WAKAFDT.OR.ID | PERTH, AUSTRALIA – Semangat belajar melintasi batas geografis terpancar jelas pada Kamis pagi yang cerah, 23 Oktober 2025, di Kota Perth.
Sekelompok santriwati dari SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri memulai program Perth Immersion 2025 dengan tema “Learning Beyond the Classroom” (Belajar Melampaui Ruang Kelas).
Berbekal seragam khas dan senyum antusias, para santri mengubah jalanan, stasiun, dan taman kota di Australia menjadi “ruang kelas” yang sesungguhnya. Program lintas budaya ini mendorong mereka untuk mempraktikkan kemandirian dan kedisiplinan secara langsung.
Belajar Mandiri di Jantung Kota
Aktivitas para santri mencakup penggunaan transportasi publik, seperti bus dan kereta, yang menuntut mereka berinteraksi dengan masyarakat lokal, memahami sistem tiket otomatis, dan melatih ketepatan waktu. Pengalaman ini jauh melampaui teori di buku pelajaran.
“Pengalaman naik transportasi umum di sini sangat menarik dan menantang,” ungkap salah satu santri dengan mata berbinar. “Kami harus belajar untuk membaca petunjuk, mandiri, dan beradaptasi dengan budaya baru, melatih kami untuk lebih disiplin dan tepat waktu.”
Menginspirasi Diri di Kampus Terbaik
Perjalanan edukatif kemudian berlabuh di University of Western Australia (UWA), salah satu universitas terkemuka dunia.
Di tengah arsitektur klasik, langit biru, dan suasana akademik yang tenang, para santriwati berkesempatan menyerap atmosfer inspiratif kampus. Kunjungan ini dirancang untuk menumbuhkan visi global dan motivasi akademik pada diri mereka.
Muhammad Luthfi Iskandar, Humas SMA DTBS Putri, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ini berfokus untuk membekali santri dengan wawasan dunia yang luas, namun tetap berlandaskan nilai-nilai dasar tauhid.
“Program ini bertujuan agar semangat belajar dan kemandirian mereka terus berakar kuat, didasari oleh nilai tauhid. Kami ingin santri menyadari bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas tempat dan waktu, tetapi harus selalu teguh pada prinsip keislaman,” jelasnya.
Perth Immersion 2025 menjadi penegasan atas komitmen SMA DTBS Putri dalam menyelenggarakan pendidikan yang holistik.
Para santri tidak hanya pulang dengan wawasan yang bertambah, tetapi juga membawa keberanian untuk menjelajahi dunia dengan hati yang terbuka, siap menjadi pelajar tauhid yang berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi sesama.
Nilai Berkah: Tempat Santri Belajar di Pesantren DT Berasal dari Aset Wakaf
Menariknya, fondasi tempat para santri belajar dan beraktivitas harian di tanah air, khususnya di Pesantren Daarut Tauhiid (DT), berdiri di atas aset wakaf umat.
Hampir seluruh fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, asrama, hingga aula serbaguna, merupakan aset wakaf produktif yang dikelola secara optimal.
Aset wakaf ini menjadi tulang punggung yang menjamin keberlangsungan dan kemakmuran kegiatan belajar mengajar di DT.
Pengelolaan wakaf yang profesional ini tidak hanya memastikan sarana dan prasarana belajar yang nyaman dan memadai bagi santri, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat.
Hasil dari pengelolaan aset wakaf produktif (misalnya dari unit-unit usaha yang dikelola DT) bahkan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan umat.
Keberadaan aset wakaf ini menanamkan kesadaran pada santri dan seluruh civitas akademika DT bahwa mereka belajar dan berkreasi di tempat yang penuh berkah, yang manfaatnya terus mengalir berkat keikhlasan para pewakaf.
Ini menjadi pengingat harian akan pentingnya kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi umat. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
