WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Masih lekat dalam ingatan publik sebuah video viral yang memperlihatkan Desa Sekumur tertutup hamparan ribuan batang pohon kayu yang hanyut dari gunung.
Desa di pelosok Aceh Tamiang ini sempat menyerupai “lautan kayu” pasca-banjir bandang yang meluluhlantakkan infrastruktur. Namun, di balik tumpukan material alam tersebut, ada warga yang sedang berjuang menyambung hidup dan menjaga iman.
Pada 21-22 Januari 2026, tim Wakaf DT (Daarut Tauhiid) bersama para relawan kemanusiaan melakukan misi yang tak biasa. Mereka bergerak membawa amanah para muwakif: mendistribusikan mushaf Al-Qur’an ke jantung wilayah yang terisolasi tersebut.
Perjalanan di Atas Air dan Terjalnya Jalur Darat
Mencapai Desa Sekumur bukanlah perkara mudah. Sejak jembatan utama runtuh diterjang arus banjir yang dahsyat, akses logistik lumpuh total. Perjalanan tim dimulai dengan menempuh jalur darat yang terjal dan licin, sebelum akhirnya tiba di pinggir sungai yang memisahkan mereka dengan desa tujuan.
Tanpa jembatan, satu-satunya cara adalah dengan memindahkan tumpukan kardus mushaf ke atas perahu kayu kecil.
“Kami harus memastikan setiap mushaf tetap kering dan aman. Perahu kecil ini adalah satu-satunya penyambung asa kami untuk sampai ke seberang,” ungkap salah satu relawan di lokasi.
Ayunkan dayung dan deru mesin perahu kecil membelah arus sungai yang masih tampak keruh, membawa beban yang jauh lebih berharga dari sekadar kertas: yakni bimbingan spiritual bagi warga yang sedang berduka.
Menata Harapan di Tengah Puing-Puing
Setibanya di Desa Sekumur, pemandangan memilukan menyambut tim. Batang-batang pohon raksasa masih berserakan di sela-sela rumah warga yang rusak. Desa yang dulunya asri, kini tampak seperti medan tempur melawan alam.

Meski kondisi fisik desa porak-poranda, kedatangan tim Wakaf DT membawa atmosfer yang berbeda. Penyaluran mushaf Al-Qur’an ini disambut haru oleh warga. Bagi mereka, kehilangan harta benda memang berat, namun kehilangan sarana untuk beribadah dan mengaji terasa lebih menyesakkan.
Misi distribusi ini mencakup:
- Penyaluran mushaf Al-Qur’an baru untuk mengganti yang rusak/hanyut.
- Pendataan kebutuhan fasilitas ibadah darurat.
- Pemberian dukungan moral bagi warga di wilayah terisolasi.
Iman yang Tetap Kokoh
Banjir boleh saja meruntuhkan jembatan dan menghanyutkan rumah, namun semangat warga Sekumur untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an terbukti tak tergoyahkan.
Kehadiran relawan di tanggal 21-22 Januari tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dari para donatur mampu menembus hambatan geografis seberat apa pun.
Kini, meski harus menyeberang sungai dengan perahu dan berjalan di antara batang pohon yang berserakan, warga Desa Sekumur memiliki kawan baru dalam kesunyian mereka: ayat-ayat suci yang baru saja mendarat di tangan mereka. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
