WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Upaya Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (DT) dalam memaksimalkan aset umat mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Pada Rabu (12/11/2025), Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), melakukan supervisi mendalam terhadap program inkubasi wakaf produktif di Pesantren DT.

Fokus utama kunjungan adalah melihat langsung implementasi pengelolaan aset yang produktif, seperti Pujasera Sahabat dan sejumlah ruko komersial di kawasan DT Bandung.
Aset-aset ini dikelola oleh Wakaf DT dengan tujuan menghasilkan keuntungan yang dialokasikan kembali untuk kepentingan umat.
Pujasera Sahabat, Solusi Nyata Kolaborasi Wakaf dan Kemenag
Riyadi Suryana, Manager Wakaf Produktif Wakaf DT, menjelaskan bahwa pengembangan Pujasera Sahabat merupakan hasil kolaborasi strategis antara Wakaf DT dengan Kemenag.
Keberadaan pujasera ini terbukti menjadi solusi efektif untuk menata dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Alhamdulillah, melalui program ini, kami bisa menjadi solusi bagi padatnya UMKM di jajaran jalan Gegerkalong,” ujar Riyadi Suryana.
Ia menambahkan bahwa lokasi yang disediakan telah terisi oleh sejumlah pelaku UMKM. Selain itu, fasilitas pendukung seperti lahan parkir yang memadai turut disediakan, memudahkan akses bagi pembeli.
“Tempat yang kami sediakan alhamdulillah telah diisi oleh beberapa UMKM, pembeli pun tidak sulit untuk parkir karena kami juga menyediakan lahan parkir yang cukup. Semoga ke depan pujasera ini bisa semakin memberi manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Apresiasi Kemenag dan Komitmen Nazhir
Prof. Waryono dari Kemenag mengapresiasi tata kelola yang dilakukan Wakaf DT. Menurutnya, aset-aset produktif seperti ruko dan Pujasera Sahabat telah dikelola dengan baik, sehingga mampu memberikan dampak positif yang nyata (penerima manfaat). Ia berharap model wakaf produktif DT ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Agus Kurniawan, S.E., Sekretaris Yayasan DT, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Kemenag. Ia menegaskan kembali peran DT sebagai nazhir (pengelola wakaf).
“Alhamdulillah kami selaku nazhir yang diamanahi oleh umat untuk mengelola aset wakaf, insyaAllah akan memaksimalkan aset wakaf yang telah diamanahkan,” kata Agus.
Ia berkomitmen bahwa hasil pengelolaan aset akan dimaksimalkan untuk kepentingan umat di berbagai bidang, termasuk ekonomi (melalui pemberdayaan UMKM), pendidikan, dan bidang sosial lainnya. “Semoga ke depan kami bisa terus lebih baik lagi dalam mengelola amanah ini,” tutupnya. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
