Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

DT tuan rumah munas fwp III

Role Model Wakaf Produktif, DT Menjadi Tuan Rumah Munas FWP III

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Musyawarah Nasional Forum Wakaf Produktif (Munas FWP) III tahun 2024 terselenggara di Daarut Tauhiid (DT), Bandung. Munas ini merupakan event empat tahunan yang digelar FWP. Acara tersebut menjadi ajang pertemuan strategis bagi para nazhir, praktisi wakaf, akademisi, pemerintah, dan stakeholder lainnya untuk berdiskusi, mengevaluasi, memperkuat sinergi antar berbagai pihak, serta mendorong inovasi dalam pengelolaan wakaf.

Pada tahun ini, Munas FWP ke-3 bertajuk “Transformasi Wakaf Nasional: Inovasi, Kolaborasi, dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Dihadiri sebanyak 56 nazhir serta ratusan pegiat wakaf. Kegiatan munas berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (5-7/9/2024).

Ditemui tim Swadaya pada Kamis (5/9) di Gedung Serba Guna Daarul Hajj DT, Rama selaku Sekretaris Panitia Munas FWP ke-3 mengatakan alasan Pesantren DT terpilih sebagai tuan rumah pada kegiatan tersebut. Menurut Rama, Pesantren DT berhasil menjadi role model yang sangat baik dalam pengelolaan aset wakaf dan berhasil memproduktifkannya.

“Tempat yang kita jadikan lokasi munas ini adalah aset wakaf, masjidnya wakaf, bahkan sepanjang jalan menuju masjid, kanan kirinya memuat literasi wakaf. Nah, ini salah satu nilai positif yang kita ingin sampaikan ke teman-teman nazhir yang lain, ada contoh yang bisa kita lihat sebagai sarana untuk mengembangkan aset wakaf,” tutur Rama.

“Lalu, dukungan dari Aa Gym yang membicarakan wakaf, ada lembaga wakafnya, dan supporting pengembangan sarana berbasis wakaf. Ini semua kiranya menjadi role model bagi perwakafan di Indonesia,” lanjutnya.

Tahun ke tahun Lembaga Wakaf DT terus bertransformasi dalam mengembangkan aset wakafnya. Wakaf Produktif DT merupakan salah satu program unggulan yang gencar dikampanyekan. 

Hingga saat ini, Wakaf DT memiliki beragam aset yang sukses diproduktifkan dan mampu menebarkan manfaat kepada ribuan mauquf’alaih. Riyadi selaku Manajer Program Wakaf Produktif menyebutkan beragam aset wakaf yang berhasil diproduktifkan.

“Untuk saat ini program Wakaf Produktif yang sudah eksis adalah penginapan Cottage Daarul Jannah, mini market, properti berupa gedung-gedung di Daarut Tauhiid yang meliputi perkantoran, asrama, dan ruang sekolah. Ada pun kontribusinya, salah satunya bisa membiayai sekolah SMP hingga SMA secara gratis, termasuk Baitul Qur’an,” ujar Riyadi pada Kamis (5/9/2024).

Selain itu, program Wakaf Produktif sedang mencanangkan program 1000 pintu kontrakan di wilayah Geger Kalong, Bandung. Sejauh ini telah ada 30 kamar yang berhasil dibebaskan. Pengelolaan aset wakaf yang diproduktifkan juga merambah ke sektor peternakan dan pertanian. Semua perkembangan itu semakin menambah kemakmuran aset wakaf yang dititipkan kepada Lembaga Wakaf DT. Memperluas jangkauan penerima manfaat dari aset wakaf yang berhasil dikelola dan diproduktifkan dengan baik.

Sumber: Swadaya

Role Model Wakaf Produktif, DT Menjadi Tuan Rumah Munas FWP III Read More »

BEI raih penghargaan di munas fwp III

BEI Raih Penghargaan Pengembangan Wakaf Saham

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meraih penghargaan kategori “Inovasi Pengembangan Wakaf” dari Forum Wakaf Produktif (FWP) dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) FWP III di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/9/2024)

Penghargaan diberikan atas inovasi BEI dalam mengembangkan wakaf saham di Indonesia, yang diterima Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh.

“Sebelumnya, selama empat tahun berturut-turut dari 2019 sampai 2022, BEI mendapatkan penghargaan sebagai ‘The Best Islamic Capital Market’ dari Global Islamic Finance Award,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad di Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Kautsar menjelaskan terdapat 639 saham syariah di BEI yang merupakan 68 persen dari total saham tercatat per 9 September 2024.

Untuk efek syariah selain saham per Juli 2024, lanjutnya, sudah terdapat 251 reksa dana syariah dan 2 ETF syariah, sedangkan untuk sukuk terdapat 240 sukuk korporasi dan per 29 Agustus 2024 terdapat 93 sukuk negara.

Dari sisi transaksi, per 9 September 2024, secara year to date (ytd) rata-rata harian volume transaksi dari saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebesar 76 persen dari total volume transaksi di BEI.

Kemudian, rata-rata harian nilai transaksi dari saham syariah sebesar 58 persen dari total nilai transaksi di BEI, dan rata-rata harian frekuensi transaksi dari saham syariah sebesar 71 persen.

“Sementara itu, kapitalisasi pasar dari saham yang masuk ke dalam ISSI mencapai 54 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI,” ujar Kautsar.

Melansir data Anggota Bursa Sharia Online Trading System (AB-SOTS), jumlah investor saham syariah meningkat 240 persen dari tahun 2018 yang sebanyak 44.536 investor, menjadi sebanyak 151.560 investor pada Juli 2024.

Sampai saat ini, BEI telah mendapatkan tiga penghargaan berbasis syariah di tingkat nasional, di antaranya IAEI Award 2019 dalam kategori “Pengembangan Pasar Modal Syariah” pada 2019, Anugerah Syariah Republika Award dalam kategori “Lembaga Penggerak Investasi Syariah” pada 2023, serta award dari Forum Wakaf Produktif dalam kategori “Inovasi Pengembang Wakaf” pada 2024.

Sebagai lembaga yang resmi mengelola wakaf, para Nazhir selalu dilibatkan dalam pembekalan kompetensi pasar modal syariah, terutama terkait wakaf saham.

Kautsar menyebut BEI juga membantu memfasilitasi hubungan antara Nazhir, seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, Wakaf Warrior, dan Sinergi Foundation, dengan AB-SOTS agar sosialisasi terkait pasar modal syariah terus dilakukan secara berkesinambungan dengan stakeholders terkait.

Sumber: Antara

BEI Raih Penghargaan Pengembangan Wakaf Saham Read More »

Munas FWP Sambutan Kemenag 2

Kemenag Harap Nazir Wakaf Bisa Berkecimpung dalam Ekonomi Indonesia

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengharapkan kepada para nazir wakaf untuk bisa turut berkecimpung dalam perekonomian negara, karena terdapat banyak harta benda wakaf yang bisa diproduktifkan dan dikapitalisasi untuk mengembangkan perekonomian umat.

“Saya juga setuju dengan cita-cita dengan target dimana perekonomian Indonesia dikuasai oleh sembilan nazir,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (7/9/2024).

Waryono menjelaskan, masyarakat Muslim Indonesia memiliki wilayah yang bisa dikembangkan untuk menjadi sentral terpadu sebagai destinasi percontohan pengembangan aset wakaf yang berdampak secara luas pada ekonomi.

“Saya membayangkan kita memiliki wilayah yang luas sebagai destinasi percontohan wakaf, di situ ada pasar, sekolah, masjid, ada lembaga kajian dan penelitian, dan sebagainya. Di sana kita bisa mengkaji, tidak hanya persoalan agama, tapi persoalan dunia (sosial, ekonomi, dan masyarakat),” ujarnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Waryono menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan di bidang wakaf.

“Di sini pentingnya kolaborasi nazir. Kita berembuk untuk menyiapkan lokasi proyek strategis wakaf. Satu daerah atau satu pulau kita jadikan pusat pengembangan wakaf,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengajak kepada para nazir wakaf untuk membangun kebersamaan kesepakatan agar bisa mengwujudkan cita-cita tersebut.

Salah satunya, kata Waryono, diawali melalui gelaran Musyawarah Nasional Forum Wakaf Produktif (Munas FWP) III yang digelar di Bandung pada Jumat (6/9/2024) hingga Sabtu (7/9/2024), di mana para peserta forum dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan terbaru yang berkaitan dengan wakaf, memberikan dukungan bagi para nazir dan wakif, serta mendukung efektivitas manajemen program wakaf.

Kegiatan yang mengangkat tema “Transformasi Wakaf Nasional: Inovasi, Kolaborasi, dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” ini merupakan gelaran rutin empat tahunan yang mempertemukan para nazir, praktisi wakaf, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berdiskusi, mengevaluasi, memperkuat sinergi antar berbagai pihak, serta mendorong inovasi dalam pengelolaan wakaf.

Ketua Forum Wakaf Produktif Bobby Manulang menjelaskan agenda Munas FWP III ini merupakan agenda strategis yang diperlukan untuk mengembangkan gagasan dan membangun soliditas dalam penguatan ekosistem nazir dan perwakafan di Indonesia.

“Munas FWP yang ke-III ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk membahas berbagai isu aktual per-wakafan, termasuk beberapa isu terkait kompetensi nazhir di era digital, penguatan regulasi wakaf, peran dan kolaborasi stakeholder di sektor wakaf, penguatan literasi wakaf, serta kolaborasi dengan ekosistem keuangan syariah nasional,” tutur Bobby.

Sumber: Antara

Kemenag Harap Nazir Wakaf Bisa Berkecimpung dalam Ekonomi Indonesia Read More »

sambutan bwi munaf fwp

Hadiri Munas FWP III, BWI Jelaskan Prinsip Utama Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Anas Asikhin, M.Si menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Forum Wakaf Produktif (FWP) III di hari pertama Munas, Kamis (5/9/2024). Ia memberikan sambutan di acara pembukaan Munas yang digelar di Daarut Tauhiid Bandung tersebut.

Anas menyebutkan bahwa prinsip utama wakaf adalah harus sustain atau berkelanjutan, sesuai dengan prinsip yang diajarkan Rasulullah Saw. Bahkan menurutnya, Sustainable Development Goals (SDGs) menggunakan nalar wakaf.

“Kenapa mengadopsi nalar wakaf? karena wakaf lebih dulu datang ketimbang SDGs. wakaf sudah ada 14 abad yang lalu, sedangkan SDGs baru kemarin,” jelasnya.

Dia mengajak para nazhir untuk merekomndasikan kepada pemerintah agar memasukan nalar wakaf ke dalam program-program sosialnya agar bisa lebih sustain atau berkelanjutan.

Dia juga menyebutkan, pengelolaan sedekah produktif sebaiknya dikelola dengan nalar wakaf. Menurutnya, jika sedekah produktif dikelola oleh nazhir menjadi wakaf produktif, maka akan memberikan manfaat berkelanjutan. 

Ia menyarankan LAZ dan Lembaga wakaf bekerja sama melakukan kampanye fundraising dan pengelolaan dana dengan nalar wakaf.

“Semangat ini mari kita tunjukan. Makin hari, makin bertambah. Temen-temen di FWP ini gagasannya genuine dan sangat produktif, sangat cerdas menurut saya,” ungkapnya.

Anas menekankan bahwa dana wakaf tidak akan mati dan akan terus menjadi amal yang mengalirkan pahala hingga yaumul akhir.

“Dengan sepenuh hati, dan dengan penuh inspirasi dana wakaf ini tidak akan penah mati. Dengan berwakaf, sesudah itu mati membawa amal hingga yaumul kiamat. Saya ucapkan selamat kepada forum wakaf produktif, semoga ke depan semakin produktif dan membawa dunia perwakafan di Indonesia semakin bergairah dan penuh berkah,” pungkasnya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Hadiri Munas FWP III, BWI Jelaskan Prinsip Utama Wakaf Read More »

Munas FWP Sambutan Kemenag 2

Resmikan Munas FWP III, Kemenag: Sinergi Antar Nazhir Penting

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag meresmikan Musyawarah Nasional (Munas) Forum Wakaf Produktif (FWP) III di Daarut Tauhiid Bandung, pada hari pertama Munas, Kamis (5/9/2024). Dengan mengucapkan bismillah, Waryono meresmikan acara empat tahunan FPW tersebut.

Waryono mengapresiasi hadirnya Forum Wakaf Produktif sebagai wadah strategis bagi nazhir untuk bersinergi dan mengembangkan perwakafan di Indonesia, terutama pengelolaan wakaf secara produktif.

“Mudah-mudahan Forum Wakaf Produktif menghasilkan pikiran-pikiran brilian, perencanaan perencanaan yang bagus untuk bagaimana pengembangan hasil wakaf ke depan sehingga kemudian banyak mauquf alaih yang merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antar nazhir itu penting. Ia menjelaskan, dengan bersinerginya nazhi, wakaf akan semakin berkembang memberikan dampak kebaikan lebih besar, salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai mauquf alaih.

“Jangan hanya berjamaah di Masjid, kita harus berjamaah secara sosial. Insya Allah meskipun misalnya imamnya itu berbeda fikihnya dengan Makmum ketika jadi makmum pasti taat kepada imam.  Kita sudah harus betul-betul mengimplementasikan berjamaah secara sosial. Karena apa? ini adalah implikasi dari tauhid,” tegasnya.

Dia bercita-cita wakaf bisa memberikan dampak luar biasa dengan ekosistem wakaf yang terdiri dari lembaga pendidikan, pusat ekonomi, seperti pasar, lembaga riset, dan lembaga lainnya yang memberikan banyak hal positif bagi masyarakat. Bahkan, dia membayangkan nazhir bersinergi mengelola tanah wakaf sebesar pulau yang di dalamnya terdapat ekosistem lengkap.

Menurutnya, jika masyarakat sudah menjadi mauquf alain yang mendapatkan manfaat wakaf, mereka bisa menjadi marketing gratis yang mengkampanyekan wakaf, sehingga makin banyak masyarakat yang memahami sekaligus terlibat dalam berwakaf.

“Insya Allah ketika banyak mauquf alaih yang merasakan manfaatnya, maka maka kampanye kita tidak kuat pun mereka akan menjadi marketing kita dengan tanpa biaya karena mereka akan berbicara kepada tetangganya,” jelasnya.

Sebagai perwakilan dari Kemenag yang merupakan regulator, Waryono juga mengajak para nazhir, peserta Munas FWP III untuk aktif mengusulkan atau meminta peraturan perwakafan baru jika diperlukan.

“Kami sebagai regulator, jika masih ada hal yang belum lengkap misalnya, silahkan bagi ibu kami dengan tangan terbuka untuk mengingatkan. Bagi bapak Ibu juga yang membutuhkan regulasi, Insya Allah kami bersama BWI dan elemen-elemen wakaf untuk kita rumuskan bersama-sama,” ajaknya.

Di akhir sambutannya, dia berharap, Munas FWP III bisa menghasilkan keputusan-keputusan dan rencana-rencana produktif yang bisa mengembangkan wakaf  Indonesia.

“Mudah-mudahan berjalan dengan lancar, sekali lagi menghasilkan keputusan-keputusan, dan rencana-rencana yang produktif sesuai dengan namanya forum wakaf produktif,” pungkasnya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Resmikan Munas FWP III, Kemenag: Sinergi Antar Nazhir Penting Read More »

Munas FWP III Hadirkan 55 Nazhir

Sebanyak 55 Nazhir Wakaf Ikuti Munas FWP III

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Sebanyak 55 Nazhir wakaf tingkat Nasional bersiap mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Forum Wakaf Produktif (FWP) III yang berlangsung dari Kamis (5/9/2024) hingga Sabtu (7/9/2024) di Daarut Tauhiid (DT) Bandung. Berikut 55 nazhir wakaf tingkat nasional yang telah berizin sebagai nazhir wakaf uang dari Badan Wakaf Indonesia yang mengikuti Munas FWP III :

  1. Yayasan Dompet Dhuafa Republika
  2. Lembaga Kenazhiran (LK) BWI PUSAT
  3. Sinergi Foundation
  4. Rumah Wakaf Indonesia
  5. Wakaf Al Azhar
  6. Baitul Wakaf
  7. Yayasan Daarut Tauhiid
  8. YPM Salman ITB
  9. Inisiatif Wakaf
  10. Darul Qur’an Nusantara
  11. Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa ESQ
  12. BSI Maslahat
  13. LAZNAS MANDIRI AMAL INSANI
  14. YAKESMA
  15. Yayasan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
  16. Harapan Amal Mulia
  17. Baitul Maal Unisba
  18. LAZ Solopeduli
  19. Lazis Al Hilal Rancapanggung
  20. LAZISMU TRENSAINS
  21. LAZNAS Rumah Yatim Arrohman Indonesia
  22. Lembaga Wakaf Doa Bangsa
  23. Lembaga Wakaf JSIT Indonesia
  24. Lembaga Wakaf Persis (LWP)
  25. LMI
  26. Nazhir Yayasan Bina Tsaqofah (SEBI Social Fund)
  27. Peduli Fajar Imani
  28. Perkumpulan Hasmi
  29. Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University
  30. Wakaf Bina Nun Bina Muda Indonesia
  31. Wakaf Mulia Institute
  32. Wakaf Orbit
  33. Wakaf Warior
  34. Yayasan Amal Produktif Indonesia
  35. Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL)
  36. Yayasan Amanah Utama Tazkia
  37. Yayasan Badan Wakaf Assyifa
  38. Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Semarang
  39. Yayasan Baitul Maal PLN
  40. Yayasan Bakrie Amanah
  41. Yayasan Dana Sosial Al Falah
  42. Yayasan Dompet Sosial Madani Bali
  43. Yayasan Harapan Dhuafa Banten
  44. Yayasan Islam alhuda bogor Indonesia
  45. Yayasan Marwah Wakaf Indonesia
  46. Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya Tangerang Selatan
  47. Yayasan Mitra Mikro
  48. Yayasan Nurul Taqwa
  49. Yayasan Rumah Itqon Zakat dan Infak
  50. Yayasan Wakaf Indonesia Bersatu (Wahdah Islamiyah)
  51. Yayasan Wakaf Nurul Hidayah Sukatani
  52. Yayasan Waqaf Ar Risalah
  53. Yayasan Yatim Mandiri (Wakaf Mandiri)
  54. Yayasan Yuk Peduli
  55. Aman Palestine

Munas yang mengangkat tema “Transformasi Wakaf Nasional: Inovasi, Kolaborasi, dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” merupakan event empat tahunan yang digelar FWP. Acara ini merupakan ajang pertemuan strategis bagi para nazhir, praktisi wakaf, akademisi, pemerintah, dan stakeholder lainnya untuk berdiskusi, mengevaluasi, memperkuat sinergi antar berbagai pihak, serta mendorong inovasi dalam pengelolaan wakaf.

Ketua FWP Bobby Manulang menjelaskan, agenda MUNAS adalah agenda strategis yang diperlukan untuk mengembangkan gagasan dan membangun soliditas dalam penguatan ekosistem nazhir dan perwakafan di Indonesia.

“MUNAS FWP ini diharapkan menjadi media yang tepat untuk membahas berbagai isu aktual perwakafan, termasuk beberapa isu strategis terkait kompetensi nazhir di era digital, penguatan regulasi wakaf, peran dan kolaborasi stakeholder di sektor wakaf, penguatan literasi wakaf, serta kolaborasi dengan ekosistem keuangan syariah nasional,” jelasnya.

Bobby menambahkan seluruh stakeholder memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pengembangan ekosistem wakaf di Indonesia. Melalui Musyawarah Nasional Forum Wakaf Produktif, para peserta forum dapat menyampaikan kebijakan-kebijakan terbaru yang berkaitan dengan wakaf, memberikan dukungan bagi para nazir dan wakif, serta mendukung efektivitas manajemen program wakaf.

“Melalui gagasan inovasi, inisiasi kolaborasi, serta pengembangan digitalisasi forum ini dapat menjadi penguat tercapainya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta Visi Indonesia Emas 2045, “ tambahnya.

Acara Munas FWP III ini dihadiri oleh Dirjen Zakat Wakaf Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono, Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, MA, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Imam Hartono, dan CEO Waqf An Nur Corporation Berhad Malaysia Moh Daud Bahrin Bin Bakri, serta tokoh lainnya. (RW)

Sebanyak 55 Nazhir Wakaf Ikuti Munas FWP III Read More »

Masjid DT Eco 2 4 September 2024

Awal September 2024, Ini Progres Masjid DT Eco 2

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Eco Pesantren 2 (Masjid DT Eco 2) mulai memasuki Bulan September 2024. Pengawas Pembagunan Masjid DT Eco 2 Putri Berliana Mileni menyebutkan progres pembangunannya mencapai 66,53%.

“Ini sudah memasuki pekan ke 50. Secara angka progres per pekan ke-49 adalah 66.53%,” sebut Putri saat ditemui di lokasi pembangunan Masjid DT Eco 2 pada Rabu (4/9/2024).

Ia menjelaskan pekerjaan yang dilakukan di pekan pertama September adalah pabrikasi besi da beksiting untuk balok plat talang kubah. Pada pekan sebelumnya beberapa pekerjaan sudah dilakukan, di antaranya pengecoran rooftop, pemasangan memberan dinding penahan tanah (DPT) area kelas, pemasangan dinding area wudu tambahan, pemebongakaran beksting tangga, pabrikasi besi dan bekisting tiang legeran kubah, serta perapian area basement

Pekerjaanya (pekan ke-49), pengecoran rooftopPemasangan membran DPT area kelas, pemasangan dinding area wudu tambahan, pembongkaran bekisting tangga, pabrikasi besi dan bekisting tiang leheran kubah, perapian area basement. Pekan ini sedang dilaksanakan fabrikasi besi dan bekisting untuk balok dan plat talang kubah,” jelas Putri.

Putri mengatakan, pada bulan September ini pemasangan rangka kubah akan dilakukan.

“Bahan plat kubah dari enamel,” kata Putri.

Pembina DT KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan, pembangunan Masjid DT adalah ladang amal bagai siapapun yang ingin mempersiapkan bekal terbaik untuk kelak di akhirat. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan hingga Masjid DT Eco 2 rampung. Artinya, masih ada kesempatan berwakaf untuk pembangunan Masjid DT Eco 2.

Wakaf untuk pembangunan Masjid DT bisa diantarkan ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Awal September 2024, Ini Progres Masjid DT Eco 2 Read More »

mou bwi dan pendis

Mou Dengan Dirjen Pendis, BWI Ingin Sediakan Dana Abadi Pendidikan Islam Berbasis Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Prof.Dr.Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia melakukan penandatangan MoU dengan Prof. Dr. Abu Rohmad. M.Ag sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI di Jakarta, Selasa (03/09/2024).

Dalam acara tersebut, Ketua BWI menyampaikan tujuan penandatangan  Mou tersebut adalah untuk penyediaan Dana abadi pendidikan Islam berbasis wakaf yang peruntukannya untuk beasiswa, pembangunan ,pengembangan sarana prasana pendidikan dan penyediaan fasilitas penunjang pendidikan.

“Dengan MoU ini, nanti Dana Abadi Pendidikan Islam Berbasis Wakaf bisa tersedia, nanti hasil kelolanya bisa untuk beasiswa membangu sarana prasana penunjang aktivitas pendidikan,” ujar Kamaruddin.

Ditempat yang sama, Prof. Abu Rohmad mengatakan  ide penyediaan Dana abadi pendidikan Islam berbasis wakaf merupakan ide yang bagus yang bisa sara membantu penyediaan beasiswa bagi Sekolah Madrasah dan Perguruan Tingg Islam di Indonesia.

Selain itu, perwujudan MoU antara BWI bisa di aplikasikan dalam bentuk gerakan Siswa Madrasah dan Perguraun Tinggi Islam Negeri  Berwakaf yang jumlahnya siswanya di seluruh Indonesia mecapai 50 juta.  Serta bentuk literasi wakafnya dengan cara memasukkan kurikulum wakaf dalam mata kuliah Perguruan Tinggi Islam Negeri yang dibawah Dirjen Pendidikan Islam.

Sumber: bwi.go.id

Mou Dengan Dirjen Pendis, BWI Ingin Sediakan Dana Abadi Pendidikan Islam Berbasis Wakaf Read More »

Kemenag jelaskan Wakaf di IF20

Kemenag Paparkan Upaya Filantropi Wakaf Indonesia pada IF20

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI memaparkan upaya negara dalam mengelola filantropi berbasis zakat dan wakaf pada gelaran G20 Interfaith Forum (IF20) yang digelar di Brasil beberapa waktu belakangan.

Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Muhibuddin melalui keterangan di Jakarta, mengatakan, Kemenag juga memperkenalkan program Kota Wakaf dan Kantor Urusan Agama (KUA) Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Program tersebut, lanjutnya, berfokus pada pemanfaatan dana wakaf secara produktif, termasuk pengelolaan wakaf hutan dan program lainnya yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam forum tersebut, delegasi Kemenag juga mengunjungi Kedutaan Besar Indonesia di Brasil dan berbagi pengalaman tentang tata kelola zakat dan wakaf di Indonesia, serta potensi program filantropi yang sesuai dengan SDGs.

“Mereka sangat tertarik dan senang dengan wawasan baru yang kami bagikan. Ini membuktikan bahwa praktik pengelolaan filantropi kita dapat diadopsi secara global,” ujarnya, pada Jumat (30/8/2024)

Muhibuddin menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global seperti kemiskinan dan kelaparan.

Dengan berbagi pengalaman dan praktik baik, Indonesia diharapkan dapat memberi kontribusi signifikan terhadap upaya global mencapai SDGs.

Sumber: Antara

Kemenag Paparkan Upaya Filantropi Wakaf Indonesia pada IF20 Read More »

BWI utamakan kredibilatas nazir

BWI Utamakan Kredibilitas Lembaga dalam Pengelolaan Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengutamakan kredibilitas lembaga dalam pengelolaan wakaf, karena kepercayaan umat menjadi nilai utama yang harus dijunjung tinggi dalam mengelola dana umat.

“Tolong kami dipantau. Kredibilitas lembaga itu sangat penting, trust publik itu syarat utama, fundamental,” kata Ketua BWI Kamaruddin Amin di sela-sela gelaran Malam Puncak Peringatan Harlah Ke-17 BWI di Jakarta, Jumat (30/8/2024).

Kamaruddin menyatakan pihaknya siap dipantau oleh seluruh masyarakat Indonesia, sebagai upaya dalam mewujudkan transparansi pengelolaan wakaf umat.

Ia menegaskan kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam lembaga yang mengelola dana umat.

“Begitu lembaga tidak trustworthy, itu akan menjadi masalah. Kami siap dipantau teman-teman,” ujarnya.

Kamaruddin menjelaskan BWI melalui cabang-cabangnya di berbagai daerah memiliki kewenangan untuk mencatat dan mengintegrasikan berbagai lembaga pengelolaan wakaf dan nazir wakaf di seluruh Indonesia.

Selain itu, lanjut dia, pencatatan tersebut juga dilengkapi dengan surat keterangan resmi dari pusat untuk menjamin keabsahan suatu lembaga maupun nazir wakaf di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Saiful Rahmat Dasuki menyatakan pihaknya mendukung upaya BWI dalam mengintegrasikan data wakaf Indonesia demi mewujudkan tata kelola wakaf yang modern dan berkelanjutan.

“Hal tersebut tidak hanya memastikan tata kelola wakaf menjadi optimal, tetapi juga menjamin perlindungan aset wakaf dari potensi penyalahgunaan yang tidak sesuai syariat Islam,” tutur Saiful Rahmat Dasuki.

Sumber: Antara

BWI Utamakan Kredibilitas Lembaga dalam Pengelolaan Wakaf Read More »