Wakaf Daarut Tauhiid

Membumikan Al-Qur’an di Aula Arafah: Ikhtiar Santri SMP DTBS Putri Menjemput “Ramadan Orbit”

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pagi yang tenang di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) pada Selasa (24/2/2026) terasa lebih sejuk dengan lantunan ayat suci yang bersahutan.

Di Aula Arafah, salah satu aset wakaf kebanggaan jemaah DT, ratusan santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri berkumpul untuk memulai hari dengan tilawah berjemaah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program khas menyambut bulan suci bertajuk “Ramadan Orbit: Moving Closer to Allah”. Program ini dirancang bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mendekatkan seluruh civitas akademika kepada Sang Khalik melalui interaksi intensif dengan Al-Qur’an.

Sinergi Kurikulum dan Ruang Wakaf

Miya, Wakabid Kurikulum SMP DTBS Putri, mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini sangat didukung oleh ketersediaan fasilitas yang memadai.

“Kami mengonsep program ini agar melibatkan semua unsur, dari santri hingga staf sekolah. Di sini, setiap peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyetorkan hafalan kepada ustazah pembimbing,” jelas Miya.

Aula Arafah sendiri bukan sekadar gedung pertemuan. Sebagai aset wakaf produktif, aula ini berfungsi sebagai jantung kegiatan santri.

Kenyamanan dan kekhidmatan yang dirasakan santri saat bertilawah adalah bukti nyata bagaimana dana wakaf berubah menjadi fasilitas pendidikan yang melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an.

Tanpa dukungan infrastruktur wakaf yang kuat, agenda besar seperti “Ramadan Orbit” tentu akan sulit dilaksanakan secara optimal.

Waktu yang Terarah, Target yang Terlampaui

Dampak positif dari suasana yang kondusif ini dirasakan langsung oleh para peserta. Sifa, salah seorang musyrifah (pembimbing asrama), mengaku bahwa kegiatan terpusat di aula ini membuat manajemen waktu selama Ramadan menjadi lebih efisien.

“Waktu terasa lebih terarah dan bermakna. Target tilawah harian jadi lebih cepat tercapai, bahkan banyak santri yang berhasil melampaui target yang ditetapkan sekolah,” tuturnya dengan antusias.

Sesi pagi itu menargetkan pembacaan minimal tiga halaman Al-Qur’an secara tartil. Usai agenda bersama ditutup, sebagian santri kembali ke ruang kelas, sementara sebagian lainnya tetap melingkar di sudut-sudut aula untuk melanjutkan setoran hafalan kepada para pembimbing.

Melalui integrasi antara program kurikulum yang terencana dan pemanfaatan fasilitas wakaf yang optimal, SMP DTBS Putri berharap semangat ibadah ini tidak menguap seiring berakhirnya Ramadan.

Sebaliknya, interaksi dengan Al-Qur’an di bangunan wakaf ini diharapkan menjadi karakter permanen yang melekat dalam keseharian para santri di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID