Yayasan Daarut Tauhiid

Search
Close this search box.

Masjid

Massjid DT Eco 2 Minggu Ketiga Ramadhan

Pekan Ketiga Ramadhan, Ini Progres Masjid DT Eco 2

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Ramadhan sudah memasuki pekan ketiga. Pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid (DT) Eco 2 (Masjid DT Eco 2) terus mengalami kemajuan. Putri Berliana Mileni, Pengawas Pembangunan Masjid DT Eco 2 menyebutkan, progres pembangunan masjid yang terletak di Parongpong, Bandung Barat tersebut sudah mencapai 43,63%.

Putri menjelaskan pekerjaan yang sedang dilakukan hingga Kamis (28/3/2024) adalah pengecoran rabat beton lantai basement 1/4 area, pemasangan besi balok atap area penunjang, setting bekisting balok area penunjang, galian strauss pile area mihrab, dan pembesian dan pengecoran straus pile 2-3 titik, pemadatan tanah area kamar mandi akhwat, dan urugan tanah belakang dinding penahan tanah (DPT).

“Progres minggu ke-28 : 43,63%. Pekerjaan yang sedang dan akan dilakukan di minggu ke-29 adalah pengecoran rabat beton lantai basement 1/4 area, pemasangan besi balok atap area penunjang, setting bekisting balok area penunjang, galian strauss pile area mihrab, dan pembesian dan pengecoran straus pile 2-3 titik, pemadatan tanah area kamar mandi akhwat, dan urugan tanah belakang DPT,” jelas Putri.

Selama bulan Ramadhan, para pekerja melakukan pekerjaan pembangunan Masjid DT Eco 2 seperti di luar Ramadhan, kecuali saat pengecoran. Putri mengatakan, pengecoran dilakukan saat malam hari untuk menghindari lelah berlebihan agar para pekerja tetap bisa berpuasa.

“Bulan Ramadhan, pekerjaan dilakukan seperti biasa. Kecuali, pengecoran dilakukan malam hari,” kata Putri.

Pembangunan Masjid DT menjadi ladang amal bagi siapa saja yang menginginkan pahala mengalir abadi dan rumah di surga. KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pendiri sekaligus Pembina DT mengingatkan bahwa wakaf pembangunan Masjid DT adalah bekal untuk mempersiapkan kematian yang dilakukan oleh orang-orang cerdas.

“Setiap orang sujud, pahalanya dapet. Setiap orang ngaji, pahalanya dapet. Setiap orang yang berwudu, pahalanya dapet. Makanya orang yang paling cerdas atau akyas adalah yang banyak mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk kematian tadi. Inilah salah satu bekal kepulangan nanti,” kata Aa Gym.

Bagi yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

shalat berjamaah

Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

WAKAFDT.OR.ID | Shalat adalah bagian rukun Islam yang wajib untuk ditunaikan. Shalat merupakan amal yang pertama kali juga dihisab oleh Allah Ta’ala. Dalam pelaksanaannya, shalat wajib ditunaikan secara berjamaah di masjid. Shalat berjamaah adalah shalat yang dilaksanakan secara bersamaan oleh lebih dari satu orang di tempat yang sama.

Dalam sebuah hadist diriwayatkan seseorang datang dan tidak mendapatkan shalat, maka Rasulullah bersabda kepadanya, “shalatlah”. Lalu bersabda, “adakah seseorang yang hendak bersedekah, salatlah bersamanya?” Maka berdirilah seseorang dan shalat bersamanya. Maka Rasulullah bersabda, “inilah jamaah.”(HR. Ath-Thabrani).

Lalu apa saja keutamaan shalat berjamaah dan tepat waktu? Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah:

Pertama, sebagai syiar agama Islam. Salah satu keutamaan shalat berjamaah di masjid adalah dapat membangun silaturahmi dengan muslim lainnya, agar dapat mensyiarkan Islam antar sesama kaum muslimin.

Kedua, meningkatkan kualitas shalat. M. Nurkholis dalam bukunya yang berjudul “Mutiara Shalat Berjamaah: Meraih Pahala 27 Derajat”, menyampaikan bahwa shalat sendirian diibaratkan seekor domba yang terpisah dari kawanannya sehingga serigala akan mudah menerkam dan memangsanya. Sedangkan orang yang menunaikan shalat berjamaah, ibarat sekumpulan domba yang kompak, sehingga serigala tidak akan berani menyerangnya.

Ketiga, pahala shalat berjamah sampai 27 derajat. Keistimewaan shalat berjamaah dibandingkan shalat sendiri terdapat di pahalanya. Jika shalat dilakukan dengan berjamaah, maka akan mendapatkan 27 pahala. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya:

“Shalat berjamaah melampaui salat sendirian dengan (mendapatkan) 27 derajat.” (HR. Bukhari)

Keempat, Dijauhkan dari sifat munafik. Shalat berfungsi menjauhkan seseorang dari sifat munafik. Di antara sifat orang munafik ialah bermalas-malasan dalam melaksanakan shalat berjamaah. Seperti yang disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 142:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa: 142).

