Wakaf Daarut Tauhiid

Maret 2025

Menjadi Siswa dan Santri: Kebahagiaan Siswa SMK Daarut Tauhiid Bersekolah di Tanah Wakaf

Bagi para siswa SMK Daarut Tauhiid, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ladang keberkahan. Di lingkungan sekolah yang berdiri di atas tanah wakaf, mereka bukan hanya merasa sebagai pelajar, tetapi juga sebagai santri yang hidup dalam suasana pesantren.

“Di sini saya bukan hanya belajar mata pelajaran seperti di sekolah lain, tetapi juga mendapat pendidikan akhlak dan nilai-nilai spiritual. Saya merasa benar-benar dididik menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Rizki, salah satu siswa kelas XI.

SMK Daarut Tauhiid memang menawarkan lebih dari sekadar pendidikan vokasi. Dengan fasilitas yang lengkap dan guru-guru yang mengajar penuh dedikasi, para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyeluruh. Mereka tidak hanya diasah keterampilannya sesuai jurusan, tetapi juga dibentuk karakternya melalui berbagai aktivitas keislaman.

“Saya bersyukur bisa sekolah di sini. Guru-gurunya sangat perhatian. Mereka bukan hanya mengajar, tapi juga membimbing kami seperti anak sendiri,” kata Aisyah, siswa kelas X. “Suasana pesantrennya terasa sekali, dari mulai kebiasaan salat berjemaah, mengaji, hingga adab sehari-hari yang selalu ditanamkan.”

Kesadaran bahwa sekolah mereka berdiri di atas tanah wakaf juga menumbuhkan rasa syukur tersendiri di hati para siswa. Mereka memahami bahwa keberadaan SMK Daarut Tauhiid adalah hasil dari para muwakif yang dengan tulus menyisihkan hartanya untuk pendidikan.

“Saya sering berpikir, tanpa adanya wakaf dari para muwakif, mungkin saya tidak bisa bersekolah di tempat sebagus ini. Ini membuat saya semakin semangat belajar,” ujar Fadhil, siswa kelas XII.

Kesadaran ini pun melahirkan tekad di hati mereka. Para siswa berjanji bahwa ketika kelak mereka telah dewasa dan memiliki penghasilan sendiri, mereka akan mengikuti jejak para muwakif yang telah berkorban demi pendidikan generasi setelahnya.

“Saya ingin suatu hari nanti bisa berwakaf juga. Walaupun mungkin belum bisa dalam jumlah besar, setidaknya saya ingin menyisihkan sebagian rezeki untuk keberlangsungan pendidikan seperti ini,” tutur Aisyah.

Bagi para siswa SMK Daarut Tauhiid, bersekolah di sini bukan hanya tentang mendapatkan ilmu, tetapi juga tentang memahami makna berbagi dan melanjutkan estafet kebaikan. Mereka tidak hanya ingin menjadi lulusan yang sukses, tetapi juga ingin menjadi bagian dari generasi yang peduli dan berkontribusi untuk umat.

Di atas tanah wakaf ini, mereka belajar, tumbuh, dan berjanji untuk meneruskan kebaikan. Sebuah janji yang tak hanya mengikat di dunia, tetapi juga bernilai abadi di akhirat. (Cahya)

Menjadi Siswa dan Santri: Kebahagiaan Siswa SMK Daarut Tauhiid Bersekolah di Tanah Wakaf Read More »

Keceriaan Nanda di Trial Class Ramadan, Bermain Sambil Belajar Nilai-nilai Islam

Suasana penuh keceriaan menyelimuti lantai dua Dome Central V, aset wakaf Daarut Tauhiid, pada Sabtu (15/3/2025) pagi. Sekitar 30 anak beserta ibu mereka berkumpul untuk mengikuti Trial Class edisi Ramadan dari PG dan TK Daarut Tauhiid yang mengusung konsep “Bermain Bernuansa Pesantren.”

Salah satu peserta yang tampak sangat antusias adalah Nanda, seorang anak perempuan berusia empat tahun. Bagi Nanda, ini bukan pengalaman pertamanya. Sudah dua kali ia mengikuti acara serupa di Daarut Tauhiid, dan setiap kali, ia selalu menikmati setiap momennya.

