WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Sisa-sisa lumpur masih membekas di dinding bangunan yang bertahan, namun duka yang lebih dalam tertinggal di tanah lapang tempat rumah-rumah warga dulunya berdiri.
Di Kampung Batang Ara, Desa Damai, Kecamatan Bandar Pusaka, banjir bandang bukan sekadar air yang lewat; ia adalah kekuatan besar yang menyapu bersih harta benda, tempat tinggal, hingga fasilitas ibadah ke dalam aliran arus yang dingin.
Di tengah puing-puing itu, pada tanggal 21-22 Januari 2026, secercah harapan datang. Tim Wakaf DT (Daarut Tauhiid) bersama para relawan menembus akses yang sulit untuk menyalurkan bantuan berupa mushaf Al-Qur’an dan alat shalat bagi warga yang kini tak lagi memiliki apa-apa.
Kehilangan yang Tak Terlukiskan
Bagi warga setempat, banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu adalah mimpi buruk yang nyata. Rumah-rumah hanyut tersapu air, menyisakan fondasi yang kosong.
Mushalla dan masjid yang menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual mereka tak luput dari terjangan air, merusak fasilitas ibadah serta menghanyutkan alat-alat shalat milik warga.
Muhammad Rafli, salah seorang warga asli Kampung Batang Ara, berdiri di antara sisa-sisa desanya dengan mata yang berkaca-kaca. Mewakili warga lainnya, ia menceritakan betapa berartinya kehadiran bantuan di saat mereka merasa kehilangan segalanya.
“Kami kehilangan tempat bernaung, pakaian, dan harta benda. Bahkan untuk shalat dan mengaji pun kami kesulitan karena alat shalat dan Al-Qur’an kami semua hanyut terbawa banjir,” ujar Rafli dengan suara bergetar.
Cahaya di Tengah Ujian
Kehadiran Tim Wakaf DT di lokasi bencana menjadi pelipur lara. Penyaluran mushaf Al-Qur’an baru ini bukan sekadar pemberian barang fisik, melainkan simbol bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. Bagi warga Batang Ara, membaca Al-Qur’an adalah cara mereka untuk tetap teguh dan tenang di tengah bencana.
“Kami sangat berterima kasih kepada Wakaf DT dan para donatur. Bantuan mushaf ini sangat berarti bagi kami untuk kembali menghidupkan kegiatan ibadah di sini. Ini memberi kami kekuatan untuk bangkit kembali,” lanjut Rafli dengan nada penuh syukur.
Selama dua hari penyaluran, para relawan tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga mendengarkan keluh kesah warga yang kini harus memulai hidup dari nol. Meski kondisi infrastruktur masih memprihatinkan, senyum tipis mulai terlihat di wajah para warga saat memeluk mushaf baru mereka.
Komitmen untuk Terus Mendampingi
Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa di balik musibah, selalu ada tangan-tangan yang siap merangkul. Wakaf DT berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di Desa Damai, memastikan bahwa kebutuhan spiritual dan mental warga tetap terjaga di masa pemulihan pascabencana.
Kini, di bawah tenda-tenda darurat dan bangunan yang tersisa, lantunan ayat suci kembali terdengar di Kampung Batang Ara. Sebuah bukti bahwa meski rumah bisa hanyut, iman dan harapan akan tetap kokoh di hati mereka. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
