Wakaf Daarut Tauhiid

Pesantren Daarut Tauhiid

Aa Gym: Bekerja sebagai Jalan Menuju Surga

WAKAFDT.O.ID โ€“ Islam bukan sekadar agama ritual, melainkan sebuah sistem hidup yang sempurna. Di dalamnya terdapat panduan lengkap bagi siapa saja yang ingin meraih keselamatan dan kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu kunci kebahagiaan tersebut adalah dengan bersikap istiqamah dalam menjalankan setiap petunjuk-Nya.

Sering kali kita keliru memahami konsep ibadah, seolah ia hanya terbatas pada salat, puasa, zakat, atau haji. Padahal, setiap jengkal aktivitas hidup kitaโ€”termasuk bekerjaโ€”bisa bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala. Syaratnya sederhana namun mendalam: dilakukan dengan niat ikhlas demi mencari rida Allah serta tetap berada dalam koridor sunnah Rasulullah ๏ทบ.

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, di mana Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk giat bekerja (QS. At-Taubah: 105) dan segera bertebaran mencari karunia-Nya sesudah menunaikan kewajiban salat (QS. Al-Jumuโ€™ah: 10).

Rasulullah ๏ทบ adalah sosok manusia paling agung, namun beliau tidak pernah berpangku tangan. Sejarah mencatat kemandirian beliau sejak usia dini, mulai dari menjadi penggembala ternak hingga menjadi pedagang profesional. Kejujuran beliau dalam berbisnis pulalah yang membuatnya dijuluki โ€œAl-Aminโ€ (orang yang terpercaya).

Beliau bersabda:

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan dia menggembalakan kambing.” (HR. Bukhari).

Jejak kemandirian ini juga diikuti oleh para nabi terdahulu yang menjadikan pekerjaan mereka sebagai ladang ibadah:

  • Nabi Adam as: Bertani.
  • Nabi Nuh as: Tukang kayu terampil.
  • Nabi Ibrahim as: Berkebun.
  • Nabi Yusuf as: Birokrat/pegawai negara.
  • Nabi Daud as: Pandai besi yang perkasa.

Dalam Di zaman sekarang, banyak orang mengukur kualitas pekerjaan hanya dari besarnya gaji, omzet, atau gengsi jabatan. Namun, standar Islam jauh melampaui angka-angka tersebut. Saat ditanya mengenai pekerjaan terbaik, Rasulullah ๏ทบ menjawab bahwa itu adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri dan perniagaan yang mabrur (diberkahi).

Poin pentingnya bukan pada seberapa banyak materi yang dikumpulkan, melainkan seberapa besar keberkahan (thayyib) yang ada di dalamnya. Hasil kerja keras sendiri merupakan makanan terbaik yang bisa dikonsumsi oleh seorang mukmin, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Daud as.

Beruntunglah kita yang masih diberikan potensi dan kesempatan untuk bekerja. Jadikanlah setiap keringat yang menetes sebagai bentuk ikhtiar menjemput rezeki Allah. Dengan meniatkan pekerjaan sebagai ibadah, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan perut di dunia, tetapi juga sedang membangun istana di akhirat. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.O.ID

Aa Gym: Bekerja sebagai Jalan Menuju Surga Read More ยป

Alhamdulillah, Dosen STAI DT Lulus Uji Kompetensi Dosen

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Rasa syukur dan kebanggaan menyelimuti keluarga besar Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daarut Tauhiid. Sepanjang tahun 2025, sejumlah dosen STAI Daarut Tauhiid dinyatakan lulus Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) serta Sertifikasi Dosen yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Capaian ini menjadi penanda penting dalam perjalanan akademik para dosen. Program PKDP dan Sertifikasi Dosen tidak hanya mengukur kelayakan profesional, tetapi juga meneguhkan tanggung jawab dosen dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi secara utuh yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Keberhasilan tersebut merupakan kabar baik bagi seluruh civitas akademika STAI Daarut Tauhiid. Di balik proses panjang yang dijalani, tersimpan ikhtiar untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran dan memperkuat budaya akademik kampus.

Adapun dosen yang berhasil menyelesaikan program PKDP dan Sertifikasi Dosen Kementerian Agama RI Tahun 2025 antara lain: Dr. Agus Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Ketua STAI Daarut Tauhiid sekaligus Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam; Dr. Muhammad Iskandar, S.IP., M.M., Dosen Hukum Ekonomi Syariah; Dr. Yunus, S.Pd., M.Pd., Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam; Suherman, S.Ud., M.Ag., Dosen Hukum Ekonomi Syariah; Agung Wildan Azizi, S.H., M.H., Dosen Hukum Syariah; serta Sri Rastita Praniti, S.Kom.I., M.Sos., Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Mamat Rohimat, Kasubag Biro Humas dan Rumah Tangga STAI Daarut Tauhiid, menyampaikan harapannya agar capaian ini menjadi wasilah kebaikan bagi institusi.

โ€œSemoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala senantiasa melimpahkan rida-Nya, menjadikan ilmu yang diperoleh bermanfaat, serta membawa keberkahan bagi pengembangan pendidikan dan dakwah keilmuan di STAI Daarut Tauhiid. Aamiin yaa Rabbal โ€˜alamiin,โ€ tuturnya pada (8/1/2026) melalui media daring.

Pencapaian ini diharapkan semakin menguatkan komitmen STAI Daarut Tauhiid dalam meningkatkan mutu pendidikan, membangun tradisi akademik yang unggul, serta melahirkan kontribusi keilmuan yang berdampak luas bagi masyarakat. (Nov)

Redaktur: Wahid Ikhwan


Alhamdulillah, Dosen STAI DT Lulus Uji Kompetensi Dosen Read More ยป

Alur Jambu: Desa yang Hanyut dan Perjuangan Menjemput Harapan di Tengah Debu

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Desa Alur Jambu kini hanyalah sebuah nama di atas peta. Saat tim Wakaf DT dan relawan kemanusiaan tiba untuk melakukan asesmen pada Kamis (22/1/2026), kesunyian yang mencekam langsung menyambut.

Tak ada lagi suara anak-anak berlarian atau kepul asap dari dapur warga. Desa ini telah dikosongkan, menjadi “desa mati” atas saran pemerintah setempat demi keselamatan jiwa.

Jejak 10 Meter yang Menghancurkan

Sulit membayangkan bahwa beberapa waktu lalu, lokasi tempat berdiri ini tenggelam dalam amukan air sedalam 10 meter. Ketinggian itu setara dengan gedung tiga lantai. Banjir bandang tidak hanya membawa air, tapi juga membawa kehancuran total. Seluruh rumah tinggal, fasilitas umum, hingga masjid, rata dengan tanah atau rusak hingga tak mungkin lagi ditinggali.

Pemerintah setempat telah menetapkan wilayah ini sebagai zona merah yang tidak layak huni. Kenangan warga Alur Jambu kini terkubur di bawah sisa-sisa reruntuhan dan lapisan lumpur yang mulai mengeras.

Dari Banjir Menuju Kekeringan yang Berdebu

Kini, warga Alur Jambu bertahan hidup di desa tetangga. Mereka menempati tenda-tenda darurat dan hunian sementara (Huntara) yang dibangun seadanya. Ironisnya, setelah dihantam air yang melimpah, kini mereka harus berhadapan dengan ekstremnya musim kemarau.

Panas terik yang menyengat membuat tanah-tanah bekas banjir pecah dan berdebu. Setiap embusan angin membawa partikel debu yang menyesakkan napas. Kondisi semakin sulit dengan terbatasnya akses air bersih dan hilangnya sinyal komunikasi sama sekali. Di sini, dunia terasa begitu jauh.

“Dulu kami hanyut karena air, sekarang kami kehausan dan sesak karena debu. Tapi kami harus bertahan,” ujar salah satu warga di sana sambil mencari puing-puing barang dari bekas rumahnya.

