WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Keputusan untuk mewakafkan sebagian harta seringkali didorong oleh panggilan jiwa yang mendalam. Bukan sekadar keinginan menyalurkan dana, tetapi juga mencari tempat yang tepat dan terpercaya untuk menitipkan harapan akan pahala jariyah yang berkelanjutan.
Inilah yang dirasakan oleh seorang muwakif (pihak yang berwakaf) yang pada hari Kamis (23/10/2025) menyerahkan asetnya melalui Wakaf Daarut Tauhiid (DT).
Bagi beliau, keputusan untuk berwakaf adalah puncak dari kesadaran spiritual yang terketuk. Setelah sekian lama mengumpulkan rezeki, hatinya merasa terpanggil untuk menyucikan dan memberkahinya melalui jalan wakaf.
“Harta yang selama ini telah dikumpulkan, kini saatnya diikhlaskan agar menjadi bekal di akhirat,” ungkapnya.
Namun, yang menarik adalah alasan kuat di balik pilihannya menjatuhkan amanah wakaf ke DT. Muwakif ini mengungkapkan bahwa faktor kedekatan dan rekam jejak yang panjang dengan ekosistem DT menjadi penentu.
“Saya memilih menitipkan harta wakaf saya melalui Wakaf DT karena sudah sering berinteraksi. Sejak dulu, saya sering hadir di majelis-majelis kajian di pesantren Daarut Tauhiid,” tuturnya.
Interaksi tersebut tidak hanya sebatas menghadiri ceramah. Bahkan, muwakif ini mengaku sering mengundang langsung KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) sebagai penceramah di tempatnya.
Kedekatan inilah yang membangun rasa percaya (tsiqah) terhadap profesionalisme dan akuntabilitas Wakaf DT sebagai nadzhir (pengelola wakaf).
Kepercayaan yang terbangun melalui interaksi intensif, baik secara spiritual maupun institusional, menjadi bukti bahwa wakaf bukan hanya transaksi materi, tetapi juga penyerahan amanah hati.
Hal ini sejalan dengan konsep Wakaf Daarut Tauhiid yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan batin dan kepercayaan umat.
Wakaf yang diserahkan ini bukanlah sekadar wakaf uang, melainkan aset produktif berupa dua bidang tanah di daerah Cileunyi, yang memiliki total luas 236 meter persegi (terdiri dari 84 m2 dan 152 m2).
Aset tanah ini secara khusus diniatkan untuk mendukung program pembangunan Masjid di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid. Muwakif berharap tanah ini kelak menjadi fondasi bagi rumah Allah yang akan menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan syiar Islam.
Kisah muwakif ini menjadi inspirasi bahwa semangat berwakaf tidak harus menunggu kekayaan yang berlimpah, tetapi dapat dimulai dari hati yang tergerak dan dipercayakan pada lembaga yang sudah teruji akuntabilitasnya dalam mengelola aset wakaf untuk kemaslahatan umat. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
