Wakaf Daarut Tauhiid

Peletakan Batu Pertama Jadi Awal Perjuangan di Batam

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Di bawah langit Tembesi yang cerah, satu batu pertama diletakkan. Namun bagi Daarut Tauhiid Batam, itu bukan sekadar batu—melainkan tanda dimulainya perjalanan baru.

Peletakan batu pertama Asrama Santri Daarut Tauhiid Batam pada (15/11/2025) menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi muda Batam yang lebih baik akhlaknya.

Gedung berukuran 19 x 8 meter ini insya Allah akan menampung 75 santri tambahan, memperluas ruang pembinaan dan pendidikan Islam yang selama ini berjalan.

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pembina Yayasan Daarut Tauhiid, menuturkan dengan lirih namun penuh makna. “Alhamdulillah, semoga apa yang kita lakukan ini betul-betul menjadi amal sholeh yang akan mengumpulkan kita di dalam surga.”

Baginya, pembangunan ini bukan hanya proyek fisik—tetapi perjalanan ruhani yang digerakkan oleh niat ikhlas.

Ujang Karim, Bendahara Yayasan Daarut Tauhiid, menambahkan harapan besar dalam pembangunan ini.

“InsyaAllah asrama untuk tambahan 75 santri ini selesai di tahun 2026, bersamaan dengan lanjutan pembangunan 50% Masjid Rahmatan lil ‘Aalamiin Batam. Semoga Allah mudahkan segala urusan.”

Pembangunan rencananya dimulai pada Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, asrama ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya akhlak, ilmu, dan karakter generasi muda Batam.

Dukungan juga datang dari wali santri. Reni Haryati, Ketua Komite Wali Santri. “Ini niat baik, niat bagus. Kami ingin bersinergi dalam mengembangkan dakwah di Batam. Semoga asrama baru ini menjadi ladang amal untuk semua wali santri.”

Pembangunan asrama ini juga selaras dengan semangat melanjutkan pembangunan Masjid Rahmatan lil ‘Alamiin Batam, yang saat ini telah berdiri 50%.

Masjid dan asrama menjadi dua pilar penting dalam ekosistem pembinaan Daarut Tauhiid—tempat lahirnya karakter, ilmu, dan nilai tauhid.

Dan seperti yang sering disampaikan Aa Gym; “Kebaikan tidak diukur dari siapa yang memberi, tapi dari siapa yang tergerak untuk melanjutkan perjuangan.” Satu batu sudah diletakkan. Perjalanan panjang kebaikan kembali dimulai. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID