Wakaf Daarut Tauhiid

Genjatan Senjata, Tapi Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Gelombang serangan udara besar-besaran kembali menghantam Jalur Gaza sejak Rabu dini hari (4/2/2026). Insiden tragis ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 23 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Serangan ini menjadi sorotan tajam karena merupakan eskalasi besar kedua sejak badan perdamaian Board of Peace (BoP) diresmikan dua pekan lalu.

Pelanggaran di Zona Aman

Militer Israel dilaporkan menyasar sejumlah wilayah seperti lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza, serta kawasan selatan Khan Younis dan al-Mawasi. Ironisnya, lokasi-lokasi tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona aman bagi pengungsi.

Berdasarkan data medis, korban jiwa mencakup enam anak-anak dan enam perempuan. Selain itu, seorang petugas medis dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), Hussein Hasan Hussein al-Sumairy, gugur saat sedang mengevakuasi korban luka di al-Mawasi.

PRCS mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai penargetan sengaja terhadap personel kemanusiaan.

Rincian Serangan di Berbagai Titik

Deir al-Balah: Serangan udara menghantam tenda pengungsi, menewaskan seorang gadis berusia 11 tahun bernama Ghada al-Razayna dan ayahnya, Ali al-Razayna.

Khan Younis: Helikopter dan drone Israel menyasar tenda-tenda di wilayah barat. Tim medis yang datang untuk menolong korban justru kembali diserang oleh pesawat tak berawak.

Kota Gaza: Di lingkungan Al-Tuffah, serangan artileri menghantam pemukiman keluarga Haboush dan tenda-tenda di Taman Al-Mahatta, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Gencatan Senjata yang Dipertanyakan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkapkan bahwa sejak gencatan senjata disepakati pada 10 Oktober tahun lalu, Israel tercatat telah melakukan pelanggaran sebanyak 1.520 kali.

Total korban jiwa sejak periode tersebut mencapai 556 orang, di mana mayoritas adalah kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Mantan anggota komite eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, melontarkan kritik pedas melalui platform X. Ia mempertanyakan efektivitas gencatan senjata yang dimediasi AS tersebut.

“Gencatan senjata macam apa ini jika pemboman terus berlanjut?” tulisnya.

Ia juga menyoroti kondisi memprihatinkan di perbatasan Rafah, di mana warga Gaza yang kembali harus menghadapi interogasi panjang dan penyitaan barang, sementara pasien yang membutuhkan perawatan darurat justru terhambat.

Dalih Militer dan Respons Hamas

Pihak Hamas menilai peningkatan intensitas serangan ini sebagai upaya sistematis Israel untuk menggagalkan fase kedua gencatan senjata.

Mereka membantah klaim Israel mengenai penembakan terhadap tentaranya, dan menyebut hal tersebut hanyalah dalih untuk melegitimasi agresi militer terhadap warga sipil. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID