WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Memasuki pekan ke-10 pembangunan gedung Santri Siap Guna (SSG), sejumlah pekerjaan penting telah dilaksanakan dan akan dilanjutkan dengan pekerjaan selanjutnya.
Tak terlihat mewah, namun setiap bagian dari bangunan yang kini terus menjulang itu adalah simbol dari sebuah komitmen—komitmen untuk membangun, bukan hanya secara fisik, tapi juga untuk masa depan.
Setelah sebelumnya dilakukan pengerjaan dinding benteng tetangga, pemolesan kepalaan plester, sehingga balok-balok baja lantai dua pun mampu berdiri.
Beberapa bagian lantai 3 bahkan mulai menerima struktur baja, sementara balok baja untuk lantai 4 sudah mulai dipasang. Di lokasi proyek, bondeks plat lantai 2 telah terpasang.

Menurut informasi dari panitia pembangunan, presentase progres pembangunan gedung SSG sudah mencapai 36%.
Seluruh progres ini menunjukkan satu hal yang pasti: pekerjaan berjalan sesuai rencana. Target penyelesaian akhir tahun, Desember 2025, bukan hanya menjadi catatan di atas kertas, tapi tujuan nyata yang dikejar dengan penuh kesungguhan oleh tim di lapangan.
Namun, pekerjaan ini bukan hanya milik para teknisi, mandor, atau manajer proyek. Gedung SSG adalah milik semua yang turut mengambil bagian dalam amal jariyah ini.
Di balik baja yang berdiri dan beton yang mengeras, ada uluran tangan para pewakaf—mereka yang percaya bahwa setiap rupiah yang dititipkan akan tumbuh menjadi manfaat yang tak putus. Gedung ini kelak bukan sekadar bangunan, tapi ruang ilmu, ruang dakwah, ruang perubahan.
Kini, pembangunan terus berjalan. Tapi untuk menyelesaikannya, dibutuhkan lebih dari sekadar tenaga teknis—diperlukan hati yang tergerak untuk berwakaf.
Karena wakaf bukan tentang siapa yang memberi paling banyak, tapi siapa yang ikhlas menanam harapan, untuk dunia dan akhirat. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
