WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Setiap jiwa terlahir dalam keadaan suci. Namun, derasnya arus informasi, pergeseran nilai, dan godaan zaman terus menguji kesucian itu. Iman menjadi pelita, akhlak sebagai tameng, dan ilmu adalah penuntun menuju keridaan Allah.
Pesan inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan penyuluhan SMP DTBS Putra bertema “Bahaya LGBT”, yang diikuti para santri di Lantai Utama Masjid Rahmatan Lil’alamiin, Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid.
Suasana lantai utama terasa khidmat. Para santri duduk rapi, menyimak setiap penjelasan dari pemateri. Dengan gaya lugas namun bersahabat, narasumber menjelaskan ancaman yang mengintai ketika fitrah manusia terganggu.
Tidak hanya dari sudut pandang agama, pemateri juga memaparkan fakta medis, sosial, dan psikologis yang menegaskan pentingnya pencegahan perilaku menyimpang sejak dini.
”Jaga fitrah sejak dini, karena rusaknya fitrah berarti hancurnya masa depan umat,” tegas Riswan, pemateri acara, yang disambut anggukan para santri.
Beberapa santri terlihat mencatat poin-poin penting di buku mereka. Ada pula yang mengajukan pertanyaan, menunjukkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian terhadap isu ini.
Dialog interaktif mengalir hangat. Pembahasan diarahkan bukan untuk menghakimi, melainkan memberi pemahaman bahwa menjaga fitrah berarti menjaga kehormatan diri dan kemuliaan umat.
Menjelang akhir kegiatan, para santri diajak merenung sejenak. Pemateri kembali mengingatkan bahwa zaman boleh berubah, tetapi nilai-nilai Islam harus tetap dijaga. Iman, akhlak, dan ilmu bukan hanya perisai pribadi, tetapi juga benteng bagi generasi mendatang.
Penyuluhan ini menjadi langkah nyata membentengi umat dari arus yang berpotensi merusak. Menjaga fitrah adalah amanah bersama—tugas mulia untuk menyelamatkan peradaban.
Melalui kegiatan-kegiatan positif seperti diatas, Pesantren Daarut Tauhiid tentu berharap setiap aset wakaf yang ada, bisa memberikan dampak positif dan kebermanfaatan bagi ummat. (Nov/WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
