WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Mengawali agenda ilmiah di penghujung Februari, Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Indonesia sukses menyelenggarakan Dauroh Al-Fatihah pada Rabu (25/2).
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, berpusat di Masjid Rahmatan Lil’alamiin Eco Pesantren 1 dan menjangkau peserta lebih luas melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Sidik Amirullah sebagai narasumber utama. Beliau merupakan alumni berprestasi dari STQ Takhassus Baitul Quran DT Angkatan 15 yang kini tengah mendalami studi di STIU Wadi Mubarak.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang program pembinaan, mulai dari santri STQ Mukim dan Non-Mukim, hingga peserta program musiman seperti Halaqah Quran Ramadhan (HQR) dan Bimbingan Baca Quran (BBQ).
Al-Fatihah sebagai Akar Kesempurnaan Shalat
Fokus utama dauroh ini adalah memantapkan kualitas bacaan Surah Al-Fatihah. Sebagai Ummul Kitab yang wajib dibaca di setiap rakaat shalat, ketepatan tajwid dan makhraj dalam surah ini menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah seseorang.
Dalam pemaparannya, Ustaz Sidik menekankan bahwa memperbaiki bacaan Al-Fatihah bukan sekadar teknis bunyi, melainkan bentuk ikhtiar seorang hamba untuk membangun kedekatan yang lebih dalam dengan Allah SWT.
Materi yang disampaikan pun dirancang secara sistematis sehingga para santri bisa langsung mempraktikkan dan mengevaluasi bacaan mereka secara mandiri.
Antusiasme dan Harapan Peserta
Respons positif mengalir dari para peserta yang merasa mendapatkan pencerahan baru. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini menyadarkannya akan detail-detail kecil yang selama ini sering terlewatkan dalam membaca Al-Fatihah.
“Alhamdulillah, melalui dauroh ini saya jadi lebih percaya diri dan tenang saat melaksanakan shalat karena tahu bacaan saya sudah sesuai kaidah,” ujarnya.
Melalui konsistensi dalam menggelar agenda seperti ini, Baitul Quran DT Indonesia berkomitmen untuk terus membina umat dari akar ibadah yang paling mendasar.
Harapannya, dari lisan yang fasih membaca Al-Fatihah, akan lahir kualitas shalat yang kokoh dan pribadi yang senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai napas kehidupan sehari-hari. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
