Wakaf Daarut Tauhiid

Dari Gedung Wakaf ke Jaringan Global

Di balik megah dan teduhnya gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daarut Tauhiid di kawasan Gegerkalong, Bandung, tersimpan kisah panjang tentang dedikasi, ilmu, dan sebuah cita-cita yang terus bertumbuh dari tanah wakaf. Gedung ini menjadi saksi diam dari semangat kolaborasi dan keilmuan yang kini menjangkau lintas batas negara.

Beberapa waktu lalu, gedung STAI Daarut Tauhiid menjadi tuan rumah bagi konferensi internasional yang diikuti oleh para akademisi dari berbagai belahan dunia. Di sinilah Ahmad Yusdi Gozaly, dosen Hukum Ekonomi Syariah STAI Daarut Tauhiid, membagikan pemikirannya tentang integrasi teknologi dalam pendidikan Islam dan tantangan global yang terus berubah. Melalui sesi paralel dan diskusi akademik, ia tak hanya menyerap ilmu baru, tetapi juga meneguhkan pandangannya bahwa Islam perlu hadir sebagai solusi yang inklusif di era digital dan globalisasi.

“Pengalaman ini membuka cakrawala baru bagi saya. Kita tidak bisa hanya bicara Islam di ruang lokal, kita harus hadir di forum global dengan pemikiran yang adaptif dan berbasis nilai,” ujarnya.

Tak lama berselang, suasana hangat kembali terasa di ruang-ruang diskusi gedung yang sama saat Focus Group Discussion (FGD) digelar bersama University Kebangsaan Malaysia (UKM). Mahasiswa dan dosen dari dua negara itu duduk berdampingan, berbagi kisah dan sistem pengajaran yang mereka jalani. Perbedaan budaya bukan menjadi jarak, tapi justru jembatan yang mempererat kolaborasi.

Irwina, salah satu mahasiswa STAI DT yang ikut dalam FGD itu, masih mengingat betul perasaan saat pertemuan berlangsung. “Rasanya seperti bertemu sahabat lama. Hangat, terbuka, dan penuh semangat untuk saling belajar. Ini lebih dari diskusi ilmiah, ini membangun persahabatan lintas budaya,” ungkapnya.

Gedung STAI Daarut Tauhiid yang dibangun atas dasar wakaf kini tak hanya menjadi pusat pembelajaran formal, tetapi juga ruang terbuka untuk dialog, jejaring, dan pertukaran ide antarbangsa. Aset wakaf ini hidup bukan hanya karena fisiknya yang terus dirawat, tetapi karena ruh keilmuan dan dakwah yang terus mengalir di dalamnya.

Di sinilah makna wakaf menemukan bentuknya yang paling utuh—bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk peradaban. Gedung ini bukan hanya milik STAI Daarut Tauhiid, tapi milik umat yang percaya bahwa ilmu, jika dibagikan, akan menembus batas ruang dan waktu. (wakafdt)