WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Gemerlap kreativitas santri Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia (SDTI) memuncak pada Sabtu malam (7/2/2026). Bertempat di Dome Eldorado, Lembang, gelaran DTS Festival 2026 sukses menyuguhkan panggung seni teatrikal yang emosional dan sarat makna, memukau ribuan pasang mata yang hadir.
Acara yang dimulai tepat pukul 19:30 WIB ini menyulap suasana aula menjadi ruang refleksi yang penuh haru. Melalui tema “Kembara Cahaya”, para santri tidak sekadar tampil di atas panggung, melainkan sedang berdakwah menebarkan nilai-nilai Islam melalui seni.
Tumbuh di Atas Tanah Berkah
Keberhasilan penampilan para santri ini tidak lepas dari ekosistem pendidikan DT yang unik. Perlu diketahui bahwa gedung sekolah serta asrama tempat mereka menimba ilmu dan menempa diri setiap hari merupakan aset wakaf produktif Daarut Tauhiid.
Keberadaan fasilitas berbasis wakaf ini menjadi saksi bisu perjuangan para santri dalam mengejar prestasi, sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana dana umat bertransformasi menjadi investasi peradaban yang unggul.
Testimoni Haru Orang Tua
Kebanggaan mendalam dirasakan oleh para orang tua, salah satunya Faozan Daulay. Ayah dari Huwaidi Dzaki Azzam (santri kelas 9 SMP DTBS Putra) ini tak kuasa menahan air mata menyaksikan transformasi sang buah hati.
“Acaranya luar biasa. Saya berkali-kali meneteskan air mata haru melihat karya hebat anak-anak di hadapan kami semua. Ini adalah pertolongan Allah,” ungkap Faozan dengan penuh syukur.
Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran guru dan civitas akademika yang telah membimbing para santri di lingkungan pesantren yang terjaga.
Pesan Melalui Seni
DTS Festival 2026 bukan sekadar ajang unjuk bakat tahunan. Festival ini adalah manifestasi dari visi besar sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjadi “cahaya” bagi lingkungan sekitarnya. (NOV/WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
