Wakaf Daarut Tauhiid

Masjid Eco Wakaf Tanam 1.000 Pohon, Cegah Banjir dan Krisis Lingkungan di Bogor

WAKAFDT.OR.ID | BOGOR — Sebagai respons terhadap bencana banjir di Sumatera dan krisis lingkungan, Jamil Azzaini beserta para pendiri Kampoong Ecopreneur meresmikan pembangunan Masjid Eco Wakaf di Leuwisadeng, Bogor pada (21/12/2025).

Proyek di atas lahan wakaf seluas 1,5 hektar ini mengusung konsep Wakaf Produktif Berbasis Lingkungan. Poin-poin utama dari inisiatif ini meliputi:

  • Dakwah Lingkungan: Pembagian 1.000 bibit pohon sebagai aksi nyata mitigasi bencana ekologis.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Program budidaya madu klanceng untuk warga sekitar agar mandiri secara finansial.
  • Kesehatan Mental: Pembangunan “Kampoong Hening” sebagai pusat ecotherapy.
  • Wakaf Produktif: Pengelolaan aset bisnis (seperti STIFIn dan Hara Chicken) yang hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat dan lapangan kerja disabilitas.

Konsep Masjid Eco Wakaf ini memiliki benang merah yang sangat kuat dengan pilar-pilar wakaf yang dijalankan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Pesantren Daarut Tauhiid. Berikut adalah analisis keterkaitannya:

1. Konsep Eco Pesantren dan Wakaf Lingkungan

Daarut Tauhiid dikenal dengan konsep Eco Pesantren. Sama halnya dengan Masjid Eco Wakaf yang membagikan pohon, DT telah lama mempraktikkan wakaf yang berorientasi pada kelestarian alam.

Di DT, wakaf tidak hanya berbentuk bangunan, tetapi juga pengelolaan sanitasi yang bersih, penanaman pohon, dan menciptakan lingkungan yang asri sebagai sarana dzikir. Keduanya sepakat bahwa menjaga alam adalah bagian dari amanah wakaf.

2. Wakaf Produktif untuk Kemandirian Umat

Kampoong Ecopreneur mengelola unit bisnis untuk mendanai kegiatannya. Hal ini sejalan dengan Wakaf DT yang mengelola berbagai lini usaha (seperti Cottage DT, MQ Grup, dan retail).

Hasil dari wakaf produktif di DT digunakan untuk membiayai operasional pesantren dan beasiswa santri, sehingga wakaf tidak bersifat statis, melainkan terus mengalirkan manfaat ekonomi.

3. Pemberdayaan Masyarakat dan Kelompok Marjinal

DT memiliki semangat serupa melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah dan perhatian khusus pada kaum dhuafa serta disabilitas.

Wakaf di kedua lembaga ini bertujuan untuk mengubah mauquf ‘alaih (penerima manfaat) menjadi muwakif atau setidaknya individu yang mandiri secara ekonomi.

4. Integrasi Spiritualitas dan Kesehatan Mental

Hadirnya “Kampoong Hening” untuk kesehatan mental sangat relevan dengan metode dakwah DT. Melalui manajemen Qolbu (MQ), DT menjadikan aset wakafnya sebagai tempat pelatihan diri (diklat) untuk meraih ketenangan hati.

Baik Masjid Eco Wakaf maupun DT memandang bahwa fungsi masjid harus melampaui tempat shalat, yakni menjadi pusat solusi atas krisis mental masyarakat modern.

Langkah yang diambil oleh Kampoong Ecopreneur merupakan penguatan dari model Wakaf Terpadu yang juga dipraktikkan oleh Daarut Tauhiid.

Keduanya membuktikan bahwa wakaf adalah instrumen Islam yang paling efektif untuk menjawab tantangan zaman—mulai dari krisis ekologi, kemiskinan, hingga kesehatan mental—secara berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID