WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Di sebuah sudut Kota Batam, deru mesin konstruksi dan tumpukan material bangunan bukan sekadar pemandangan proyek biasa.
Di sana, sedang berdiri sebuah cita-cita besar bernama Masjid Rahmatan Lil’alamin Daarut Tauhiid (DT) Batam. Meski fisiknya baru mencapai 55%, masjid ini telah memancarkan energi spiritual yang kuat bagi masyarakat sekitarnya.
Perjalanan menghadirkan rumah Allah ini bukanlah perkara singkat. Butuh waktu 12 tahun perjuangan sabar hanya untuk proses pembebasan lahan, hingga akhirnya peletakan batu pertama berhasil dilaksanakan pada tahun 2019 silam.
Kini, lima tahun berselang, bangunan tersebut terus tumbuh di bawah naungan pengelolaan Wakaf Daarut Tauhiid.
Bangunan Belum Usai, Manfaat Sudah Sampai
Uniknya, Masjid Rahmatan Lil’alamin tidak menunggu kata “selesai” untuk mulai melayani umat. Di balik dinding yang belum terpoles sempurna dan perancah yang masih berdiri, denyut aktivitas keislaman sudah sangat hidup. Masjid ini telah menjadi oase bagi santri dan jamaah meski konstruksi masih berjalan.
Beberapa aktivitas yang rutin menghidupkan suasana masjid antara lain:
- Pusat Syiar Ramadhan: Menjadi lokasi Tarhib Ramadhan yang mempertemukan jamaah luar, para santri, hingga wali santri dalam balutan ukhuwah.
- Ibadah Formal: Shalat Jumat telah aktif dilaksanakan, menjadi pilihan utama bagi warga sekitar untuk menunaikan kewajiban mingguan.
- Pemberdayaan Ibu-ibu: Majelis taklim kaum ibu rutin digelar, menjadikan masjid sebagai madrasah bagi keluarga.
- Pusat Filantropi: Area masjid juga difungsikan sebagai kantor operasional DT Peduli Cabang Batam, memastikan aliran bantuan sosial bagi warga Batam tetap berjalan lancar.
Menghidupkan Spirit Wakaf
Keberadaan masjid ini menjadi bukti nyata bagaimana aset wakaf dikelola dengan produktif. Prinsipnya sederhana namun mendalam: aset Allah harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat, bahkan saat proses pembangunannya masih diperjuangkan.
“Masjid ini adalah bukti cinta jamaah melalui wakaf. Walaupun pembangunan fisik baru separuh jalan, namun fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pelayanan sosial sudah harus dirasakan manfaatnya sekarang juga,” ungkap salah satu pengelola kawasan.
Menjemput Kesempurnaan
Setiap bata yang tersusun dan setiap sak semen yang mengering adalah titipan dari para pewakaf (muwakif). Saat ini, pembangunan terus dilanjutkan untuk mengejar sisa 45% progres fisik agar fasilitas pendukung lainnya dapat segera digunakan secara optimal.
Harapannya, Masjid Rahmatan Lil’alamin DT Batam tidak hanya berdiri megah secara arsitektur, tetapi juga menjadi mercusuar kebaikan yang cahayanya menjangkau seluruh pelosok Batam. Sebuah aset wakaf yang dikelola dengan hati, insyaAllah akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir abadi. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