Semoga dengan memahami keutamaan shalat berjamaah di masjid, semakin menguatkan kita untuk senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid sebagaimana diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baca juga: Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istisqa

negara dengan masjid terbanyak

Inilah Tiga Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia

WAKAFDT.OR.ID | Jumlah pemeluk Islam di dunia terus mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dalam sebuah riset dari Pew Research Center; diperkirakan pada tahun 2050, jumlah Muslim tumbuh 2,76 miliar atau 29,7% dari populasi dunia. 

Hal ini akan berdampak pada jumlah pembangunan masjid sebagai sarana ibadah umat muslim di seluruh dunia. Mengutip data dari TRT World, jumlah masjid di seluruh dunia kurang lebih sekitar 3,6 juta masjid. Namun, sebagian besar masjid berada di negara dengan populasi muslimnya terbanyak juga.

Berikut tiga negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia:

  1. Indonesia 

Indonesia adalah negara kepulauan yang warga negaranya mayoritas beragama Islam. Hal ini yang menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia. Karena jumlah populasi muslimnya terbanyak, maka Indonesia memiliki jumlah masjid terbanyak juga.

Jusuf Kalla, selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia menyampaikan, bahwa setidaknya ada 800 ribu masjid yang dibangun di seluruh daerah Indonesia. Sedangkan, berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kemenag RI, jumlah masjid dan mushala di Indonesia sebanyak 741.991.

  1. India 

Di India, Islam menjadi pemeluk agama yang memiliki banyak pengikut kedua setelah agama Hindu. Sehingga tidak heran jika di India menjadi negara dengan jumlah masjid terbanyak kedua di dunia. Jumlah masjid di India kurang lebih telah mencapai 300 ribu masjid. 

  1. Bangladesh 

Bangladesh adalah negara dengan populasi Muslim terbanyak ke-4 di dunia. Umat muslim menjadi pemeluk agama terbanyak dengan komposisi 89%, sedangkan hindu 10%, disusul 0,9% agama lain seperti Buddha dan Kristen. 

Meskipun populasinya muslimnya berada di urutan ke-4 di dunia, tapi jumlah masjidnya berada di urutan ke-3. Diperkirakan ada 250 ribu masjid di Bangladesh.

Semoga uraian mengenai tiga negara dengan masjid terbanyak di dunia, menambah khazahah keislaman kita sebagai seorang muslim dan menumbuhkan ghairoh dalam mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. (Arga)

Diolah dari berbagai sumber

Baca juga: Benarkah Pemeluk Islam Meningkat Dari Waktu ke Waktu?

masjidil haram

Inilah Tiga Masjid Paling Utama

Di negara mayoritas muslim, masjid telah banyak didirikan. Namun, ada tiga masjid paling utama untuk dikunjungi, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya: 

“Tidak boleh melakukan perjalanan (ibadah) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari).

Hadist di atas  menjelaskan bahwa umat Islam disunahkan untuk mengunjungi ketiga masjid yang disebutkan oleh Nabi jika memiliki fisik yang kuat, memiliki keluangan waktu, dan kecukupan biaya. Mengapa perlu mengunjungi ketiga masjid tersebut?

Pertama, Masjidil Haram dikenal sebagai masjid al-Haram yang berada di Kota Mekah, Arab Saudi. Masjidil Haram menjadi tujuan utama dalam melaksanakan ibadah haji, hal ini karena ada bangunan Ka’bah di dalamnya.

Kedua, Masjid Nabawi yang terletak di Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid ini ialah masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam dan menjadi masjid terbesar kedua di dunia. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam juga dimakamkan di masjid Nabawi.

Ketiga, Masjidil Aqsha dikenal dengan sebutan Baitul Maqdis. Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam, sebelum kiblat dipindah ke Ka’bah di Masjidil Haram.

Keutamaan dari ketiga masjid disebutkan dalam sebuah hadits Abu Dzar Radiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam:

“Wahai Rasulullah masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Rasulullah menjawab, “Masjidil Haram.” Abu Dzar Radiyallahu ‘anhu. bertanya lagi, “Setelah itu masjid apa?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.” Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama jarak pembangunan antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Dan bumi bagimu adalah masjid, maka salatlah di mana pun tempatnya ketika waktu shalat telah tiba.” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan dan keistimewaan yang terdapat di ketiga masjid tersebut ialah:

1. Lebih baik dibanding salat di masjid biasa. Dari Jabir RadiyaAllahu ‘anhu menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Satu kali salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Satu kali salat di Masjidil Haram lebih baik daripada seratus ribu kali salat di masjid biasa.” (HR. Ahmad).

2. Dijamin keselamatan oleh Allah Ta’ala. Dari Anas bin Malik rmenuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: 

Siapa yang salat di masjidku (Masjid Nabawi) sebanyak 40 kali salat tanpa tertinggal sekalipun, maka dicatat baginya keselamatan dari neraka, keselamatan dari siksa, dan keselamatan dari kemunafikan.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Semoga dengan mengetahui keutamaan ketiga masjid tersebut, tumbuh sebuah motivasi dan Allah memberika kemudahkan untuk mengunjunginya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baca juga: Masjid Sebagai Pusat Pendidikan

Masjid pusat ekonomi umat

Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

WAKAFDT.OR.ID | Keberadaan masjid merupakan salah satu bentuk eksistensi umat muslim di sebuah daerah atau wilayah. Selain memiliki fungsi sebagai sarana ibadah, masjid juga bisa berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Maksud dari ekonomi umat sendiri adalah segala bentuk aktivitas ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup, seperti sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan. 

Pengelolaan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dan instrumen untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik perlu dimaksimalkan dengan optimal.

Adapun bentuk pemberdayaan ekonomi umat yang bisa dijalankan yaitu dengan memberikan modal dan mengadakan pelatihan wirausaha, sehingga tercipta lapangan pekerjaan. Pelatihan wirausaha diadakan untuk memberikan wawasan lebih dalam untuk mengelola usaha.

Baca juga: Membangun Ekonomi Umat Ala Syafii Antonio

Potensi Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Masjid dianggap strategis dalam membangun pemberdayaan ekonomi umat, karena memiliki instrumen yang dapat dimanfaatkan secara optimal, yaitu zakat, infak, dan wakaf. Hal ini telah diimplementasikan di era kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dan kepemimpinan setelahnya.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Orang yang menunaikan zakat dikenal dengan istilah Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut dengan Mustahik.

Sedangkan infak merupakan harta yang dikeluarkan oleh seseorang di luar zakat digunakan untuk kemaslahatan umum. Wakaf termasuk di dalamnya. Bedanya wakaf dengan infak lain, harta yang diwakafkan tidak boleh habis dan statusnya menjadi milik Allah SWT. 

Lembaga yang bertugas mengelola zakat dan infak disebut amil, sementara yang mengelola wakaf disebut nazhir. lembaga amil dan nazhir biasanya berbentuk Baitul Mal, Lazis, Ziswaf, dan lain sebagainya. Dengan adanya lembaga tersebut pengelolaan zakat,  infak, dan wakaf bisa berjalan dengan baik.

Pengelolaan unit layanan zakat dan infak yang efektif, bisa mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabat. Begitupun dengan pengelolaan wakaf. 

Rasulullah dan para sahabat mengelola zakat, infak, dan wakaf untuk memberikan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat, sehingga dapat mengentaskan persoalan kemiskinan yang semakin banyak. (Arga)

Baca juga: Manfaat Wakaf Produktif Bagi Pembangunan Ekonomi

Masjid sebagai pusat pendidikan

Masjid Sebagai Pusat Pendidikan

WAKAFDT.OR.ID – Pada masa awal penyebaran Islam, salah satu fungsi masjid adalah sebagai pusat pendidikan untuk mencerdaskan umat Islam. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan ketaatan kepada syariat Allah Ta’ala dan lahirnya generasi Islam yang cerdas dan berakhlak mulia.

Dalam sejarah Islam sejak zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, masjid sebagai tempat untuk mendidik umat, telah melahirkan tokoh-tokoh penting, seperti ulama, ilmuan, panglima dan prajurit militer, dan berbagai latar belakang tokoh lainnya.

Adapun muatan pendidikan yang diajarkan dalam masjid, yaitu tauhid, akhlak, syariat, strategi perang, dan muatan lainnya yang memberikan manfaat untuk kepetingan umat Islam.

Masjid sebagai sarana belajar juga tidak hanya digunakan untuk mempelajari ilmu agama, tapi juga digunakan untuk mempelajari ilmu umum lainnya, supaya penggunaan masjid bisa digunakan dan dirasakan secara maksimal.

Salah satu tempat yang digunakan untuk proses belajar ialah shuffah atau pelataran masjid yang beratap. Mesikpun sekolah sudah tersedia untuk mengikuti pendidikan formal, namun masjid bisa diberdayakan untuk pendidikan nonformal bagi siapapun yang memiliki keterbatasan biaya untuk sekolah di pendidikan formal.

Jadi, jika masjid bisa digunakan sebagai fasilitas pendidikan, maka tidak ada lagi alasan bagi siapapun yang tidak belajar hanya karena tidak memiliki tempat. Terutama di Indonesia, yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk Islam terbanyak dan memiliki puluhan ribuan masjid.

Salah satu yang harus dilakukan agar fungsi masjid sebagai pusat pendidikan bisa terwujud adalah memberikan edukasi mengenai penggunaan masjid yang ideal, sesuai dengan syariat, dan tidak melanggar adab-adab ketika berada di masjid.

Selain itu, hendaknya para pengelola masjid juga memfasilitasi ruang belajar bagi anak-anak muda.

Semoga uraian di atas, memberikan gambaran mengenai fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat Islam yang harus dimaksimalkan.(Sumber:daaruttauhiid.org)