“Nanda sangat senang bisa bermain bersama teman-teman seusianya,” kata Florata, ibunya. “Apalagi permainan yang disediakan di sini melatih motorik halus dan kasarnya,” lanjutnya.

Puncak kegembiraan Nanda terjadi saat ia menjadi peserta pertama yang menyelesaikan lomba ketangkasan yang dikemas dengan nilai-nilai keislaman. Keberhasilannya membuatnya semakin bersemangat untuk terus bermain. Bahkan ketika acara hampir usai dan ibu-ibu lain mulai mengajak anak-anak mereka pulang, Nanda masih betah dan enggan meninggalkan tempat itu.

“Dia tidak mau diajak pulang, betah sekali bermain di sini,” ujar Florata sambil tersenyum.

Dome Central V yang menjadi lokasi acara ini memang memberikan kenyamanan bagi anak-anak. Lantai dua yang luas dan dilapisi rumput sintetis menciptakan ruang yang aman untuk bermain dan belajar. Hal ini menunjukkan bagaimana aset wakaf dapat dimanfaatkan secara produktif, memberikan keberkahan dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang bermain bagi anak-anak, tetapi juga sarana bagi mereka untuk mengenal nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan. Melihat antusiasme peserta, bukan tidak mungkin kegiatan serupa akan terus berlanjut dan menjadi bagian dari pengalaman berharga bagi anak-anak seperti Nanda. (Cahya)

Keceriaan Nanda di Trial Class Ramadan, Bermain Sambil Belajar Nilai-nilai Islam Read More »

Hadiah Abadi untuk Sang Ayah, Wakaf Mesin Air Minum di Blue Mosque Daarut Tauhiid

Sebuah kisah haru dan penuh makna hadir di Blue Mosque Daarut Tauhiid ketika seorang anak mewakafkan mesin air minum untuk mengenang dan mendoakan ayahnya yang telah berpulang. Wakaf ini bukan sekadar donasi, tetapi sebuah bentuk kasih sayang dan bakti yang diharapkan menjadi amal jariyah. Mengalirkan pahala yang tak terputus bagi almarhum.

Wakaf mesin air minum ini hadir sebagai solusi bagi para jemaah dan masyarakat sekitar yang beribadah atau sekadar singgah di masjid berkubah biru tersebut. Dengan fasilitas ini, siapa pun bisa menikmati air bersih dan segar secara gratis.

“Saya ingin memberikan sesuatu yang manfaatnya bisa terus mengalir untuk ayah saya. Saya berharap setiap orang yang meminum air ini, ayah saya mendapatkan pahala dari Allah,” ujar sang anak yang memilih tetap anonim.

Dalam Islam, wakaf merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Tak hanya membawa keberkahan bagi almarhum, wakaf ini juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jemaah yang beribadah di Blue Mosque Daarut Tauhiid kini lebih mudah mendapatkan air minum setelah salat atau saat mengikuti kajian.

“Alhamdulillah alat ini sangat memudahkan para jemaah yang berkunjung ke Blue Mosque Daarut Tauhiid untuk mendapatkan air minum sehat tanpa harus membeli air mineral atau melakukan filtrasi manual,” kata Iman Nurhakim, pengurus masjid.

Iman juga menyampaikan apresiasi atas wakaf ini. Ia berjanji akan merawat mesin air minum tersebut agar terus bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.

“Terima kasih banyak kepada Wakaf Daarut Tauhiid yang sudah menjadi jalan adanya mesin air minum ini,” lanjutnya.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melakukan wakaf, terutama untuk orang tua yang telah berpulang. Dengan wakaf, seseorang tidak hanya berbagi manfaat, tetapi juga membangun pahala yang terus mengalir.

Di tengah kehidupan yang terus berjalan, ada cara untuk tetap menghubungkan cinta dan bakti kepada mereka yang telah tiada. Seperti air yang mengalir dari mesin air minum wakaf ini, semoga pahala untuk almarhum juga terus mengalir tanpa henti. (Cahya)

Hadiah Abadi untuk Sang Ayah, Wakaf Mesin Air Minum di Blue Mosque Daarut Tauhiid Read More »

Achmad dan Wakaf Cinta untuk Istri Tercinta

Di usia senjanya, Achmad (76 tahun) masih tampak bugar. Namun, ada satu hal yang sulit ia sembunyikan: rasa sepi yang mendalam. Sejak satu tahun lalu, istrinya yang tercinta berpulang ke rahmatullah, meninggalkan rumah yang dulu terasa hangat di Cimahi, kini menjadi sunyi.

Walau ada seorang asisten rumah tangga yang membantunya, Achmad tetap merasakan kekosongan. Anak-anaknya telah berkeluarga dan tinggal di kota lain, membuat hari-harinya semakin terasa hening. Dalam kesendiriannya, Achmad menemukan satu cara untuk tetap merasa dekat dengan istrinya: berwakaf setiap bulan, seperti yang dulu sering mereka lakukan bersama.

Wakaf yang Tak Pernah Terhenti

Dulu, Achmad dan istrinya adalah pasangan yang gemar berwakaf di Daarut Tauhiid. Setiap ada kesempatan, mereka berdua datang bersama, menyerahkan sebagian harta mereka untuk kepentingan umat. Kini, meski istrinya telah tiada, Achmad tetap melanjutkan kebiasaan itu—tetapi kali ini, ia meniatkan pahalanya untuk sang istri tercinta.

“Dulu kami sering ke sini berdua, tapi sekarang saya datang sendiri. Walaupun kami sudah berbeda alam, saya ingin tetap memberikan sesuatu untuknya,” ujar Achmad dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

Bagi Achmad, wakaf bukan sekadar amal jariyah, tetapi juga bentuk cinta yang tak lekang oleh waktu. Dengan berwakaf atas nama istrinya, ia merasa masih bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuknya, meskipun dalam bentuk yang berbeda.

“Saya ingin dia terus mendapatkan pahala, meskipun sudah tidak ada di dunia. Semoga wakaf ini bisa menjadi aliran kebaikan yang terus mengalir untuknya di alam sana,” tuturnya penuh harap.

Datang ke Daarut Tauhiid, Menemukan Kedamaian

Setiap bulan, Achmad menyempatkan diri untuk datang langsung ke Daarut Tauhiid. Baginya, tempat ini bukan sekadar lokasi berwakaf, tetapi juga tempat yang penuh kenangan.

“Saat saya ke sini, saya merasa lebih tenang. Saya ingat dulu kami sering berjalan berdua di halaman masjid, berbicara tentang banyak hal. Sekarang saya sendiri, tapi saya percaya, cinta saya untuknya tetap ada,” ujarnya.

Meskipun sudah memasuki usia lanjut, Achmad tetap berusaha menjaga kebugarannya agar bisa terus datang ke Daarut Tauhiid. Bagi dirinya, berwakaf adalah bentuk cinta yang tak terputus, ikatan spiritual yang tetap menyambung meski jarak antara dunia dan akhirat telah memisahkan.

Di tengah rasa sepinya, Achmad menemukan cara untuk tetap mencintai—bukan dengan air mata, tetapi dengan amal yang terus mengalir. Wakafnya adalah doa, baktinya adalah pahala yang tak pernah putus. Dan di dalam hatinya, istrinya tetap hidup dalam setiap sedekah jariyah yang ia niatkan. (Cahya)

Achmad dan Wakaf Cinta untuk Istri Tercinta Read More »

Hangatnya Kebersamaan di Tengah Guyuran Hujan: Buka Puasa Bersama Santri Karya Pesantren Daarut Tauhiid di Dome Central V

Suasana sore itu di Dome Central V, aset wakaf milik Daarut Tauhiid, terasa begitu spesial. Meskipun siang harinya matahari bersinar terik, selepas Asar langit mulai menggelap. Seakan memberi pertanda akan turunnya hujan. Ribuan santri karya (karyawan) dan tamu undangan sudah mulai berdatangan ke lokasi untuk mengikuti acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pesantren Daarut Tauhiid bersama Bank Indonesia Jawa Barat.

Dome Sentral 5 yang terdiri atas dua lantai ini menjadi saksi kebersamaan mereka. Lantai pertama digunakan sebagai area parkir, sementara lantai kedua yang luas dengan lantai rumput sintetis menjadi tempat utama acara. Meski terbuka di sisi-sisinya, atap besar yang menaungi dome memberikan perlindungan dari cuaca yang tak menentu.

Setengah jam menjelang adzan Magrib, hujan mulai turun. Tak hanya gerimis, melainkan hujan deras yang mengguyur tanpa henti hingga memasuki waktu Isya. Petir sesekali menggelegar, menambah suasana dramatis di tengah momen berbuka. Namun, suasana tetap khidmat. Para santri karya serta tamu undangan tetap duduk rapi menanti waktu berbuka dengan hidangan yang sudah tersaji.

Ketika adzan Magrib berkumandang, ribuan peserta serentak mengucap syukur dan membatalkan puasa mereka dengan air dan kurma. Hujan deras yang mengguyur justru menambah rasa syukur dalam hati mereka, seolah menjadi simbol keberkahan dalam kebersamaan.

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), pendiri sekaligus pembina Pesantren Daarut Tauhiid, menyampaikan pesan singkat sebelum salat Magrib berjemaah. Ia mengingatkan tentang pentingnya berbagi dan keberkahan yang datang dari kebersamaan serta wakaf yang dikelola dengan amanah.

Dome Central V sendiri kembali membuktikan fungsinya sebagai aset wakaf yang begitu multifungsi. Tak hanya menjadi tempat beribadah dan berkegiatan, tetapi juga menjadi pelindung bagi ribuan jamaah di tengah cuaca ekstrem.

“Alhamdulillah, kita bisa tetap nyaman meski hujan deras. Ini bukti bahwa wakaf yang dikelola dengan baik bisa memberi manfaat besar,” ujar salah satu peserta buka puasa bersama.

Malam itu, meski hujan masih turun, semangat dan kehangatan kebersamaan tak surut. Buka puasa bersama ini bukan sekadar tentang menikmati hidangan, melainkan juga tentang merasakan keberkahan, berbagi kebahagiaan, dan menguatkan tali ukhuwah di bawah naungan Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid. (Cahya)

Hangatnya Kebersamaan di Tengah Guyuran Hujan: Buka Puasa Bersama Santri Karya Pesantren Daarut Tauhiid di Dome Central V Read More »

Ayo Berwakaf pada Bulan Ramadhan, Raih Pahala Berlimpah

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bulan ini menjadi momen terbaik bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk bersedekah dan berwakaf. Jika sedekah pada bulan Ramadhan saja sudah mendapatkan pahala berlipat, maka wakaf—sebagai bentuk sedekah jariyah—akan menjadi investasi amal yang terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita meninggal dunia.

Jadi, amat merugi bila tidak memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk berwakaf dan meraih keberkahan yang lebih besar!

Keistimewaan Ramadhan sebagai Bulan Sedekah

Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan pahala. Rasulullah saw bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

Jika sedekah biasa pada bulan Ramadhan saja sudah utama, maka wakaf sebagai sedekah jariyah tentu memiliki keutamaan yang lebih tinggi. Wakaf tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima, tetapi juga memastikan pahala terus mengalir bagi pemberi.

Mengapa Berwakaf pada Bulan Ramadhan?

Ini alasan kita hendaknya menggiatkan sedekah jariyah sebagai salah satu amalan yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Motivasi yang insya Allah menguatkan tekad kita untuk berwakaf. Apa saja alasannya? 

  • Pahala berlipat ganda.

Setiap amal kebaikan pada bulan Ramadhan diberikan ganjaran yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Wakaf sebagai amal jariyah akan terus mengalirkan pahala selama manfaatnya masih digunakan oleh orang lain.

  • Investasi akhirat yang kekal.

Sedekah biasa bisa habis dalam sekali pakai, tetapi wakaf terus memberikan manfaat bagi umat dalam jangka panjang, seperti masjid, sekolah, rumah sakit, atau usaha produktif berbasis wakaf.

  • Meningkatkan kepedulian sosial.

Wakaf membantu meningkatkan kesejahteraan umat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Ini sejalan dengan semangat Ramadhan untuk berbagi dan membantu sesama.

  • Mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat.

Rasulullah saw dan para sahabat banyak berwakaf demi kemaslahatan umat. Utsman bin Affan, misalnya, mewakafkan sumur Raumah yang manfaatnya masih terasa hingga kini.

Jenis Wakaf yang Bisa Dilakukan pada Bulan Ramadhan

Wakaf tidak hanya terbatas pada tanah untuk masjid atau makam, tetapi bisa berupa berbagai bentuk aset yang bermanfaat bagi masyarakat, yakni:

  • Wakaf produktif: Berupa usaha atau aset yang dikelola untuk menghasilkan keuntungan guna membantu kegiatan sosial.
  • Wakaf pendidikan: Seperti beasiswa, sekolah, atau perpustakaan gratis untuk masyarakat kurang mampu.
  • Wakaf kesehatan: Klinik atau rumah sakit berbasis wakaf yang memberikan layanan bagi fakir miskin.
  • Wakaf air dan infrastruktur: Sumur, jembatan, atau fasilitas umum yang membantu kehidupan masyarakat.
  • Wakaf uang: Dana yang dikelola secara profesional dan hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat.

Bagaimana Cara Berwakaf pada Bulan Ramadhan?

Pertama, tentukan jenis wakaf yang ingin diberikan. Pilih wakaf yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita, baik berupa tanah, uang, atau aset lainnya.

Kedua, pilih lembaga wakaf tepercaya. Salurkan wakaf melalui lembaga yang profesional agar manfaatnya bisa dikelola dengan baik.

Ketiga, niatkan dengan ikhlas. Wakaf harus diberikan dengan niat yang tulus karena Allah, bukan untuk mencari pujian atau apresiasi manusia.

Terakhir, jangan lupa untuk mengajak orang lain untuk ikut berwakaf. Sebarkan informasi dan ajak keluarga serta teman untuk turut berpartisipasi dalam wakaf Ramadhan.

Nah, Ramadhan adalah bulan terbaik untuk mengumpulkan pahala, dan wakaf adalah salah satu cara terbaik memastikan pahala tersebut terus mengalir selamanya. Dengan berwakaf pada bulan Ramadhan, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berinvestasi untuk kehidupan akhirat.

Mari jadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk memulai atau menambah wakaf kita. Setiap wakaf yang kita berikan akan menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah terputus.

Yuk, berwakaf pada bulan Ramadhan dan raih pahala berlimpah! (Cahya)

Ayo Berwakaf pada Bulan Ramadhan, Raih Pahala Berlimpah Read More »

Blue Mosque Daarut Tauhiid: Ikon Baru Wisata Religi di Bandung

Kota Bandung kini memiliki ikon wisata religi baru dengan diresmikannya Blue Mosque Daarut Tauhiid oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada akhir Februari 2025. Masjid megah ini berdiri dengan balutan warna biru yang khas, terinspirasi dari Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque) di Turki.

Terletak di dataran tinggi, Blue Mosque Daarut Tauhiid menawarkan pemandangan langsung ke Kota Bandung. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi spiritual yang memberikan ketenangan bagi siapa saja yang berkunjung.

Arsitektur Megah dengan Nuansa Islami

Masjid ini mengusung arsitektur klasik dengan sentuhan modern. Kubah birunya yang menjulang tinggi dihiasi motif khas Islam, sementara interiornya memiliki pencahayaan yang lembut dan ornamen kaligrafi yang menambah nuansa spiritual. Pilar-pilar megah dan desain yang simetris semakin memperkuat kemegahan masjid ini.

“Blue Mosque ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah dan pendidikan Islam. Semoga keberadaannya menjadi berkah bagi umat,” ujar Aa Gym dalam peresmian masjid tersebut.

Wisata Religi dengan Pemandangan Menakjubkan

Karena lokasinya yang berada di dataran tinggi, Blue Mosque Daarut Tauhiid menawarkan panorama Kota Bandung yang indah, terutama saat senja dan malam hari. Pemandangan lampu-lampu kota yang berkelap-kelip semakin menambah pesona tempat ini.

Banyak jemaah dan wisatawan yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menikmati suasana tenang dan keindahan arsitektur masjid. Keberadaan masjid ini juga memperkuat Bandung sebagai destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi.

Simbol Kebangkitan Wakaf dan Dakwah

Masjid ini juga merupakan hasil dari wakaf umat, menunjukkan bahwa semangat gotong royong dalam membangun fasilitas ibadah masih sangat kuat di masyarakat. Daarut Tauhiid berharap masjid ini bisa menjadi pusat dakwah dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi umat Islam.

Dengan diresmikannya Blue Mosque Daarut Tauhiid, diharapkan masyarakat semakin antusias untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan spiritual. Masjid ini bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan ketenangan bagi siapa saja yang mengunjunginya. (Cahya)

Blue Mosque Daarut Tauhiid: Ikon Baru Wisata Religi di Bandung Read More »

Pengalaman Berkesan Salat di Blue Mosque Daarut Tauhiid: Keindahan, Kedamaian, dan Keberkahan

Malam itu, Rahmat (42) melangkah penuh antusias menuju Blue Mosque Daarut Tauhiid, masjid megah yang baru diresmikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada akhir Februari lalu. Niatnya hanya satu. Merasakan pengalaman beribadah di masjid hasil wakaf umat ini yang kini menjadi salah satu ikon wisata religi di Bandung.

Saat tiba di pelataran masjid, Rahmat langsung terpukau. Arsitekturnya begitu indah, dengan balutan warna biru yang megah dan kubah menjulang elegan. Cahaya lampu yang menerangi kaligrafi di dinding masjid semakin menambah nuansa spiritual.

Lokasinya yang berada di dataran tinggi juga menghadirkan pemandangan Kota Bandung yang memesona, terutama dengan gemerlap lampu di kejauhan. “Saya benar-benar takjub. Masjid ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga terasa sangat nyaman,” ujar Rahmat.

Malam itu, Rahmat menunaikan salat Isya dan Tarawih bersama jemaah lainnya. Meski udara di luar terasa dingin karena ketinggian lokasi masjid, suasana di dalam masjid justru terasa hangat dan menenangkan. Interior masjid yang luas, pencahayaan lembut, serta lantai yang nyaman membuatnya betah beribadah.

“Saat sujud dalam salat, saya merasakan ketenangan luar biasa. Seperti ada keberkahan yang menyelimuti,” tambahnya.

Selain sebagai tempat ibadah, Rahmat juga melihat bagaimana masjid ini menjadi pusat interaksi bagi jemaah dari berbagai daerah. Beberapa pengunjung duduk berdiskusi setelah salat, ada yang menikmati pemandangan sekitar, dan tak sedikit yang mengabadikan momen di area masjid.

Ia pun merasa semakin bersyukur bisa menjadi bagian dari pengalaman ini. “Saya semakin memahami pentingnya wakaf. Masjid ini adalah bukti nyata bagaimana wakaf bisa memberikan manfaat besar bagi umat. Saya jadi terinspirasi untuk ikut berwakaf juga,” katanya sembari tersenyum.

Malam itu, Rahmat pulang dengan hati penuh ketenangan. Pengalamannya di Blue Mosque Daarut Tauhiid bukan hanya tentang keindahan arsitektur, tetapi juga tentang bagaimana sebuah masjid bisa menjadi tempat yang menghidupkan hati dan menumbuhkan semangat ibadah. (Cahya)

Pengalaman Berkesan Salat di Blue Mosque Daarut Tauhiid: Keindahan, Kedamaian, dan Keberkahan Read More »

Bangga Bersekolah di Daarut Tauhiid: Pendidikan Berkualitas di Atas Tanah Wakaf

Kebanggaan dan rasa syukur menyelimuti hati banyak orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya di Daarut Tauhiid. Bagi mereka, memilih Daarut Tauhiid bukan hanya soal mendapatkan pendidikan berkualitas, tetapi juga turut serta dalam memakmurkan aset wakaf yang menjadi dasar berdirinya sekolah tersebut, terutama di kawasan Eco Pesantren, Jalan Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Salah satu orang tua siswa, Rina (40), mengungkapkan rasa harunya ketika menyadari bahwa sekolah tempat anaknya menimba ilmu berdiri di atas tanah wakaf. “Awalnya, saya hanya mencari sekolah dengan sistem pendidikan yang baik. Tapi setelah tahu bahwa lahan dan bangunan ini berasal dari wakaf, saya merasa lebih bangga. Artinya, anak saya tidak hanya belajar, tapi juga menjadi bagian dari keberkahan wakaf ini,” ujarnya.

