Langit siang itu teduh. Di tengah hamparan hijau seluas lima hektare di kawasan sekitar 13 menit dari Gerbang Tol Baros, sekelompok orang berdiri khidmat mengiringi proses pemindahan jenazah. Doa-doa lirih mengalun, penuh ketundukan.
“Telah Kau saksikan semua upaya kami, Ya Allah. Semoga proses pemindahan jenazah ini Kau ridai. Tujuan kami untuk memuliakan jenazah ini, Ya Allah… Jadikanlah kuburnya Riyadun min Riyadil Jannah, taman di antara taman-taman surga,” terdengar dari salah satu pelayat.
Inilah suasana yang ingin dihadirkan oleh Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP), sebuah program unggulan dari Wakaf Daarut Tauhiid yang mengusung konsep pemakaman muslim terpadu. DTMP tidak hanya menyediakan lahan pemakaman, tetapi juga pelayanan spiritual bagi umat Islam dalam menyongsong akhir hayat yang husnul khatimah.

Berdiri di atas lahan wakaf produktif, DTMP dirancang menampung hingga 5.000 lubang makam. Saat ini, tahap awal telah menyiapkan 700 lubang. Namun, visi DTMP tidak berhenti di situ. Kawasan ini akan dilengkapi masjid dan pesantren sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, sehingga setiap langkah yang dilakukan di sini menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Dengan target dana wakaf Rp25 miliar, DTMP ingin memastikan pengelolaan dan pembiayaan fasilitas keagamaan berjalan berkesinambungan. Dana ini akan digunakan untuk mendukung operasional, membangun sarana ibadah, dan memastikan pelayanan paripurna bagi setiap jenazah yang dimakamkan.
Bagi banyak orang, kematian adalah pengingat akan kepulangan. DTMP hadir untuk memastikan peristirahatan terakhir itu bukan hanya tempat jasad terbaring, tetapi juga awal dari perjalanan menuju keabadian yang penuh kemuliaan. (wakafdt)
