Wakaf Daarut Tauhiid

Aksi Nyata Akademisi STAI DT: Turun Tangan Pulihkan Wilayah Pasca-Bencana di Sumatra

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA – Krisis ekologis dan banjir besar yang melanda wilayah Aceh serta berbagai titik di Sumatra memicu gelombang solidaritas dari berbagai pihak.

Menanggapi situasi darurat ini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daarut Tauhiid menunjukkan komitmennya dengan mengirimkan delegasi untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak.

Keterlibatan ini diwakili langsung oleh Jefry Aditya, M.Pd., selaku dosen STAI DT, serta Eko Saputra, mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Keduanya terjun ke lapangan bersinergi dengan tim relawan DT Peduli sebagai bentuk implementasi konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.

Ilmu yang Menghadirkan Manfaat

Jefry Aditya menegaskan bahwa pengabdian tidak boleh terbatas pada ruang kelas atau tumpukan teori saja. Menurutnya, esensi dari pendidikan tinggi adalah sejauh mana ilmu tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh publik, terutama saat terjadi bencana.

“Kami memegang prinsip Tri Dharma. Mengabdi itu artinya hadir langsung di tengah masyarakat, membawa bekal keilmuan untuk membantu sesama, apalagi di bawah naungan lembaga Daarut Tauhiid,” tutur Jefry pada Jumat (19/12/2025).

Ia juga menambahkan bahwa para akademisi dan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian alam. Baginya, sinergi antara ulama, pemimpin, dan kaum terpelajar adalah kunci agar kebijakan lingkungan tetap berpihak pada keselamatan rakyat.

Distribusi Mushaf Wakaf di Lokasi Banjir

Selain memberikan bantuan tenaga dan logistik melalui DT Peduli, program Wakaf Daarut Tauhiid juga mengambil peran penting dalam aspek spiritual pasca-bencana.

Mengingat banyaknya fasilitas ibadah dan rumah warga yang terendam banjir, banyak mushaf Al-Qur’an yang rusak atau hilang terseret arus.

Sebagai solusinya, Wakaf DT turut serta mendistribusikan ratusan mushaf Al-Qur’an wakaf ke berbagai titik pengungsian dan masjid yang terdampak banjir di wilayah Sumatra.

Langkah ini diambil agar kegiatan keagamaan dan pembinaan mental para penyintas tetap berjalan meski di tengah keterbatasan. Kehadiran mushaf ini menjadi dukungan moral bagi warga untuk tetap tegar dan kembali bangkit melalui kedekatan dengan kalam Ilahi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID