Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

BWI Seru Nazhir Agar Berkompeten dalam Kelola Aset Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat terkait wakaf, lembaga wakaf DT rutinkan kajian spesial wakaf pada kajian MQ Pagi.

Pada Selasa (8/8/2023) tema materi kajian spesial wakaf yakni “Peningkatan SDM Perwakafan Melalui Sertifikasi Nazhir”.

Materi ini disampaikan oleh Nur Syamsudin Buchori selaku Badan Lembaga Keuangan, Badan Wakaf Indonesia.

Pada kesempatan ini, Nur Syamsudin menyampaikan pentingnya kompetensi nazhir dalam mengelola wakaf.

“Nazhir yang berkompeten dalam mengelola wakaf, tentu dapat memperluas penyaluran manfaat wakaf kepada mauquf alaih,” ujar Nur.

Nur mengungkapkan bahwa nazhir adalah mujahid Allah yang mengemban amanah cukup besar. Ia harus berpengetahuan luas dan berkompeten dalam mengelola aset wakaf yang dititipkan oleh umat.

“Nazhir adalah para pekerja Allah yang tidak hanya menuai gaji di dunia tetapi juga menuai gaji di akhirat,” tambahnya.

Kompetensi nazhir meliputi kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal dan pengetahuan (knowledge), spiritual (ruhiyah) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Haji Nur menerangkan, kompetensi merupakan faktor penentu keberhasilan kinerja. Fokus dalam kompetensi adalah perilaku yang merupakan aplikasi dari skill, atribut personal dan pengetahuan.

Ia juga memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia, tercatat dalam kurun waktu 5 tahun berturut-turut, Indonesia menempati urutan pertama berdasarkan World Giving Index (WGI) pada 2022.

World Giving Index (WGI) menempatkan Indonesia pada tingkat pertama di dunia yang masyarakatnya gemar berdonasi. Potensi pasar filantropi Islam di Indonesia cukup besar, sejak tahun 2020 diperkirakan ada 100 juta penduduk muslim kelas menengah, jika asumsi 2,5% dari pengeluarannya digunakan untuk berwakaf terdapat potensi wakaf pertahun Rp. 180 triliyun,” terangnya.

Nur mengungkapkan, wakaf produktif bila dikelola dengan baik oleh nazhir yang kompeten tentu dapat menyebarkan kebermanfaatan yang luas kepada mauquf ‘alaih, hal ini telah terjadi pada era kejayaan Islam pada tahun 800-1400 Masehi. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BWI Seru Nazhir Agar Berkompeten dalam Kelola Aset Wakaf Read More »

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan

DAARUTTAUHIID.ORG | KUNINGAN – Pembangunan Eco Pesantren 3 terus berpogres. Tepat pada (21/7/2023) lahan wakaf produktif ini masuki tahap cut and fill.

Berlokasi di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, lahan tersebut memiliki luas lebih dari 30 hektar.

Memenuhi proses berkas perizinan pembangunan sejak 2021, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk Pesantren Eco 3 Kuningan ini telah terbit pada awal bulan Juni.

Rencananya, pembangunan pertama yang akan dilaksanakan adalah pembangunan Masjid Rahmatan lil’alamin.

Mengantongi perizinan PBG, tim Perencanaan dan Pembangunan Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) telah turunkan alat berat sejak pertengahan Juni, untuk membuka dan perataan jalan dari Jalan Raya Cisantana-Patulungan menuju lahan masjid.

Pada (21/7/2023), PDTI mulai laksanakan proses cut and fill lahan. Rencananya proses ini akan berlangsung selama 2 bulan.

Proses tersebut bertujuan untuk meratakan permukaan tanah agar material lebih mudah masuk ke lahan pembangunan.

Ketua tim Monitoring dan Pengendalian Pembangunan (Monpen) DT, mengungkapkan lahan wakaf produktif Eco 3 Kuningan ini akan dijadikan area masjid, sekolah dan asrama. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan Read More »

Kisah Wakif DT, Istiqomah Wakaf 15 Ribu Tiap Hari

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Wakaf merupakan investasi abadi yang tidak menyebabkan pelakunya merugi. Pahala jariyah yang dijanjikan Allah melalui wakaf tak ayal membuat banyak orang tergiur untuk menunaikannya.

Salah satunya nenek Sulis (nama disamarkan). Sulis tercatat telah menjadi wakif tetap di lembaga wakaf DT.

Berawal dari sering mengikuti kajian di Masjid DT Bandung, Sulis istiqomah mewakafkan secuil hartanya untuk pembangunan dan pengelolaan Wakaf Masjid DT di Indonesia.

Nominal harta yang ia wakafkan terbilang kecil, hanya lima belas ribu rupiah, namun ia istiqomah mewakafkannya tiap hari ke lembaga Wakaf DT.

“Saya terinspirasi dari ustadz Fahrudin ya, katanya wakaf itu tidak hanya tentang wakaf gedung, ataupun tanah. Ternyata wakaf uang juga bisa dan nominalnya tidak selalu besar,” ujar Sulis ketika dihubungi tim media DT pada Kamis, (9/8/2023).

Perkembangan ekonomi secara global dewasa ini mendukung gerakan filantropi yang meluas, salah satunya dengan wakaf uang.

Wakaf uang merupakan pengembangan wakaf dari aset tak bergerak (tanah dan bangunan) menjadi aset tunai yang bergerak.

Telah menjadi pensiunan, tak menggetarkan semangat Sulis untuk menabung pahala jariyah. Baginya, harta yang ia wakafkanlah yang akan ia bawa sebagai salah satu bekal menuju akhirat kelak.

“Sejak saat itu, saya bertekad kuat untuk berwakaf semampu saya, semoga dengan ini dapat memudahkan jalan saya menuju Surganya Allah,” tutur Sulis.

Sulis memercayakan lembaga Wakaf DT sejak lama, ia meninjau pengelolaan wakaf DT melalui program-program Masjid DT yang telah diselengarakan. Kemakmuran Masjid DT membuat Sulis tergiur untuk berkontribusi mewakafkan hartanya.

“Kalau di DT penyaluran wakafnya jelas ya. Saya melihat bagaimana masjid DT makmur oleh program-program yang telah di selenggarakan, banyak orang yang beribadah, menimba ilmu di masjid DT, jadi terlihat kemakmuran masjidnya,” tambahnya.

Era teknologi dan digitalisasi saat ini sangat mempermudah aktivitas manusia. Bahkan dalam beberapa sektor, aktivitas dapat dilakukan dengan benda di gengaman tangan saja, yakni handphone.

Sulis turut merasakan manfaat era digitalisasi saat ini. Diusianya yang telah senja, Sulis sangat terbantu dengan segala kemudahan yang ada.

Dalam berwakaf, Sulis tak perlu berlelah-lelah mengunjungi lembaga wakaf DT, ia cukup mentransfer sejumlah uang untuk ia wakafkan.

Ia berpesan kepada khalayak untuk turut berwakaf sebagai bentuk investasi abadi. Ia mengatakan, berwakaf semampunya namun istiqomahlah dalam menjalankannya.

Hal ini tidak akan membuat rugi, namun malah menjadi bekal pahala jariyah ketika kita telah tiada nanti. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Kisah Wakif DT, Istiqomah Wakaf 15 Ribu Tiap Hari Read More »

Wakaf dan Tata Kelola Isu Sosial

DAARUTTAUHIID.ORG — Jika kita memperhatikan sejarah perwakafan, terlihat bahwa wakaf yang pertama kali dilakukan adalah oleh sahabat Umar bin Khattab atas petunjuk Nabi SAW.

Kemudian diambil menjadi definisi wakaf sebagaimana yang telah dibahas diatas, adalah wakaf dalam bidang sosial ekonomi.

Mewakafkan harta sempat menjadi ibadah yang banyak dilakukan para Sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan hartanya kepada Allah.

Misalnya Umar yang mewakafkan sebidang tanah khaibar, hingga Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma kesayangannya.

Sampai-sampai Sahabat Jabir berkata: “tidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanya”.

Wakaf yang diberikan akan membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat. Barang berharga yang tadinya dimiliki oleh satu orang, kemudian bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Misalnya ketika ada tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid, maka suatu daerah yang tadinya tidak memiliki masjid kini bisa menggunakan fasilitas ibadah yang memadai.

Jika dikelola dengan baik, wakaf bisa melengkapi fasilitas bagi masyarakat sekitar, sekaligus memecahkan satu atau beberapa masalah di masyarakat. Dengan demikian, akan banyak manusia yang terbantu dan dimudahkan.

Dengan berwakaf yang digunakan untuk kepentingan umum, masyarakat akan merasakan manfaat yang luas.

Orang yang kekurangan bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi.

Sehingga, kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat.

Memberikan sebagian harta untuk dimanfaatkan orang lain merupakan anjuran dari Allah agar kita memperoleh kebaikan.

Allah berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92).

Di sisi lain, mereka yang berhasil berbuat baik juga akan memperoleh kemenangan yang hakiki. Allah berfirman, “Berbuat baiklah semoga engkau bahagia (menang).” (QS. Al-Hajj: 77).

Harta yang diwakafkan akan membantu kehidupan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Misalnya tanah yang kemudian dibangun masjid sebagai tempat ibadah, bangunan yang diwakafkan untuk sekolah, kebun yang hasilnya diwakafkan untuk anak yatim, dan sebagainya.

Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Wakaf menjadi solusi bagi pengembangan harta produktif di tengah-tengah masyarakat dan solusi dari kerakusan pribadi dan kesewenang-wenangan pemerintah secara bersamaan.

Wakaf secara khusus dapat membantu kegiatan masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap umat, dan generasi yang akan datang.

Kegiatan sosial seperti ini telah dianjurkan dalam syariat Islam sebagai kebutuhan manusia, bukan saja terbatas pada kaum muslimin, tetapi juga bagi masyarakat non-muslim.

Pandangan Islam terhadap praktik wakaf sosial seperti ini telah lama berlangsung sepanjang sejarah Islam, bahkan bentuk dan tujuannya sangat berkembang pesat.

Maka wajar kalau jumlah wakaf banyak sekali dan menyebar di seluruh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang dapat memacu angka pertumbuhan ekonomi. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf dan Tata Kelola Isu Sosial Read More »

Azab Bagi Orang yang Enggan Berbagi

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDOrang bakhil adalah orang yang tidak mengeluarkan hartanya untuk membantu orang lain, bahkan untuk diri sendiri saja kecenderungannya sangat begitu pelit. Padahal dalam harta yang didapatkan tersebut ada bagian yang menjadi hak orang lain.

Sifat bakhil muncul dalam diri manusia karena didasari oleh kecintaanya terhadap harta begitu tinggi, menganggap bahwa harta yang disimpan akan bertambah terus bertambah dan merasa takut hartanya hilang.

Orang bakhil tidak disukai oleh Allah Ta’ala dan seluruh manusia. Hal ini disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga dan jauh dari manusia”. (HR. Tirmidzi).

Istilah lain dari bakhil adalah kikir, orang yang kikir menurut Sahabat Abu Bakar Assiddiq akan mendapatkan satu dari tujuh balasan orang yang kikir. Di antaranya ialah:

  1. Orang kikir akan akan mati sementara ahli warisnya adalah orang yang suka menghambur-hamburkan harta. Dan juga ahli warisnya orang yang suka menghabiskan harta untuk tujuan selain yang Allah perintahkan.
  2. Orang kikir akan dipimpin oleh penguasa yang zalim sehingga harta benda yang dimiliki akan dikuasi pemerintah.
  3. Orang kikir akan digerakkan syahwatnya sehingga akan menghabiskan harta benda yang dimiliki.
  4. Dibangunkan pikiran untuk membangun sebuah gedung atau rumah nan megah yang berada ditanah sengketa. Sehingga hanya kerugian yang didapatkan.
  5. Ditimpa musibah seperti tenggelamnya harta benda atau terbakar atau dicuri dan sebagainya.
  6. Ditimpa penyakit abadi yang hartanya habis untuk pengobatannya tersebut.

Ada doa agar tidak menjadi orang kikir. Banyak akibat berbahaya yang didapatkan apabila menjadi orang yang pelit.

Oleh karenanya kita wajib meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari sifat kikir dan orang pelit.

Selain meminta perlindungan, kita sebagai umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa agar dijauhkan dari sifat pelit. Berikut doa Rasulullah agar diajuhkan dari sifat kikir:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa prihatin dan susah, dari sifat lemah dan malas, dari sifat kikir dan pengecut, dari belitan utang dan tunduk pada seseorang”. (HR. Bukhari, Muslim).

(Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Azab Bagi Orang yang Enggan Berbagi Read More »

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang

DAARUTTAUHIID.ORG — Ada seorang adik sudah mempunyai mobil. Sedangkan kakaknya belum mempunyai mobil, kemudian merasa nyesek. Pertanyaannya, kenapa harus merasa nyesek? Padahal setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda, meskipun seibu sebapak pasti rezekinya berbeda.

Alloh adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada satu pun makhluk yang mendapatkan rezeki melainkan pasti dari Alloh. Apakah rezeki itu karunia atau ujian? Rezeki itu ujian. Jadi karunia jika kita syukuri.

Alloh maha kuasa memberikan rezeki ke siapa pun sesuai dengan kehendaknya. Jadi kita tidak perlu iri, sesuka Alloh membagi rezeki kepada siapa pun.

Rezeki Alloh Ta’ala bukan hanya dari satu pintu saja, melainkan ada dari banyak pintu yang bisa semua umat muslim akses.

Seseorang hanya perlu melakukan yang terbaik jika ingin pintu-pintu rezeki itu terbuka lebar. Jangan pernah memikirkan apa yang didapatkan. Lakukan saja yang terbaik.

Alloh adalah satu-satunya yang memberi rezeki, sesuai dengan namanya yaitu ar-rozak. Pembeli adalah makhluk Alloh, yang digerakan hatinya oleh Alloh juga.

Ketika pembeli datang, belum tentu uang yang dia bawa adalah rezeki kita, boleh jadi ia hanya mampir sebentar dan mencoba saja. Jadi kita tidak perlu kecewa karena rezeki sudah ada yang mengatur.

Misalkan, upayakan sebelum berangkat melamar kerja maka berdoalah kepada Alloh yang mengatur, karena Alloh yang menentukan apakah kita diterima atau tidak diterima.

“Ya Alloh, yang maha tahu segala-galanya, beri saya pekerjaan yang membuat dekat denganmu, yang membuat saya hidup lebih bermanfaat bagi banyak orang, engkau yang memiliki segala perusahaan, tidak ada yang terjadi sesuatu apapun kecuali dengan izinmu.”

Bagi orang yang tahu bahwa pembagi rezeki itu adalah Alloh, maka ia tidak akan risau dan takut tidak kebagian rezeki.

Kalau seseorang tauhidnya benar, maka ia tidak akan takut rezekinya diambil oleh orang lain.

Kita tidak disuruh mencari rezeki tapi menjemput rezeki, yang dicari itu adalah keberkahannya, karena rezekinya sudah ada tetapi belum tentu diberi keberkahan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang Read More »

Wakaf Farm DT Siap Kelola 5.500 Ayam Ternak, Bentuk Produktifkan Lahan Wakaf

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Lahan Wakaf Produktif Daarut Tauhiid (DT) terima ribuan anak ayam untuk usaha peternakan. Lahan ini berlokasi di Kandang Ayam Paranje, Kampung Cijanggel, RT. 05, RW. 11, desa. Kertawangi, kecamatan. Cisarua, Bandung Barat.

Lahan wakaf produktif seluas 10×30 m2 di kelola menjadi lahan peternakan ayam.

Pengelola lahan Wakaf Farm DT, telah menerima sebanyak 5.500 ekor anak ayam dari PT. Aretha Nusantara Farm, pada Kamis (3/8/2023).

Ribuan anak ayam tersebut akan diternakkan dengan sistem kandang tertutup atau close house.

Sistem yang digunakan ini, yakni dengan menutup kandang secara keseluruhan, sedangkan untuk sirkulasi udara berasal dari blower.

Kandang peternakan ayam wakaf farm terdiri dari 2 lantai, sehingga jumlah blower yang digunakan sejumlah enam blower. Tiga blower untuk setiap lantainya.

Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu tubuh anak ayam agar tetap stabil dan menunjang kesehatan ayam ternak.

Mengingat ribuan hewan ternak ini memerlukan suhu udara yang harus senantiasa terjaga, yakni maksimal 37 derajat dan minimal 23 derajat.

Peternakan ayam ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar, sehingga menambah keberkahan dan kebermanfaatan lahan wakaf produktif.

“Mudah-mudahan dengan adanya peternakan ini bisa menambah keproduktifkan lahan wakaf, dan insyaAllah menambah pahala jariyah bagi para wakif dan pengelola,” tutur Zaenal, pengelola Wakaf Farm(Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf Farm DT Siap Kelola 5.500 Ayam Ternak, Bentuk Produktifkan Lahan Wakaf Read More »

Terus Berprogres, Pembangunan Masjid Al-Hadi DT Serua Capai 90%

DAARUTTAUHIID.ORG | TANGERANG SELATAN — Proses pembangunan Masjid Al-Hadi DT Serua masuki persentase ke-90. Masjid ini berlokasi di jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan.

Memiliki luas 2.200m2, masjid tersebut mampu menampung sebanyak 3000 jamaah.

Masjid Al-Hadi memiliki tiga lantai, diantaranya; lantai 1 sebagai ruang serbaguna, sedangkan lantai 2 dan 3 sebagai ruang utama sholat.

Pengerjaan saat ini dalam tahap; pengecatan dinding luar dan dalam, pengerjaan kanopi untuk lantai 2 dan 3, pengerjaan dinding bagian belakang masjid, pengerjaan DPT, pengerjaan pagar lantai 2.

Masjid ini diharapkan segera rampung, karena sebagai penunjang sarana ibadah bagi para jamaah sekitar, para santri dan juga civitas Azkia Islamic School.

Masjid Al-Hadi DT Serua berada diatas Kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Serua.

PDTI Serua miliki beberapa fasilitas yang telah lama beroperasi, diantaranya; asrama putra dan putri, ruang kelas putra dan putri, pos kesehatan pesantren (poskestren), ruang observasi, dapur, saung, lapangan olahraga dan lapangan parkir. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Terus Berprogres, Pembangunan Masjid Al-Hadi DT Serua Capai 90% Read More »

Alhamdulillah, Progres Pembangunan Gedung Wakaf Produktif Kini Capai 51,79%

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG — Gedung Wakaf Produktif DT saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Gedung ini berlokasi di Geger Suni II, No. 2, Jalan Gegerkalong Girang, Sukasari, Bandung.

Memasuki pekan ke-21, gedung ini telah berprogres sejauh 51,79%. Sebanyak 40 bekerja terjun dalam proses pembangunan ini.

Dibangun sejak Maret 2023, pembangunan ditargetkan usai pada November 2023, insyaAllah.

Gedung seluas 234 m2 ini memiliki 4 tingkat bangunan, lantai dasar diperuntukkan sebagai lahan parkir, lantai pertama sebagai usaha foodcourt, lantai kedua sebagai kantor, lantai tiga dan empat sebagai asrama/kost putri.

Memiliki panjang 18 m2 dan lebar 13 m2, bangunan ini berada di atas lahan wakaf yang diproduktifkan.

“Progres saat ini yaitu plester dinding lantai 1, untuk lantai dasar alhamdulillah sudah beres,” ujar Jefri, pengawan pembangunan.

InsyaAllah nanti malam akan ada pengecoran di lantai empat,” tambahnya.

Gedung ini merupakan pemanfaatan lahan wakaf menjadi lahan wakaf produktif.

Rencananya, gedung ini akan menjadi lahan bisnis foodcourt yang mampu menampung sebanyak 24 gerai. Selain itu, gedung ini juga akan berisi kost/asrama putri.

Pembangunan foodcourt diperuntukkan bagi pelaku UMKM atau para pedagang yang ingin menjajakan usahanya.