Pendidikan di Daarut Tauhiid memang dikenal memiliki kurikulum yang seimbang antara ilmu akademik dan nilai-nilai spiritual. Para orang tua semakin yakin bahwa dengan menempuh pendidikan di lingkungan berbasis wakaf, anak-anak mereka tidak hanya dididik untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang kuat.

Hadi (45), orang tua siswa lainnya, menambahkan bahwa konsep wakaf dalam pendidikan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Kami sebagai orang tua merasa ikut berkontribusi dalam memakmurkan aset wakaf. Dengan semakin banyaknya siswa yang belajar di sini, aset wakaf ini menjadi lebih hidup, dan insya Allah pahala jariyah bagi para pewakaf akan terus mengalir,” katanya.

Keberadaan sekolah Daarut Tauhiid yang berdiri di atas tanah wakaf ini semakin membuktikan bahwa wakaf bukan hanya tentang masjid atau makam, tetapi juga bisa menjadi investasi sosial jangka panjang dalam bidang pendidikan.

Para orang tua berharap semakin banyak masyarakat yang memahami keutamaan wakaf dan turut serta dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis wakaf.

“Semakin banyak yang berwakaf, semakin luas manfaatnya. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, para guru bisa mengajar dengan tenang, dan ilmu yang diajarkan insya Allah menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” pungkas Rina dengan penuh semangat. (Cahya)

Bangga Bersekolah di Daarut Tauhiid: Pendidikan Berkualitas di Atas Tanah Wakaf Read More »

Terinspirasi Literasi Zakat, Rohim Wakafkan Hartanya ke Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid

Rohim (52) tak pernah menyangka bahwa langkah kecilnya dalam berwakaf bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Awalnya, ia mengira wakaf hanya untuk orang-orang kaya yang memiliki aset bernilai tinggi. Namun, pemahamannya berubah setelah ia aktif mengikuti dakwah dan literasi zakat yang disyiarkan oleh Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid di berbagai media sosial dan jaringan dakwah lainnya.

“Saya melihat betapa aktifnya Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid dalam mengedukasi masyarakat tentang wakaf. Dari sana, saya baru sadar bahwa wakaf bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk saya. Bahkan dengan uang 50 ribu rupiah pun, kita sudah bisa berwakaf,” ujar Rohim dengan penuh semangat.

Kesadaran ini mendorongnya untuk menyerahkan sebagian hartanya ke Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid. Ia ingin berkontribusi dalam memakmurkan aset wakaf yang dikelola dengan baik untuk kepentingan umat. “Saya ingin harta ini bermanfaat jangka panjang, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk orang banyak,” katanya.

Rohim sangat mengapresiasi transparansi dan profesionalisme Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid dalam mengelola dana wakaf. Baginya, kepercayaan adalah hal utama.

“Saya melihat laporan dan kegiatan mereka sangat jelas. Mereka bukan hanya mengumpulkan dana, tapi juga menyalurkannya ke berbagai program produktif seperti pendidikan, masjid, dan layanan sosial,” tambahnya.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Rohim dan masyarakat luas. Ia kini semakin giat mengajak teman-temannya untuk ikut berwakaf, karena ia menyadari bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa menjadi investasi abadi di akhirat.

“Saya ingin lebih banyak orang tahu bahwa wakaf itu bukan hanya soal jumlah, tapi tentang niat dan kebermanfaatannya bagi sesama,” tuturnya.

Langkah Rohim menjadi bukti bahwa wakaf adalah ibadah yang inklusif dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan edukasi yang tepat, semakin banyak orang akan memahami dan tergerak untuk berbagi dalam kebaikan. (Cahya)

Terinspirasi Literasi Zakat, Rohim Wakafkan Hartanya ke Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid Read More »