Wakaf Daarut Tauhiid

Kopontren DT

Perkuat Ekonomi Umat, Kemenkop Pacu Ekspansi Koperasi Pondok Pesantren

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen mengakselerasi pengembangan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Langkah ini strategis guna menjadikan pesantren sebagai pilar kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas dan mendukung kemandirian umat.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Faridah Farichah, menyebut Kopontren sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas yang sangat potensial. Menurutnya, prinsip koperasi yang mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong sangat selaras dengan nilai-nilai Islam.

“Nilai-nilai koperasi mencerminkan ajaran Islam dan konstitusi kita. Berdasarkan UUD 1945, ekonomi dibangun atas dasar usaha bersama melalui semangat kerja sama,” ujar Farida dalam agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopontren Daarut Tauhiid di Bandung, Selasa (3/3/2026).

Tantangan Literasi dan Target Koperasi Merah Putih

Farida mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi: dari sekitar 42.000 pondok pesantren di Indonesia, baru sekitar 6.000 pesantren yang memiliki badan hukum koperasi.

Pemerintah menargetkan integrasi Kopontren dengan program prioritas, yakni pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Farida menekankan beberapa poin kunci penguatan ke depan:

  • Adaptasi Teknologi: Kopontren wajib melakukan transformasi digital agar tetap kompetitif.
  • Akses Permodalan: Pemerintah akan mempermudah akses pembiayaan dan pendampingan bagi pengelola.
  • Edukasi & Sosialisasi: Meningkatkan literasi masyarakat pesantren mengenai manajemen koperasi modern.

Sinergi Ekonomi dan Akhlak di Daarut Tauhiid

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), memberikan perspektif berbeda mengenai tata kelola ekonomi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama koperasi bukan sekadar profit, melainkan keberkahan (barokah).

“Koperasi bukan hanya soal pertukaran uang dan barang, tetapi media untuk membangun karakter. Esensinya adalah bagaimana aktivitas ekonomi ini mampu mengubah akhlak menjadi lebih baik,” jelas Aa Gym.

Ia berharap Kopontren Daarut Tauhiid, yang kini telah memasuki usia 31 tahun, terus menjadi teladan dalam menyelaraskan urusan muamalah (bisnis) dengan pembangunan karakter yang istiqomah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perkuat Ekonomi Umat, Kemenkop Pacu Ekspansi Koperasi Pondok Pesantren Read More »

Sinergi dan Digitalisasi: Kopontren Daarut Tauhiid Sukses Gelar RAT ke-31

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhiid (DT) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pilar ekonomi umat yang tangguh.

Pada pelaksanaan Rapat Anggota Khusus (RAK) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-31, ribuan Santri Karya (karyawan DT) berkumpul untuk mengevaluasi kinerja tahunan sekaligus merancang strategi masa depan koperasi.

Acara yang berlangsung khidmat ini digelar secara hybrid. Ribuan anggota hadir langsung di Aula Daarul Hajj Pesantren DT, sementara anggota yang bertugas di luar kota tetap berpartisipasi aktif melalui platform daring.

Momentum RAT tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran para tokoh nasional dan pakar koperasi, di antaranya:

  • KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym): Selaku Penasehat Kopontren DT, beliau memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga integritas dan nilai-nilai tauhiid dalam bermuamalah.
  • Hj. Farida Farichah, M.Si.: Wakil Menteri Koperasi RI, yang mengapresiasi tata kelola Kopontren DT sebagai model koperasi pesantren yang modern dan transparan.
  • Dr. H. Komarudin Kholil, M.Ag.: Ketua Puskopontren.
  • Amar Triwidodo, S.Pd.: Plh. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Aa Gym menekankan bahwa koperasi bukan sekadar urusan bagi hasil, melainkan sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi yang berkah.

Sejalan dengan hal tersebut, Hj. Farida Farichah menyoroti bagaimana Kopontren DT berhasil mengadopsi teknologi digital sehingga mampu mengakomodir ribuan anggotanya meski terkendala jarak geografis.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang mampu beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan nilai dasarnya. Apa yang dilakukan Kopontren DT hari ini adalah bukti nyata kemandirian pesantren,” ujar Hj. Farida Farichah.

Selain penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus dan pengawas, rapat ini juga membahas rencana kerja strategis untuk tahun mendatang, termasuk penguatan unit usaha ritel dan jasa yang dikelola oleh koperasi.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan penetapan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang disambut antusias oleh seluruh anggota.

Dengan terlaksananya RAT ke-31 ini, Kopontren DT berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, profesional, dan tetap berada dalam koridor syariat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi dan Digitalisasi: Kopontren Daarut Tauhiid Sukses Gelar RAT ke-31 Read More »

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Selasa (30/12/2025) pagi.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung efektivitas pengelolaan dan kinerja Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT yang dinilai berhasil membangun ekosistem ekonomi mandiri.

Bertempat di Kawasan Darul Hajj—yang merupakan salah satu aset wakaf unggulan DT—Wamen Koperasi meninjau berbagai unit usaha tanpa protokol yang berlebihan. Ia menyusuri area kegiatan didampingi pengurus lembaga untuk melihat praktik nyata manajerial koperasi pesantren.

Dalam pemaparannya, Hj. Farida Farichah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap model bisnis yang dijalankan Kopontren DT. Menurutnya, tata kelola yang rapi, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang menjadikan koperasi ini layak menjadi rujukan bagi pesantren lain di Indonesia.

“Kami ingin mengajak pondok pesantren lain, khususnya yang berada dalam ekosistem koperasi, untuk mencontoh pengelolaan Kopontren Daarut Tauhiid. Lembaga ini telah membuktikan bahwa koperasi bisa sehat secara kelembagaan dan kuat secara dampak,” ujar Farida.

Sinergi Aset Wakaf dan Ekonomi Umat

Salah satu poin yang menjadi sorotan kementerian adalah optimalisasi penggunaan aset wakaf. Kegiatan ekonomi yang berpusat di Darul Hajj menunjukkan sinergi strategis antara ruang wakaf dan aktivitas produktif.

Hal ini membuktikan bahwa aset wakaf tidak hanya berfungsi untuk ibadah ritual, tetapi juga menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi.

Kementerian Koperasi memberikan penilaian positif atas keterlibatan sekitar 1.400 santri karya (karyawan) yang menggerakkan berbagai unit usaha di bawah naungan Kopontren DT.

Manfaat dari perputaran ekonomi ini dilaporkan tidak hanya dirasakan oleh internal pesantren, tetapi juga merambah ke jamaah dan masyarakat luas.

Dukungan untuk Kemandirian Pesantren Di akhir kunjungannya, Wamen Koperasi menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta pimpinan lembaga terkait yang telah mendukung penguatan koperasi pesantren.

Ia menegaskan bahwa Kopontren yang dikelola dengan amanah dan profesional akan menjadi kunci utama kedaulatan ekonomi umat.

“Ketika koperasi dijalankan dengan niat baik dan sistem yang benar, manfaatnya akan terus meluas. Daarut Tauhiid telah menunjukkan bahwa pesantren mampu mandiri tanpa meninggalkan jati dirinya,” pungkasnya.

Kunjungan ini mempertegas posisi Daarut Tauhiid sebagai pionir dalam mengintegrasikan manajemen aset wakaf dengan pemberdayaan koperasi yang profesional di skala nasional. (WIN/SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional Read More »