“Melihat Alur Jambu yang kini kosong adalah pemandangan yang menyedihkan. Namun, melihat warga yang masih memiliki semangat untuk bangkit di tenda-tenda ini adalah alasan mengapa kami di sini,” ungkap salah satu relawan Wakaf DT di lokasi.

Di tengah keterbatasan sinyal dan kepungan debu, tim terus mendata setiap kebutuhan. Kehadiran tim bukan sekadar membawa bantuan logistik, tetapi membawa pesan bahwa warga Alur Jambu tidak berjuang sendirian.

Perjalanan menuju pemulihan memang masih panjang dan terjal seperti jalanan menuju Aceh Tamiang, namun melalui sinergi wakaf, sebuah “Alur Jambu yang baru” diharapkan dapat segera tegak kembali, membawa kehidupan yang lebih aman dan berkah bagi para penyintasnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Alur Jambu: Desa yang Hanyut dan Perjuangan Menjemput Harapan di Tengah Debu Read More ยป

Senyum di Balik Lumpur: Asa Rara dan Mushaf Baru di Desa Sekumur Aceh Tamiang

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Di antara sisa-sisa lumpur kering yang masih melapisi dinding rumah-rumah di Desa Sekumur, Aceh Tamiang, terdengar gelak tawa yang memecah keheningan. Kamis siang (22/1/2026), sekelompok anak kecil berlarian mendekati sebuah truk logistik dengan logo Wakaf DT.

Di barisan paling depan, seorang gadis kecil bernama Rara tampak tak sabar. Matanya berbinar saat tim relawan mulai membuka kardus-kardus berisi Mushaf Al-Qurโ€™an yang masih terbungkus plastik rapi. Bagi Rara dan teman-temannya, itu bukan sekadar buku; itu adalah harta karun yang sempat hilang ditelan banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Al-Qur’an Kami Sudah Jadi Lumpur”

Sambil mendekap erat mushaf barunya, Rara bercerita dengan nada polos namun menyayat hati. Ia mengenang sore mencekam saat air bah datang menerjang desa mereka.

“Masjid tempat kami mengaji terendam tinggi sekali. Mushaf yang biasa Rara pakai sudah hancur, lengket semua kena lumpur pekat. Sudah tidak bisa dibaca lagi,” kenangnya lirih.

TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang menjadi ruang ceria bagi mereka setiap sore kini masih dalam tahap pembersihan. Selama berminggu-minggu, aktivitas mengaji terhenti. Bukan karena mereka tak mau, tapi karena tak ada lagi lembaran wahyu yang bisa mereka pegang.

Merajut Mimpi di Tengah Duka

Namun, duka akibat bencana tak sanggup memadamkan api cita-cita di hati anak-anak Desa Sekumur. Saat ditanya tentang masa depannya, Rara menjawab dengan tegas.

“Rara ingin jadi Guru,” ucapnya sambil tersenyum lebar. “Supaya Rara bisa mengajar anak-anak di sini lagi. Biar mereka pintar dan bisa mengaji walau habis ada banjir.”

Tak mau kalah, teman-teman Rara yang berada di sampingnya pun ikut menyahut dengan semangat. “Kalau aku ingin jadi Dokter!” seru salah satu temannya. “Biar kalau ada yang sakit karena banjir, bisa aku obati. Aku mau bantu banyak orang kelak.”

Wakaf: Jembatan Harapan

Penyaluran yang berlangsung selama dua hari (21-22 Januari 2026) ini menjadi momen krusial bagi pemulihan psikologis anak-anak. Kehadiran Mushaf Al-Qur’an baru dari para pewakaf melalui Wakaf DT memberikan kepastian bahwa pendidikan agama mereka tidak akan mati meski diterjang badai.

Relawan yang bertugas pun merasa haru melihat respon anak-anak tersebut. “Melihat mereka langsung duduk berkelompok dan mencoba membuka halaman demi halaman mushaf baru itu adalah bayaran terbaik bagi perjalanan jauh kami menuju desa ini,” ujar salah satu tim distribusi.

Kini, di Desa Sekumur, harapan mulai kembali bersemi. Melalui selembar Mushaf Al-Qur’an, mimpi Rara untuk menjadi guru dan cita-cita teman-temannya menjadi dokter terasa selangkah lebih dekat. Banjir boleh saja menghanyutkan bangunan, namun ia tak pernah bisa menghanyutkan semangat dan iman yang tertanam di dada anak-anak Aceh Tamiang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Senyum di Balik Lumpur: Asa Rara dan Mushaf Baru di Desa Sekumur Aceh Tamiang Read More ยป

Menembus “Lautan Kayu”: Perjuangan Tim Wakaf DT Mengantar Kalam Ilahi ke Jantung Sekumur

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Angin kencang berembus membawa aroma kayu basah dan lumpur yang menyengat. Di hadapan tim Wakaf DT, daratan yang dulunya merupakan akses jalan aspal kini telah berganti menjadi medan terjal yang dipenuhi lubang dan bebatuan besar. Perjalanan menuju Desa Sekumur, Aceh Tamiang, pada Rabu-Kamis (21-22/1/2026) bukan sekadar distribusi bantuan biasa; ini adalah sebuah misi menembus isolasi.

Jembatan Putus dan Arus Deras

Langkah tim terhenti di tepian sungai yang meluap. Jembatan permanen yang selama ini menjadi urat nadi penghubung antar-desa kini tinggal menyisakan puing-puing beton yang hancur dihantam banjir bandang. Tak ada pilihan lain, tim harus memindahkan puluhan dus berisi Mushaf Al-Qur’an dan logistik pangan ke atas perahu kecil milik warga.

Dengan penuh kehati-hatian, para relawan menjaga agar muatan tidak terkena percikan air. “Satu dus ini sangat berharga, isinya harapan untuk anak-anak di seberang sana,” ujar salah satu relawan saat berpegangan erat pada sisi perahu yang bergoyang melawan arus sungai yang masih deras.

Menyaksikan “Desa yang Hilang”

Setelah berhasil menyeberangi sungai, pemandangan memilukan menyambut tim di Desa Sekumur. Desa ini sempat viral di media sosial melalui rekaman video amatir yang memperlihatkan “lautan kayu.” Saat tim tiba, kenyataannya jauh lebih mengerikan daripada yang terlihat di layar ponsel.

Gelondongan pohon-pohon raksasa berserakan tak beraturan, menimpa rumah-rumah, dan menutupi lahan pertanian. Desa Sekumur seolah “hilang” dari peta pemukiman, berganti menjadi hamparan kayu hutan yang terseret dari hulu. Di sini, sinyal internet adalah kemewahan yang lenyap bersama tiang-tiang listrik yang tumbang. Warga hidup dalam kesunyian, terputus dari informasi dunia luar.

Membawa Cahaya di Tengah Kegelapan

Kehadiran tim Wakaf DT menjadi “sinyal” harapan bagi warga yang merasa dilupakan. Karena ketiadaan akses informasi, warga tidak tahu kapan bantuan akan tiba. Saat dus-dus Al-Qur’an mulai dibuka di bawah tenda darurat, keharuan pecah.

“Kami mengira tidak akan ada yang sampai ke sini karena jalannya sudah tidak ada lagi. Al-Qur’an kami semua tertimbun di bawah kayu-kayu besar itu,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat dengan suara bergetar.

Membawa Mushaf Al-Qurโ€™an ke Desa Sekumur bukan sekadar mengganti buku yang rusak. Di tengah desa yang porak-poranda oleh kayu dan lumpur, ayat-ayat suci ini adalah pondasi pertama untuk membangun kembali mental dan spiritual warga.

