WAKAFDT.OR.ID — Dalam sebuah pesan yang mendalam, Siraj Wahhaj, Imam Masjid At-Taqwa di Brooklyn, New York, sekaligus pemimpin Muslim Alliance in North America (MANA), mengingatkan bahwa esensi berhijab adalah perpaduan antara ketaatan fisik dan kesadaran batin.
Menurutnya, hijab bukan sekadar simbol identitas, melainkan bentuk pengabdian yang harus didasari oleh niat tulus karena Allah SWT.
Niat sebagai Fondasi Utama
Wahhaj menekankan pentingnya prinsip dasar dalam Islam, yaitu hadis Innamal a‘malu bin niat yang menyatakan bahwa setiap perbuatan bergantung pada niatnya. Hal ini juga berlaku dalam cara seorang Muslimah menjalankan syariat berpakaian.
“Tujuan utama berhijab adalah untuk menutupi. Jika ada sehelai rambut kecil yang tidak sengaja terlepas, itu adalah hal yang berbeda (dengan kesengajaan),” jelas Wahhaj dalam ceramahnya di kanal Islamondemand, Jumat (6/2/2026).
Antara Kesengajaan dan Ketidaksengajaan
Dalam praktik sehari-hari, Wahhaj memberikan catatan penting mengenai batasan antara usaha maksimal dan kesengajaan untuk melanggar:
- Hindari Kesengajaan: Beliau mengimbau agar tidak ada kesengajaan untuk memperlihatkan sebagian rambut saat mengenakan hijab.
- Kejujuran di Depan Cermin: Beliau mengingatkan agar tidak ada momen di mana seseorang sengaja mengatur rambutnya agar sedikit terlihat sebelum keluar rumah.
- Memahami Keterbatasan: Islam sangat menghargai niat dan usaha seseorang, meskipun kesempurnaan dalam praktik terkadang sulit dicapai secara mutlak.
Pesan untuk Para Muslimah
Sebagai penutup, ia mengajak para Muslimah untuk terus berusaha menutup seluruh rambut dengan sebaik mungkin saat berhijab. Fokus utamanya adalah pada usaha yang sungguh-sungguh, sembari tetap menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati hamba-Nya.
Kesempurnaan mungkin tidak selalu tergapai, namun niat untuk menutupi secara menyeluruh itulah yang menjadi nilai ibadah di mata-Nya.
Redaktur: Wahid Ikhwan
Sumber: Republika
