WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Langit cerah menaungi halaman SMP DTBS Putra saat debat terbuka calon Wakil Ketua Organisasi Pondok Pesantren (OPP) periode 2025/2026 digelar.
Acara yang berlangsung pada Senin (16/9/2025) ini bukan hanya menjadi ajang unjuk visi dan gagasan, tetapi juga simbol nyata dari keberlanjutan pemanfaatan aset wakaf untuk pendidikan.
Acara ini menjadi ruang belajar demokrasi yang nyata. Para santri diajak untuk mendengar dengan saksama, berani menyampaikan pendapat, serta belajar menghargai perbedaan.
Mengusung tema “Leadership starts with courage to speak”, debat ini menjadi bukti bahwa keberanian berbicara adalah langkah awal kepemimpinan yang dapat tumbuh subur di atas lahan wakaf yang produktif.
Para kandidat tampil penuh percaya diri, memaparkan program-program inovatif untuk keberlangsungan OPP. Setiap gagasan mencerminkan tekad menjadikan OPP sebagai wadah pengembangan diri dan ruang pengabdian bagi seluruh santri.
Keberlangsungan program-program ini dimungkinkan berkat pondok pesantren yang berdiri kokoh di atas aset wakaf, yang menjadi pilar utama operasional dan pengembangan lembaga.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen SMP DTBS Putra dalam mencetak future leaders. Proses kepemimpinan tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga ditempa lewat pengalaman nyata.
Debat terbuka ini melatih para santri berbicara di depan publik, menyampaikan argumen dengan jelas, dan menumbuhkan keberanian mengambil sikap, semuanya di bawah naungan fasilitas yang berasal dari keberkahan wakaf.
“Harapannya, debat ini tidak dipandang sekadar kompetisi, melainkan menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi seluruh santri. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa regenerasi kepemimpinan OPP terus berlanjut dengan semangat inovasi dan tanggung jawab”, ujar Hary, pembina OPP MPK SMP DTBS Putra.
Seluruh kegiatan pendidikan juga bisa terlaksana disana, salah satunya atas dukungan penuh dari aset wakaf yang dikelola dengan baik untuk kemajuan pendidikan. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