Perjalanan pulang tim mungkin akan kembali menemui jalan terjal dan sungai yang dalam, namun senyum anak-anak Sekumur yang memeluk Mushaf baru mereka menjadi bahan bakar semangat yang takkan habis. Meski Desa Sekumur sempat disebut sebagai “desa yang hilang”, hari itu tim memastikan bahwa harapan mereka tidak ikut hilang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menembus “Lautan Kayu”: Perjuangan Tim Wakaf DT Mengantar Kalam Ilahi ke Jantung Sekumur Read More ยป

Sentuh Tiga Desa Terpencil, Wakaf DT Salurkan Al-Qurโ€™an bagi Penyintas Banjir Aceh Tamiang

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Melanjutkan misi kemanusiaan yang dimulai dari Kota Medan, tim kolaborasi Wakaf DT dan DT Peduli secara resmi menyalurkan bantuan logistik bagi para penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Pendistribusian bantuan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis (21-22/1/2026).

Bantuan ini menyasar warga di tiga desa yang terdampak cukup parah, yaitu Desa Alur Jambu, Desa Batang Ara, dan Desa Sekumur. Akses menuju wilayah ini sempat terkendala akibat sisa-sisa material banjir, namun tim relawan berhasil menjangkau warga guna memastikan bantuan diterima secara langsung.

Mengganti Mushaf yang Terendam Lumpur

Selain menyalurkan kebutuhan pokok seperti bahan pangan dan pakaian layak pakai, tim juga membawa misi khusus berupa pengadaan Mushaf Al-Qurโ€™an baru. Di lokasi pengungsian dan rumah-rumah warga, pemandangan menyedihkan terlihat dari tumpukan kitab suci yang rusak total akibat terendam lumpur pekat.

“Kondisi Mushaf Al-Qur’an di sini sudah tidak layak lagi digunakan karena terkena air dan lumpur saat banjir menerjang. Padahal, bagi warga, mengaji dan berdoa adalah penguat utama mereka di tengah ujian ini,” ujar perwakilan tim pendistribusian di Desa Sekumur.

Kehadiran Al-Qurโ€™an baru ini disambut haru oleh warga. Kini, anak-anak dan orang dewasa di Desa Alur Jambu, Batang Ara, serta Sekumur bisa kembali menjalankan aktivitas ibadah dan pengajian dengan mushaf yang bersih.

Kolaborasi untuk Pemulihan

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses pengemasan bantuan yang dilakukan di kantor DT Peduli Medan sehari sebelumnya. Sinergi antara lembaga wakaf, lembaga zakat, dan relawan lokal ini menunjukkan betapa krusialnya kolaborasi dalam percepatan penanganan pascabencana.

Bahan pangan yang dibagikan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi warga selama masa pemulihan, sementara bantuan pakaian membantu mereka kembali beraktivitas dengan nyaman.

โ€œKami mengucapkan terima kasih kepada para muwakif (pewakaf) dan donatur. Bantuan ini bukan sekadar barang fisik, tapi juga suntikan semangat bagi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang untuk bangkit kembali,โ€ tambah tim relawan.

Hingga Kamis sore, tim masih berada di lapangan untuk memastikan seluruh titik distribusi di tiga desa tersebut telah terlayani dengan baik sebelum kembali ke posko utama. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sentuh Tiga Desa Terpencil, Wakaf DT Salurkan Al-Qurโ€™an bagi Penyintas Banjir Aceh Tamiang Read More ยป

Selaras dengan Visi Eco Pesantren DT, Pemerintah Pulihkan 900 Ribu Hektare Hutan

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA โ€“ Pemerintah Indonesia secara resmi mengambil langkah tegas dalam menata ulang tata kelola kehutanan nasional. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan pengambilalihan sekitar 900 ribu hektare lahan perkebunan sawit yang berada di dalam kawasan hutan untuk dikembalikan fungsinya menjadi hutan konservasi milik negara.

Langkah berani ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya penertiban sumber daya alam. Berdasarkan audit Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) selama setahun terakhir, ditemukan jutaan hektare lahan yang digunakan secara ilegal, termasuk di wilayah sensitif seperti Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

Darurat Ekologi dan Respons Pemerintah

Kebijakan pengalihan fungsi ini tidak lepas dari rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini. Kerusakan hutan di hulu dinilai menjadi pemicu utama banjir bandang yang merugikan masyarakat luas, termasuk kejadian pilu di Aceh Tamiang.

Sebagai bentuk ketegasan, Presiden telah mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan di atas lahan seluas lebih dari satu juta hektare. “Kita ingin memastikan bahwa kekayaan alam dikelola dengan benar, dan kawasan konservasi kembali menjadi paru-paru dunia yang mendukung keanekaragaman hayati,” tegas Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Sinergi dengan Konsep Eco Pesantren Daarut Tauhiid

Langkah besar pemerintah ini mendapat resonansi positif di kalangan lembaga pendidikan berbasis lingkungan, salah satunya Eco Pesantren Daarut Tauhiid (DT). Konsep Eco Pesantren yang diusung oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari ibadah dan amanah sebagai khalifah di bumi.

Di saat pemerintah berjibaku menata hutan di tingkat makro, Eco Pesantren DT secara konsisten melakukan aksi nyata di tingkat mikro melalui:

  • Penghijauan Berkelanjutan: Melakukan penanaman pohon dan pemulihan lahan secara berkala di kawasan pesantren.
  • Pendidikan Berwawasan Lingkungan: Mengedukasi santri dan masyarakat untuk tidak hanya memahami agama secara tekstual, tetapi juga kontekstual dalam menjaga ekosistem (khidmah ekologis).
  • Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan: Pengelolaan limbah dan penggunaan energi terbarukan yang menjadi prototipe bagi pembangunan kawasan hijau.

Upaya pemerintah dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform Jaga Rimba untuk mendeteksi deforestasi, sangat sejalan dengan semangat digitalisasi dan modernisasi yang tetap berpihak pada alam di Eco Pesantren DT.

Membangun Masa Depan Hijau

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menambahkan bahwa tantangan ke depan masih besar mengingat masih ada jutaan hektare sawit yang berdiri di kawasan hutan lindung dan konservasi. Oleh karena itu, penambahan personel polisi kehutanan dan penggunaan drone pengawas akan terus ditingkatkan.

Kolaborasi antara ketegasan regulasi pemerintah dan gerakan akar rumput seperti yang dilakukan oleh Eco Pesantren DT dan Tim Wakaf DT menjadi kunci utama. Jika pemerintah bergerak dalam penegakan hukum, lembaga seperti DT berperan dalam membangun kesadaran spiritual dan aksi nyata di lapangan. Dengan sinergi ini, pemulihan hutan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk mewariskan bumi yang lebih hijau bagi generasi mendatang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selaras dengan Visi Eco Pesantren DT, Pemerintah Pulihkan 900 Ribu Hektare Hutan Read More ยป

Sinergi Kemanusiaan: Tim Wakaf DT Bersama Relawan Lain Siapkan Bantuan Logistik hingga Mushaf Al-Qurโ€™an untuk Penyintas Banjir Sumatra

WAKAFDT.OR.ID | MEDAN โ€“ Semangat kepedulian terus mengalir untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra. Pada Rabu (21/1/2026), suasana di kantor DT Peduli Kota Medan tampak sibuk dan penuh haru saat puluhan relawan bahu-membahu melakukan pengemasan barang bantuan ke dalam truk logistik.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara Tim Wakaf DT, DT Peduli, serta para relawan kemanusiaan lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran bagi warga yang kini tengah berjuang di tengah sisa-sisa material banjir.

Distribusi Logistik dan Mushaf Al-Qur’an

Logistik yang disiapkan dalam pengiriman kali ini meliputi kebutuhan mendesak seperti bahan pangan (sembako), pakaian layak pakai, serta kebutuhan darurat lainnya. Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian khusus dalam bantuan kali ini, yakni penyaluran Mushaf Al-Qurโ€™an.

Berdasarkan laporan tim di lapangan, banjir tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga merendam fasilitas ibadah dan sekolah-sekolah keagamaan. Hal ini menyebabkan banyak Mushaf Al-Qur’an yang ada di lokasi terdampak kini dalam kondisi rusak parah, hancur, dan tidak layak pakai karena terendam lumpur.

โ€œKami melihat kebutuhan spiritual juga sangat mendesak. Banyak warga yang ingin kembali mengaji dan beribadah, namun kitab suci mereka rusak akibat banjir. Oleh karena itu, melalui Tim Wakaf DT, kami menyertakan Mushaf Al-Qurโ€™an yang baru untuk menggantikan yang telah rusak,โ€ ujar salah satu perwakilan tim di sela-sela kegiatan pengemasan.

Bentuk Kolaborasi yang Solid

Kekuatan dari gerakan ini terletak pada kolaborasi. Tim Wakaf DT dan DT Peduli tidak bekerja sendiri; dukungan dari para relawan dan donatur menjadi mesin penggerak utama. Proses pengemasan yang dilakukan di kantor DT Peduli Medan ini mencerminkan betapa kuatnya rasa persaudaraan di tengah ujian bencana.

Truk yang membawa bantuan tersebut dijadwalkan akan langsung bertolak menuju beberapa titik pengungsian dan wilayah terdampak di Sumatra untuk segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Melalui aksi ini, diharapkan beban para penyintas banjir dapat sedikit teringan dan kegiatan keagamaan di wilayah tersebut dapat segera pulih kembali dengan adanya Mushaf Al-Qur’an yang baru. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi Kemanusiaan: Tim Wakaf DT Bersama Relawan Lain Siapkan Bantuan Logistik hingga Mushaf Al-Qurโ€™an untuk Penyintas Banjir Sumatra Read More ยป

Menjemput Keberkahan di Bulan Sya’ban: Melatih Fisik dan Investasi Akhirat

WAKAFDT.OR.ID Bulan Sya’ban merupakan “jembatan” istimewa yang menghubungkan kita dengan bulan Ramadhan. Bagi umat Islam, bulan ini adalah momentum emas untuk meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk pemanasan agar tidak kaget saat memasuki bulan puasa nanti.

Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Salah satu amalan yang paling menonjol di bulan Sya’ban adalah memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah ๏ทบ memberikan teladan langsung mengenai hal ini. Dalam sebuah riwayat, Aisyah radhiyallahu anha mengisahkan:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ๏ทบ menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengapa Rasulullah ๏ทบ begitu mengistimewakan Sya’ban? Hal ini dijawab beliau saat berbincang dengan Usamah bin Zaid.

Beliau menjelaskan bahwa Sya’ban sering kali terlupakan karena letaknya yang terjepit di antara dua bulan besar, yaitu Rajab dan Ramadhan.

Lebih dari itu, Sya’ban adalah waktu di mana catatan amal manusia diangkat untuk dilaporkan kepada Allah SWT. Rasulullah ๏ทบ bersabda, “Aku ingin ketika amalku diangkat, aku sedang dalam kondisi berpuasa.” (HR. Nasai dan Ahmad).

Wakaf: Amalan Cerdas Menjelang Ramadhan

Selain puasa, bulan Sya’ban adalah saat yang tepat untuk menata kembali aspek sosial dan kedermawanan kita, salah satunya melalui wakaf.

Jika puasa melatih ketahanan fisik dan kesabaran, maka wakaf melatih jiwa kita untuk melepaskan keterikatan pada harta duniawi.

Berikut adalah alasan mengapa wakaf sangat dianjurkan sebagai amalan pelengkap di bulan Sya’ban:

  • Investasi Abadi (Sedekah Jariyah): Berbeda dengan sedekah biasa yang manfaatnya habis sekali pakai, wakaf memberikan pahala yang terus mengalir bahkan setelah kita wafat, selama harta wakaf tersebut masih memberikan manfaat bagi umat.
  • Penyucian Harta sebelum Ramadhan: Memasuki bulan suci dengan harta yang telah dibersihkan melalui wakaf akan memberikan ketenangan batin saat beribadah.
  • Membangun Ekosistem Kebaikan: Dengan berwakaf (baik itu uang, Al-Qur’an, atau fasilitas umum), kita membantu menyediakan sarana ibadah bagi orang lain yang akan sangat dibutuhkan selama bulan Ramadhan.

Hikmah Persiapan Diri

Menggabungkan puasa sunnah dan wakaf di bulan Sya’ban memiliki hikmah yang mendalam. Secara fisik, tubuh kita mulai beradaptasi dengan pola makan yang baru. Secara spiritual, hati kita menjadi lebih lembut dan peduli terhadap sesama.

Dengan persiapan yang matang di bulan Sya’ban, kita tidak lagi memasuki Ramadhan dengan kondisi “kaget”, melainkan dengan kondisi yang sudah siap lahir dan batin untuk meraup sebanyak-banyaknya pahala. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjemput Keberkahan di Bulan Sya’ban: Melatih Fisik dan Investasi Akhirat Read More ยป

BNPB: Korban Jiwa Banjir Sumatera Tembus 1.200 Orang, Wakaf DT Terus Gerakkan “Cash Wakaf for Humanity”

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA โ€“ Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini mencapai titik yang sangat memprihatinkan.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (20/1/2026), total korban meninggal dunia telah menyentuh angka 1.200 jiwa.

Laporan ini dikonfirmasi oleh Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Ia menyebutkan adanya penambahan korban jiwa dari wilayah Aceh Tengah, sementara 143 orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian dan dinyatakan hilang.

Krisis Kemanusiaan di Pengungsian

Selain kehilangan nyawa dan harta benda, dampak sosial bencana ini sangat masif. Hingga saat ini, sebanyak 113.903 warga masih terpaksa menetap di kamp-kamp pengungsian.

Kondisi ini telah berlangsung sejak cuaca ekstrem melanda di penghujung November tahun lalu.

Meskipun pemerintah bersama TNI/Polri terus mengupayakan pembangunan hunian sementara dan pembersihan lahan, kebutuhan logistik serta pemulihan jangka panjang bagi para penyintas masih sangat mendesak.

Memaksimalkan “Dana Umat” Melalui Cash Wakaf for Humanity

Merespons situasi darurat ini, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir menggalang solidaritas melalui program Cash Wakaf for Humanity.

Program ini dirancang untuk memobilisasi dana umatโ€”yaitu karakter dasar masyarakat Indonesia yang dikenal dermawan dan memiliki kepedulian sosial tinggiโ€”untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatra.

Berbeda dengan donasi biasa, skema Cash Wakaf for Humanity bertujuan untuk:

  • Mengembangkan dana wakaf yang dihimpun melalui wakaf produktif yang hasilnya akan digunakan untuk kemanusiaan.
  • Memberikan Bantuan Darurat: Penyediaan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan di posko pengungsian.
  • Rehabilitasi Fasilitas Umum: Memperbaiki sarana ibadah dan sekolah yang rusak akibat banjir agar fungsi sosial kemasyarakatan kembali pulih.
  • Pemberdayaan Ekonomi Pasca-Bencana: Membantu warga memulai kembali mata pencaharian mereka melalui dukungan dana wakaf produktif.

Sinergi untuk Pulihkan Negeri
Di saat pemerintah fokus pada penanganan darurat dan infrastruktur, Wakaf DT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran dalam proses pemulihan ini.

Penggunaan instrumen wakaf tunai dipandang sebagai solusi berkelanjutan yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan sekaligus memberikan keberkahan jariyah bagi para muwakif (pewakaf).

“Upaya tanggap darurat memang tengah dioptimalkan oleh berbagai pihak, namun dukungan dari masyarakat melalui Cash Wakaf for Humanity akan mempercepat transisi menuju tahap rehabilitasi yang lebih kuat dan mandiri bagi para korban,” ungkap perwakilan tim Wakaf DT.

Sampai hari ini tim Wakaf DT bersama dengan tim DT Peduli masih terus menyalurkan kebutuhan korban banjir di lokasi bencana. Semoga melalui kolaborasi ini bisa menjadi jalan kemudahan bagi saudara kita di Sumatera. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BNPB: Korban Jiwa Banjir Sumatera Tembus 1.200 Orang, Wakaf DT Terus Gerakkan “Cash Wakaf for Humanity” Read More ยป