Wakaf Daarut Tauhiid

Mushaf Baru untuk Zahrani, Calon Dokter Penghafal Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | TAPANULI – Sisa-sisa lumpur mungkin masih membekas di sudut-sudut Desa Huta Godang, Tapanuli, Sumatera Utara, namun binar di mata Zahrani Sitompul seolah menghapus duka yang sempat menyelimuti tanah kelahirannya.

Banjir bandang yang menerjang beberapa waktu lalu tidak hanya menghanyutkan harta benda, tetapi juga membawa pergi suara riuh mengaji yang biasanya terdengar setiap sore.

Masjid tempat anak-anak berkumpul runtuh, dan mushaf-mushaf yang biasa mereka dekap kini terkubur atau hanyut terbawa arus deras.

Namun, harapan itu kembali hadir pada periode 23-25 Januari 2026. Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir di tengah puing-puing sisa bencana untuk mendistribusikan mushaf Al-Qur’an baru bagi para penyintas, salah satunya adalah Zahrani.

Cita-Cita Mulia dari Desa Huta Godang

Zahrani, seorang siswi kelas 6 SD Garoga, bukanlah anak yang mudah menyerah. Di usianya yang masih belia, ia telah menanamkan cita-cita yang luhur: menjadi seorang dokter.

“Saya ingin jadi dokter karena ingin menolong orang lain,” ucapnya dengan nada yakin. Baginya, melihat penderitaan warga saat bencana banjir terjadi semakin menguatkan tekadnya untuk bisa memberikan manfaat bagi sesama di masa depan.

Tak hanya akademis, Zahrani juga seorang pejuang Al-Qur’an. Hingga saat ini, ia telah berhasil menjaga hafalan enam surat pendek di luar kepala. Namun, proses hafalannya sempat terhenti total sejak bencana melanda. Tanpa mushaf dan tempat mengaji, hari-harinya terasa ada yang kurang.

Kembali Mengaji Setelah Sekian Lama Senyap

Saat jemari kecilnya menyentuh sampul mushaf baru dari Wakaf DT, senyum Zahrani merekah. Baginya, ini bukan sekadar buku, melainkan jembatan untuk kembali menyambung hafalannya yang sempat terputus.

“Senang sekali rasanya. Sejak awal bencana sampai sekarang, saya dan teman-teman belum bisa mengaji lagi. Masjid dan Al-Qur’an kami semuanya hanyut dan rusak karena banjir,” ungkap Zahrani dengan mata berkaca-kaca.

Kehadiran Al-Qur’an ini seolah menjadi simbol dimulainya kembali kehidupan spiritual di desa mereka. Suara lantunan ayat suci yang sempat senyap, kini siap menggema kembali dari rumah-rumah darurat dan tenda pengungsian.

Titipan Doa untuk Para Muwakif

Dalam momen penuh haru tersebut, Zahrani tak lupa menitipkan pesan mendalam bagi para donatur atau muwakif yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui program Wakaf DT.

“Terima kasih banyak kepada orang-orang baik (muwakif) yang sudah memberi Al-Qur’an ini. Terima kasih sudah membantu kami supaya bisa mengaji lagi. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” pungkasnya.

Distribusi mushaf ini menjadi pengingat bahwa di tengah duka bencana, dukungan spiritual adalah fondasi penting untuk bangkit.

Melalui setiap ayat yang nantinya dibaca oleh Zahrani dan kawan-kawannya, mengalirlah pahala jariyah bagi mereka yang peduli, sekaligus merajut kembali mimpi sang calon dokter dari Tapanuli ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID