Dari Santri Hingga Pengajar: Kisah Hesti Fauziyah di Rumah Tahfidz Qur’an Sukabumi
WAKAFDT.OR.ID | SUKABUMI – (4/12/2025) Rumah Tahfidz Qur’an (TPQ) Daarut Tauhiid Sukabumi tak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat lahirnya kader-kader pendidik Al-Qur’an.
Salah satunya adalah Hesti Fauziyah (24), alumni angkatan pertama yang kini kembali mengabdikan diri sebagai pengajar di tempat ia dahulu menimba ilmu.
Hesti, yang telah belajar intensif di TPQ selama tiga tahun, membagikan kisah inspiratif tentang motivasi dan harapannya di Rumah Tahfidz yang terletak di atas aset wakaf tersebut.
Menjadi penghafal Al-Qur’an bukanlah perjalanan yang mudah, namun Hesti memiliki pendorong kuat yang menjadi kompasnya selama masa pendidikan:
- Mendekatkan Diri kepada Allah: Hesti meyakini bahwa menjadi Ahlullah (keluarga Allah) adalah kemuliaan tertinggi, dan jalan tersebut ditempuh melalui Al-Qur’an.
- Membentuk Pribadi BAKU: Selain menghafal, TPQ Sukabumi sangat menekankan pendidikan karakter BAKU (Baik dan Kuat). “Di sini, tidak hanya belajar Qur’an, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
- Mahkota untuk Orang Tua: Harapan mulia untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tua di hari kiamat menjadi motivasi yang tak pernah padam.

Selama masa belajarnya, Hesti mengungkapkan bahwa faktor lingkungan menjadi kunci keberhasilan menghafal.
“Kesan saya selama belajar di sini, lingkungannya sangat kondusif sehingga menghafal menjadi lebih efektif. Suasananya juga asri, dan yang paling penting, sahabat-sahabat di sini sangat ramah dan saling support satu sama lain,” kenang Hesti.
Suasana yang penuh dukungan dan lingkungan yang tenang memang menjadi nilai tambah bagi para santri dalam fokus mereka menghafal dan mendalami ilmu agama.
Harapan untuk Mengamalkan dan Mengenalkan Qur’an
Kini, dengan peran barunya sebagai pengajar, harapan Hesti semakin meluas. Ia ingin bisa mengamalkan seluruh ilmu dan karakter yang telah ia pelajari, sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
“Harapan saya ke depan, semoga bisa mengamalkan apa yang sudah dipelajari, dan masyarakat luas dapat lebih mengenal dan mendekat kepada Al-Qur’an,” tutur Hesti penuh harap.

Pesan Tulus untuk Pewakaf
Di akhir perbincangan, Hesti menyampaikan pesan tulus kepada Ibu Meta dan Bapak Dede Suhada, pasangan dermawan yang telah mewakafkan rumah mereka untuk dijadikan Rumah Tahfidz.
“Kepada Ibu Meta dan Bapak Dede Suhada yang telah mewakafkan rumahnya untuk menjadi tempat belajar para santri, kami berharap semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas kebaikan Bapak dan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda, dan semoga ke depan lebih banyak lagi orang yang bisa belajar Qur’an di tempat ini,” tutupnya.
Kisah Hesti menjadi cerminan nyata bahwa wakaf tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang kelak akan menjadi penerus perjuangan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
Dari Santri Hingga Pengajar: Kisah Hesti Fauziyah di Rumah Tahfidz Qur’an Sukabumi Read More »