“Mudah-mudahan gedung wakaf produktif ini bisa terus produktif dan bermanfaat bagi banyak orang, termasuk para mauquf ‘alaih,” ungkap Jefri. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Alhamdulillah, Progres Pembangunan Gedung Wakaf Produktif Kini Capai 51,79% Read More »

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Penginapan

DAARUTTAUHIID.ORG — Salah salah program wakaf produktif yang sedang dikembangkan oleh Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid yaitu di bidang penginapan. Saat ini bangunan wakaf produktif sedang proses pengerjaan.

Bangunan wakaf produktif yang terdiri dari empat lantai, lantai tiga dan empatnya akan digunakan untuk penginapan. Hal tersebut untuk menunjang kegiatan-kegiatan Pesantren DT.

Penginapan juga disiapkan bagi tamu yang melakukan kunjungan ke DT. Seperti study tour, wisata religi, majelis ilmu, dan lain-lainnya.

Dalil Wakaf

Wakaf memiliki landasan hukum syar’i yakni Al-Quran Surah Ali Imran ayat 92,

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Mengetahuinya.”

Sedangkan dalam hadits, wakaf memiliki dalil syar’i yang artinya,

“Apabila anak Adam (manusia) itu meninggal dunia, putuslah seluruh amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah yang pernah dibayarkan, ilmu yang dimiliki dan bermanfaat kepada orang lain, serta anak saleh yang selalu memberikan doa kepadanya.” (HR. Muslim).

Wakaf Produktif DT

Daarut Tauhiid (DT) sebagai salah satu lembaga profesional pengelola dana wakaf, memiliki konsep Kawasan Wakaf Terpadu.

Wakaf Terpadu berarti mengelola wakaf secara produktif dan terintegrasi. Wakaf terintegrasi dari sisi dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Bertujuan meningkatkan kemanfaatan dari aset-aset wakaf untuk kesejahteraan umat.

Wakaf Terpadu memberikan solusi. Tidak hanya di Bandung sebagai kantor pusat, melainkan ke seluruh pelosok negeri hingga manca negara.

Cara kerja Wakaf Terpadu sesuai dengan motonya yakni ‘Menebar Manfaat Hingga Ke Pelosok Negeri’. Wakaf Terpadu DT terdiri dari beberapa bidang, yakni:

Wakaf Ekonomi Produktif

Wakaf ini meliputi sarana pembangunan dan pengelolaan aset wakaf secara komersil. Bertujuan meningkatkan manfaat lebih untuk kesejahteraan umat.

Contoh Wakaf Ekonomi Produktif di antaranya Wakaf Ketahanan Pangan, Wakaf Food Court, Wakaf Pabrik Roti, Wakaf Tambang Pasir, dan wakaf produktif lainnya.

Wakaf Sarana Kesehatan

Merupakan wakaf pembangunan fasilitas kesehatan berkualitas, islami, dan terjangkau. Contoh Wakaf Sarana Kesehatan antara lain Rumah Sakit Daarut Tauhiid, Klinik Daarut Tauhiid dan Apotik Daarut Tauhiid.

Wakaf Sadar Pendidikan

Terdiri dari Wakaf Pembangunan Sarana Dasar Pendidikan Formal Daarut Tauhiid untuk membangun generasi masa depan berakhlak mulia.

Ada pun contoh Wakaf Sadar Pendidikan yakni asrama santri, ruang kelas, fasilitas olahraga, ruang guru, ruang laboratorium, dan lain-lain.

Wakaf Media Dakwah

Meliputi wakaf pembangunan dan pengadaan media untuk berdakwah. Contoh wakaf media dakwah di antaranya wakaf radio, wakaf TV, dan wakaf peralatan media.

Wakaf Sarana Dakwah

Terdiri dari wakaf pembangunan, pengadaan dan pemeliharaan sarana dakwah serta ibadah. Contoh Wakaf Sarana Dakwah antara lain Masjid 7 in 1, Masjid Perth Australia, Wakaf al-Quran, Wakaf Menara Santri Siap Guna (SSG), asrama tahfidz quran, dan gedung pemberdayaan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Penginapan Read More »