Wakaf Daarut Tauhiid

MATABA 2025: Jejak Berkah di Tanah Wakaf Daarut Tauhiid Batam

Berada di atas tanah yang penuh keberkahan, SMP dan SMA Daarut Tauhiid Batam kembali mengukir sejarah dengan menyambut santri baru melalui kegiatan MATABA (Masa Taaruf Santri Baru), yang resmi dibuka pada Senin (14/7). Kegiatan ini menjadi titik awal perjalanan para santri dalam menempuh pendidikan berlandaskan nilai-nilai tauhid, di lingkungan sekolah yang berdiri kokoh di atas lahan wakaf.

Bertabur semangat dan antusiasme yang terasa sejak pagi hari, para santri baru mengikuti pembukaan MATABA dengan khidmat. Suasana hangat dan bersahaja menjadi ciri khas dari kegiatan taaruf ini—lebih dari sekadar pengenalan lingkungan, MATABA menjadi wadah awal untuk menanamkan karakter, semangat belajar, serta cinta kepada ilmu dan Allah SWT.

“Alhamdulillah, kami menyambut santri baru dengan penuh rasa syukur. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang penuh berkah dan membawa manfaat bagi kita semua,” ungkap Siti Robiah Yuniati, Humas SMP Daarut Tauhiid Batam. Ia juga berharap, setiap langkah dalam MATABA menjadi bekal berharga bagi para santri, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

Program MATABA berlangsung hingga Sabtu (19/7) dengan berbagai materi penguatan akhlak, pengenalan nilai-nilai pesantren, tata tertib, serta kegiatan pembangun kedekatan antarsantri. Di balik rangkaian kegiatan tersebut, ada fondasi yang tidak kalah penting. Yakni keberadaan sekolah ini di atas tanah wakaf, yang menjadi bukti nyata betapa pendidikan dapat tumbuh dan berkembang di atas niat suci untuk memberi manfaat jangka panjang.

Tanah wakaf bukan sekadar lahan fisik, melainkan investasi akhirat yang terus mengalirkan pahala. Di atas tanah itulah kini tumbuh generasi penerus bangsa yang diasah dengan tauhid, disiplin, dan semangat kemandirian. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ladang amal bagi semua pihak yang terlibat dalam pendiriannya.

Dengan dimulainya MATABA 2025 ini, Daarut Tauhiid Batam kembali menegaskan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang membangun manusia seutuhnya—melalui ilmu yang ditanam di hati, akhlak yang diasah sejak dini, dan keteladanan yang tumbuh dari berkah tanah wakaf yang menjadi pijakannya. (wakafdt)