, kompleks Daarut Tauhiid. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini mempertemukan para jemaah dengan petugas kloter JKS-45 dan JKS-50, sekaligus menyosialisasikan informasi teknis terbaru seputar keberangkatan, termasuk kemungkinan perubahan komposisi kloter berdasarkan kebijakan layanan dari syarikah.

Menariknya, seluruh kegiatan ini tidak terlepas dari peran besar keberkahan aset wakaf yang dikelola Daarut Tauhiid. Aula Daarul Hajj yang representatif, ruang-ruang kelas yang nyaman, hingga area masjid yang menjadi pusat aktivitas, semuanya berdiri tegak di atas tanah wakaf yang dikelola dengan amanah.

Keberangkatan fisik ke tanah suci memang masih menunggu waktu, namun keberangkatan hati dan jiwa para jemaah telah dimulai sejak mereka menjejakkan kaki di tempat ini. Tempat yang diberkahi karena dibangun atas dasar cinta, amanah, dan keikhlasan umat melalui wakaf. (Cahya)

Keberkahan Wakaf Mengiringi Langkah Menuju Baitullah Read More »

Menjalin Persahabatan dan Karakter: Immersion Program Al Izzah di SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri

Suasana hangat terasa di lingkungan SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri selama sepekan terakhir. Sejumlah siswi dari Al Izzah International Islamic Boarding School menjalani Immersion Program pada 4–8 Mei 2025. Sebuah kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan adaptasi, memperluas wawasan, dan membangun karakter dalam lingkungan yang baru.

Kegiatan ini tak sekadar kunjungan biasa. Selama lima hari, para peserta immersion menjalani rutinitas khas SMP DTBS Putri dengan semangat belajar dan semangat bersahabat. Mulai dari sesi pematerian yang mengenalkan nilai-nilai BR3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, Terpelihara) hingga aktivitas berkuda dan memanah yang menjadi ciri khas pendidikan karakter Daarut Tauhiid.

“Seru banget bisa ikut games bareng dan belajar bareng. Kami juga jadi tahu seperti apa kehidupan santri di sini. Ternyata menyenangkan dan banyak nilai baik yang bisa diambil,” ungkap salah satu siswi Al Izzah yang mengikuti kegiatan ini.

Tak hanya belajar bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang tumbuh bagi persahabatan lintas sekolah. Ada canda dalam games persahabatan, ada semangat dalam kegiatan lapangan dan field trip edukatif. Di balik semuanya, semangat berbagi dan ukhuwah Islamiyah menjadi benang merahnya.

“Senang banget ada teman-teman baru dari Al Izzah. Mereka ramah dan cepat akrab. Jadi tambah semangat karena suasana jadi makin seru dan hangat,” ujar Azzahra, siswi kelas VIII SMP DTBS Putri.

Program immersion ini tidak hanya menanamkan nilai kebaikan, tetapi juga merefleksikan semangat kemakmuran dari hasil wakaf yang menjadi fondasi berdirinya SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri. Wakaf yang dikelola secara produktif oleh Daarut Tauhiid telah memungkinkan lahirnya lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pembangunan karakter.

Dengan kegiatan ini, terlihat jelas bahwa keberkahan dari wakaf bukan hanya pada bangunan fisik, melainkan juga pada ruh pendidikan yang menanamkan nilai kebersamaan, akhlak mulia, dan semangat perbaikan diri.

Immersion Program Al Izzah di SMP DTBS Putri menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan Islam dapat menjadi jembatan untuk melahirkan generasi muda yang adaptif, berkarakter, dan siap memberi kontribusi positif untuk umat. (Cahya)

Menjalin Persahabatan dan Karakter: Immersion Program Al Izzah di SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri Read More »

Menjaga Istiqamah Selepas Ramadhan: Kajian Muslimah Santri Karya Bersama Ustadzah Ummu Yusuf

Suasana Masjid Daarut Tauhiid Bandung kembali dipenuhi semangat keilmuan dan ketenangan hati pada Rabu pagi, 7 Mei 2025 lalu. Para santri karya muslimah Daarut Tauhiid dari berbagai unit menghadiri kajian rutin bulanan secara langsung. Sementara peserta dari luar kota mengikuti melalui Zoom yang menyatukan semangat hijrah dan belajar.

Kajian Muslimah yang menjadi agenda tetap setiap bulan ini diperuntukkan khusus bagi santri karya — para muslimah yang mengabdikan diri sebagai bagian dari amal usaha dan lembaga di bawah naungan Daarut Tauhiid. Pada edisi bulan Mei ini, kajian menghadirkan Ustadzah Ummu Yusuf dengan tema “Mujahadah untuk Tetap Istiqamah Selepas Ramadhan.”

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Ummu Yusuf mengingatkan pentingnya menjaga hidayah yang telah Allah hadirkan selama Ramadhan. Ia menyampaikan dengan penuh ketegasan namun menyejukkan.

“Saat ada hidayah, jangan tinggalkan. Lakukan segera, jangan tunda. Karena bisa jadi kesempatan itu tidak datang dua kali,” ujarnya.

Kajian ini menjadi penguat ruhiyah bagi para santri karya, terutama dalam menghadapi rutinitas pasca-Ramadhan yang kerap menguji semangat ibadah dan keistiqamahan. Melalui kajian ini, para peserta kajian tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga motivasi untuk tetap teguh dalam kebaikan meski Ramadhan telah berlalu.

Kegiatan ini juga menunjukkan jika Masjid Daarut Tauhiid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kemakmuran ilmu dan dakwah yang terus hidup. Masjid yang berdiri megah dari hasil wakaf umat ini telah menjadi rumah pembinaan ruhani dan tempat berkumpulnya para pencari ilmu dari berbagai penjuru.

“Alhamdulillah, suasana kajiannya selalu menenangkan. Apalagi bertemu langsung di masjid wakaf yang penuh berkah ini, membuat hati terasa lebih dekat dengan Allah,” ungkap salah satu peserta kajian.

Kemakmuran Masjid Daarut Tauhiid adalah cerminan nyata dari kekuatan wakaf yang dikelola secara amanah dan produktif. Dari tempat inilah cahaya ilmu terus menyala. Mengalirkan keberkahan tidak hanya untuk santri karya muslimah di Bandung, tapi juga bagi santri karya muslimah di luar Bandung yang mengikuti secara daring.

Dengan kajian ini, Daarut Tauhiid menegaskan perannya sebagai lembaga dakwah yang menghidupkan masjid melalui ilmu, pengabdian, dan pembinaan karakter. Mewujudkan cita-cita untuk membangun pribadi dan masyarakat yang lebih baik dalam naungan rida Allah. (Cahya)

Menjaga Istiqamah Selepas Ramadhan: Kajian Muslimah Santri Karya Bersama Ustadzah Ummu Yusuf Read More »

Silaturahim Internasional di Tanah Wakaf: SPS Eco Pesantren Terima Kunjungan Taski Abim Shah Alam Malaysia

Awal Mei 2025 lalu, Satuan PAUD Sejenis (SPS) Eco Pesantren Daarut Tauhiid mendapatkan kehormatan menerima kunjungan istimewa dari Taski Abim Shah Alam, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini asal Malaysia. Kunjungan ini menjadi momen berharga. Tidak hanya sebagai ajang silaturahim lintas negara, tetapi juga sarana studi komparatif dalam upaya memperkuat sistem pendidikan di kedua institusi.

Berlokasi di kawasan wakaf Eco Pesantren Daarut Tauhiid 1, Cigugurgirang, Kabupaten Bandung Barat, SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid menyambut hangat rombongan Taski Abim dengan semangat ukhuwah dan pembelajaran bersama. Para tamu diajak melihat langsung proses pembelajaran, fasilitas, serta berbagai pendekatan kurikulum yang diterapkan di sekolah yang telah menjadi bagian dari pusat pendidikan Daarut Tauhiid dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.

Kunjungan ini bukan sekadar studi biasa. Kehadiran delegasi dari Malaysia merupakan pengakuan tersirat terhadap peran strategis yang dimainkan SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid dalam menciptakan pendidikan berbasis nilai-nilai spiritual dan karakter. Bagi Taski Abim Shah Alam, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengadopsi nilai-nilai unggul dalam kurikulum dan sistem pengelolaan pendidikan yang diterapkan SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid. Sistem yang dirancang untuk mendidik anak sejak dini dalam nuansa Islami dan mencintai lingkungan.

Kepala Sekolah SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Ahmad Syaihoni, menyambut positif dan menilai bahwa momen seperti ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan lembaga pendidikan.

“Alhamdulillah, kedatangan para tamu ini juga menjadi jalan untuk saling bertukar pikiran (sharing) terkait sistem pendidikan di masing-masing negara dan juga sekolah. Semoga ke depan kita bisa menjalin kerja sama yang lebih lagi, insya Allah,” ujar Syaihoni.

Adapun yang menjadikan kunjungan ini semakin istimewa adalah lokasinya. SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid berdiri kokoh di atas tanah wakaf, bagian dari kawasan Eco Pesantren Daarut Tauhiid yang selama ini dikenal sebagai pusat pembinaan dan pendidikan Islami yang berwawasan lingkungan. Keberadaan lembaga pendidikan ini merupakan bukti nyata bahwa wakaf tidak hanya berhenti pada pembangunan masjid atau fasilitas ibadah, tetapi telah bertransformasi menjadi kekuatan strategis dalam membangun peradaban—khususnya di bidang pendidikan.

Melalui pengelolaan wakaf yang profesional dan terencana, Daarut Tauhiid berhasil menjadikan lahan wakaf di Cigugurgirang sebagai pusat kegiatan produktif, pendidikan, dan dakwah. SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid adalah satu dari sekian banyak manfaat wakaf yang kini telah dinikmati oleh ratusan siswa setiap tahunnya.

Kunjungan dari Taski Abim ini menambah daftar panjang lembaga luar negeri yang tertarik untuk melihat langsung bagaimana wakaf dapat dioptimalkan dalam membangun sistem pendidikan yang unggul dan bernilai. Dari sinilah harapan akan lahirnya kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan Islam yang berkelanjutan semakin terbuka lebar. (Cahya)

Silaturahim Internasional di Tanah Wakaf: SPS Eco Pesantren Terima Kunjungan Taski Abim Shah Alam Malaysia Read More »